Indah Sekali Senja di Pantai Polewali

Semburat jingga di Pantai Polewali memberikan kejutan. Jauh lebih keren dari yang semula aku bayangkan.

Sekitar pukul 5 Wita petang itu menjelang matahari tenggelam. Pantai di ibukota Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat ini rupanya tempat warga setempat menghabiskan sisa hari. Ada yang main voli, sepak bola, duduk bersantai bersama pasangan, atau menikmati pasir pantai.

Continue reading “Indah Sekali Senja di Pantai Polewali”

Harmoni Tradisi di Ketinggian Kelimutu

Tak hanya danau berwarnanya, budaya masyarakat di Kelimutu juga unik dan menarik.

Masyarakat setempat punya tradisi menghormati Gunung Kelimutu dengan tiga danau warna di atasnya. Tradisi ini dilakukan masyarakat yang juga beragam etnis dan agamanya.

Continue reading “Harmoni Tradisi di Ketinggian Kelimutu”

Menikmati Pesona Danau Tiga Warna


Setelah ketiga kalinya ke Ende, aku baru bisa mampir ke Kelimutu, danau tiga warna di sini.

Danau Kelimutu berjarak sekitar 60 km dari Ende, kota di pesisir selatan Pulau Flores bagian tengah pulau di Nusa Tenggara Timur ini. Lama perjalanan sekitar 2 jam dengan kendaraan pribadi, seperti motor atau mobil.

Continue reading “Menikmati Pesona Danau Tiga Warna”

Dua Panduan untuk Menikmati Bali

Bingung mau jalan-jalan di mana saja selama liburan di Bali? Dua buku terbitan Intisari ini bisa jadi panduan.

Buku pertama berjudul Where to Go Bali. Buku ini terbit November 2010 lalu. Materinya tentang lokasi wisata dan aktivitas apa saja yang menarik untuk dilakukan selama di Bali.

Continue reading “Dua Panduan untuk Menikmati Bali”

Surga Kuliner Bernama Makassar

Di balik kesan sangarnya, Makassar sebenarnya sangat ramah. Apalagi kulinernya.

Tiap menyebut nama Makassar, maka yang langsung menclok di kepalaku adalah bentrokan antara mahasiswa dan polisi. Media ikut serta menanamkan kesan itu meski mereka juga tak bisa sepenuhnya disalahkan. Tak ada asap tanpa api.

Continue reading “Surga Kuliner Bernama Makassar”

Riuh Guyub Malam Minggu Makassar

Malam minggu di Makassar mengenalkan ramahnya wajah kota yang identik dengan kekerasan ini.

Keriuhan Makassar itu bermula dari Pantai Losari. Dengan tulisan PANTAI LOSARI di tepi pantai, tempat ini menjadi salah satu land mark kota. Beda dengan Denpasar yang, bagiku, tak cukup mengenalkan land marknya, Makassar lebih gesit mengenalkan penanda kota ini.

Continue reading “Riuh Guyub Malam Minggu Makassar”

Pemandangan Langka Ujung Timur Pulau Bunga

Di sisi kanan kami ada kebun kering dengan model terasering, di sisi kiri ada pantai, di depan sana ada gunung berapi. Keren sekali….

Kami baru balik dari Dusun Hokobopo, Desa Bokang Wolomatang, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur. Aku dan Ibrahim, teman dari Yayasan Ayu Tani, selesai liputan tentang petani kacang mete di ujung timur pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini.

Continue reading “Pemandangan Langka Ujung Timur Pulau Bunga”

Bertani, Mendayung Rakit Mendaki Bukit

Seumur-umur, baru kali ini aku liputan sampai naik rakit. Bukan di Kalimantan atau pulau lain yang penuh sungai. Ini di Bali!

Jadinya mengejutkan. Apalagi lokasinya bukan di Bedugul atau Kintamani yang memang ada danaunya, tapi di daerah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Daerah ini, setahuku, tak punya danau. Adanya cuma sawah di dataran rendah dekat pantai dan kebun rimbun di bukit.

Continue reading “Bertani, Mendayung Rakit Mendaki Bukit”

Emmerich Setelah 70 Tahun Kehancuran

Pada masa Perang Dunia II, Emmerich am Rein luluh lantak karena pengeboman. Kini, kota di pinggiran Jerman itu tetap menawan.

Menghabiskan sisa satu hari sebelum meninggalkan Belanda, aku memutuskan berkunjung ke Emmerich am Rein, kota kecil dekat perbatasan Belanda dan Jerman. Aku memilih kota di distrik Cleves, Provinsi Dusseldorf ini dengan pertimbangan dekatnya lokasi, mepetnya waktu, murahnya biaya.

Continue reading “Emmerich Setelah 70 Tahun Kehancuran”