
Tadinya aku mau like dan share status di Facebook itu.
Namun, aku batalkan niat itu. Perasaanku justru campur aduk. Antara malu dan mau nangis melihat apa yang diunggah teman-teman di Facebook itu.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Selamat ulang tahun kesembilan, Sloka Institute.
Ternyata bisa juga berjalan hingga tahun kesembilan. Tidak hebat-hebat amat. Tapi lumayanlah masih bisa hidup dan menjaga nyala agar tidak redup.
Continue reading “Setelah 9 Tahun, Setidaknya Sloka Masih Menyala”
Kenalkan salah satu teman baik kami, Mahayanthi.
Hari ini kami menyambut Maha, begitu kami biasa memanggilnya, secara khusus sebagai penghargaan dan penghormatan untuknya. Dia telah menyelesaikan misi keliling Bali naik sepeda dan berkampanye tolak reklamasi.
Sisi positif pengangguran adalah punya banyak waktu mengurus beasiswa.
Maka, sejak awal tahun, setelah selesai bekerja sebagai staf penuh waktu di VECO Indonesia, aku bisa lebih banyak mengurus lamaran-lamaran beasiswa. Satu bulan lalu saja sudah lima lamaran.
Continue reading “Lamaran demi Lamaran yang Terus Dikirimkan”

Tahu-tahu sudah pertengahan Januari.
Cepat banget rasanya. Padahal, rasanya baru kemarin sore ganti tahun dan liburan di kampung halaman.
Continue reading “Masak sih Gak Berani Menantang Diri Sendiri?”
Kambing-kambing itu membuatku mbrebes mili.
Wajah-wajah polos mereka mengingatkanku pada 25 tahun silam. Zaman ketika aku begitu akrab dengan mereka.

Godaan datang menjelang jam makan siang hari ini.
Lewat akun Twitternya, penyedia jasa layanan telekomunikasi seluler itu menawarkan hadiah menarik: Acer One 10, Lenovo P70, dan Xiaomi Yi. Sebagai manusia biasa, aku pun tergoda.
“Apa yang paling kamu takutkan dalam hidup?”
Pertanyaan seorang teman sekitar 17 tahun silam itu masih tersimpan sampai sekarang. Kadang-kadang, dia datang tanpa permisi. Menyelinap begitu saja di antara beragam kenangan dan pikiran.
Pekan lalu aku cukur rambut.
Tidak penting banget kan? Memang bukan cukur rambutnya yang penting tapi soal kejadian ketika mengantre. 🙂
Pagi masih gelap ketika kami berangkat dari rumah.
Sekitar pukul 6.15 Wita. Matahari belum terbit. Sebagian besar rumah tetangga masih tertutup. Jalanan masih sepi.
Continue reading “Kerja Bakti bersama Bani dan Satori”