
Hidup orang zaman sekarang terlalu banyak tagihan.
Dalam sebulan, bisa harus bayar lebih dari lima kali. Listrik, pulsa telepon, Internet, asuransi, kartu kredit, dan banyak lagi.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.

Hidup orang zaman sekarang terlalu banyak tagihan.
Dalam sebulan, bisa harus bayar lebih dari lima kali. Listrik, pulsa telepon, Internet, asuransi, kartu kredit, dan banyak lagi.
Tiga bulan terakhir, aku mulai nulis di Rappler.com
Ini media baru. Setidaknya aku baru tahu pertama kali ketika September 2014 lalu ikut acara Fourth Media Jakarta Forum CFI di Jakarta. Saat itu aku satu forum dengan pendiri Rappler, Maria Ressa, meski beda sesi.
Baiklah. Aku mengaku telah melanggar niat hidup lebih sehat.
Semua ini gara-gara nikmat durian yang begitu menggoda. Mereka sungguh terlalu, menggodaku selama perjalanan di Sulawesi Selatan kali ini.
Sebenarnya sudah sejak akhir 2013 lalu aku belajar bikin video.
Tidak serius sih. Hanya pelatihan empat hari tentang cara pembuatan video. Waktu itu bareng petani dan para pendampingnya di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebuah kejutan datang dari salah satu teman awal Januari lalu.
Dia mendadak kirim email, mengabarkan dia diterima di salah satu media besar di Indonesia. Teman cewek, yang sebenarnya lebih akrab di dunia maya ini, itu memberi subjek emailnya: Terima kasih.
Continue reading “Kabar Gembira dari Alumni Jurnalisme Warga”
Tahun sudah mau berganti tapi nasib masih saja sama, ditolak penyedia beasiswa.
Biar tidak terlewat begitu saja, penting memang untuk membuat catatan. Sekadar mengingat dan merefleksikan apa saja yang sudah lewat meskipun sekadar curhat. Jika tak tercatat, mereka akan cuma lewat.

Nely, sepupuku, menodong ketika aku pulang kampung pekan lalu.
Tumben ada yang menodong untuk berbagi pengalaman dan motivasi begini. Jadi ya terima saja meskipun tidak terlalu percaya diri.
Continue reading “Muhadloroh, di Mana Anak Muda Belajar Bicara”