Jadi, Apakah Tuhan Bisa Berbahasa Inggris?

Setelah proses selama sekitar enam bulan, buku ini pun terbit juga.

Buku God Do You Speak English? ini karya tiga orang yaitu Jeff Kristianto, Nina Silvia, dan Rini Hanifa. Mereka sukarelawan di VSO, lembaga berkantor pusat di Inggris yang memfasilitasi para sukarelawan untuk bekerja di daerah tertentu.

Jeff menjadi sukarelawan di Tajikistan. Nina di Bangladesh. Rini di Guyana, Amerika Latin. Masing-masing bekerja membantu komunitas lokal selama di sana. Misalnya Jeff dengan para perajin. Nina membantu komunitas Suku Asli. Rini membantu warga desa.

Continue reading “Jadi, Apakah Tuhan Bisa Berbahasa Inggris?”

Citilink, Sudah Tertukar Molor Pula

image

Citilink kali ini benar-benar aneh. Menyebalkan.

Pertama pada saat check in. Berdasarkan pemesanan secara dalam jaringan (online) sehari sebelumnya, penerbanganku kemarin seharusnya bernomor QG 643. Namun, pada saat check in di Bandara Ngurah Rai, Bali, konter menuliskan QG 645.

Continue reading “Citilink, Sudah Tertukar Molor Pula”

Disemprit di Jejak Kesederhanaan Paman Ho

Kesialan dan keberuntungan bisa datang berhimpitan.

Kali ini aku mengalaminya ketika mengunjungi tempat penyimpanan jenazah (musoleum) Bapak Bangsa Vietnam Ho Chi Minh di Hanoi. Aku ketiban sial karena datang ketika musoleum ini sedang dibersihkan. Jadi, tak bisa masuk ke ruangan dan melihat jenazan Paman Ho, panggilan lain untuk Ho Chi Minh.

Tapi, begitulah risiko jalan-jalan tanpa rencana dan informasi sebelumnya, sesuatu yang aku sering dan suka lakukan. Ketika berniat ke Musoleum Ho Chi Minh, aku sama sekali tak mencari informasi awal terlebih dulu. Pokoknya ke sana begitu saja saat akhir pekan.

Continue reading “Disemprit di Jejak Kesederhanaan Paman Ho”

Di Balik Pembangunan yang Melesat Cepat

Semua terlihat bergerak aman dalam kekacauan.

Begitulah Old Quarter, Hanoi, mungkin bisa mewakili gambaran Vietnam saat ini. Dari kawasan inilah ibukota Vietnam bermula. Kawasan yang dibangun pada abad awal abad XX awalnya hanya terdiri dari 36 jalan kecil.

Continue reading “Di Balik Pembangunan yang Melesat Cepat”

Kegagapan ala Orang Viet di Selatan

Dari jendela Thai Airways, ironi itu terlihat.

Di bawah sana, dari pesawat yang membawa kami dari Bangkok, Thailand ke Hanoi, Vietnam rumah-rumah terlihat menjulang tinggi. Di Bali, tinggi rumah rata-rata tak boleh lebih tinggi dari pohon kelapa. Tapi di Vietnam tidak. Rumah atau gedung tingginya sekitar 15-20 meter.

Dari jendela yang sama menjelang pesawat mendarat di Noi Bai Hanoi, terlihat pembangunan jalan tol ataupun gedung-gedung. Selain para pekerja, mesin penderek (crane) bisa menjadi penanda betapa Vietnam sekarang sedang menggeliat dalam pembangunan.

Namun, rumah-rumah menjulang tinggi dan mesin penderek adalah dua hal yang bertolak belakang. Inilah yang menyambutku ketika tiba di Vietnam hari ini.

Continue reading “Kegagapan ala Orang Viet di Selatan”

Di Negeri Ini Kekayaan adalah Kutukan

Kejadian sekitar empat tahun lalu itu mendadak muncul di ingatan.

Waktu itu aku menemani seorang teman dari Belanda yang datang ke Bali. Kami berkunjung ke salah satu petani organik di Tabanan. Ketika melihat salah satu pohon kakao, teman itu berseru, “Wow, akhirnya aku melihat pohon coklat juga.”

Continue reading “Di Negeri Ini Kekayaan adalah Kutukan”

Menjura pada Mereka yang Tak Lelah Bekerja

Tentu saja ini kejutan dan berkah.

Ternyata, ketika aku di Mbay, Nagekeo untuk liputan tentang Sekola Lapang Petani, pada saat yang sama juga ada Sabirin, pendiri Yayasan Pertanian Alternatif Nusantara Sumatera Utara (PANSU). Kami menginap di hotel yang sama di ibukota Kabupaten Nagekeo ini.

Continue reading “Menjura pada Mereka yang Tak Lelah Bekerja”

Kopi di Bajawa, Kakao di Nangapenda

Hari ketiga di Flores kali ini.

Tujuan pertama adalah petani kopi di Desa Beiwae, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada. Aku sudah pernah ke kawasan penghasil kopi arabika ini sekitar tahun 2008. Tapi, sekarang agak berbeda dibanding empat tahun lalu.

Continue reading “Kopi di Bajawa, Kakao di Nangapenda”