BBC: Ramai di Milis Sepi di Kegiatan

Tulisan ini dimuat di majalah online Blogfam, keluarga besar blogger di dunia maya. Persisnya di rubrik Komunitas edisi Agustus. Semoga bisa jadi referensi tentang sejarah BBC, siapa saja anggotanya, dan dinamika di dalamnya.

Thx untuk Sa, yang sudah memberi kesempatan.

Oya, tulisan ini bertanda bintang tiga di belakang (***), artinya penulis bisa menulis semaunya tanpa disensor. Dan tidak perlu bayar seperti di koran sebelah. ๐Ÿ˜€

Continue reading “BBC: Ramai di Milis Sepi di Kegiatan”

Narsis Memang Asik

Karena ada di koran kemarin, lalu hari ini Wira kirim klipingnya di milis BBC. Jadi ya aku posting saja di sini.

Sebagai pengikut agama narsisme yang diajarkan Nabi Selo Longor, tentu saja wajib hukumnya bagiku memasukkan kliping itu di blog. Kalau tidak, aku bisa dirajam di neraka Jahannam. Celakanya lagi bisa ditolak masuk surga Betngandang.

Berguru Gayeng pada Cah Andong

Kebiasaan memang berubah seiring waktu. Begitu juga aku.

Ini pada zaman masih aktif di Pers Mahasiswa (Persma) Akademika Universitas Udayana Bali. Kalau berkunjung ke satu kota, maka aku mampir ke Persma di kota itu. Misalnya ke Jogja, maka wajib hukumnya mampir di Balairung dan Bulaksumur, dua media milik mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Jogja. Atau nebeng tidur di sekretariat Himmah, majalah mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja.

Ke Lombok mampir Media, nama majalah teman-teman Universitas Mataram. Ke Malang mampir Indikator, milik mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang. Dan seterusnya..

Continue reading “Berguru Gayeng pada Cah Andong”

Silakan Iri pada AngingMammiri

Feeling saja, sih. Ketika aku lihat dua cewek datang, lewat di depanku sambil pegang HP lalu HPku bergetar, aku menyapanya dengan tangan. Dan, ah, ternyata benar. Inilah dua perempuan dari AngingMammiri (AM), komunitas blogger Makassar. Salah satunya, Ina si Pecandu (warna) Ungu alias Purpleholic, satu-satunya blogger yang aku kenal lewat dunia maya ini sebelumnya.

Maka, kopdar sama teman-teman AM pun berlangsung di anjungan pantai Losari, Makassar petang tadi. Ada sekitar 10 teman dari AM yang ikut. Ina, Unga, Iqko, Mus, Ntan, Anhie, Made, Syahril, dan Ary.

Continue reading “Silakan Iri pada AngingMammiri”

Menunggu Godot, Menunggu Kesia-siaan

Putu Satria Kusuma, pemain teater dari Singaraja, memainkan naskah keren hari ini: Waiting for Godot. Selain keren permainannya, Bli Putu dan tiga teman lain (Aji, Eka, dan Wijaya) juga memainkan naskah yang tepat โ€“sangat tepat malah- dengan situasiku saat ini.

Naskah yang disebut The Massachusetts Review (Autumn, 1999) sebagai “The Most Significant English Language Play of the 20th Century” ini dimainkan Bli Putu di sela evaluasi bulanan kantor tempat aku kerja part time. Tiap enam bulan, kami memang membuat evaluasi internal terkait program. Karena ingin sesuatu yang berbeda, maka kami sepakat untuk mengundang pemain teater yang bisa memainkan naskah Waiting for Godot. Sekalian untuk mengkritik kebiasaan kami di kantor, menunggu sesuatu yang tidak jelas.

Continue reading “Menunggu Godot, Menunggu Kesia-siaan”

Hapuskan Pasal Pengekang Kebebasan Informasi!


April lalu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Selain mengatur masalah transaksi elektronik, UU No 11 tahun 2008 ini juga mengatur ketentuan tentang informasi di dunia maya. Aturan-aturan itu rentan mengancam kebebasan berekspresi terutama pada Pasal 27 ayat (1), Pasal 27 ayat (3), Pasal 28 ayat (2), dan Pasal 31 ayat (3).

Pasal-pasal tersebut pada umumnya memuat aturan-aturan warisan pasal karet (haatzai artikelen), karena bersifat lentur, subjektif, dan sangat tergantung interpretasi pengguna UU ITE ini. Selain itu, materi pada pasal-pasal tersebut juga bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM) terutama tentang kebebasan informasi dan kebebasan berekspresi maupun UUD 1945 tentang kebebasan berpendapat. Sebab setiap pengguna informasi, termasuk blogger di dalamnya, bisa diancam hukuman penjara kapan saja.

Continue reading “Hapuskan Pasal Pengekang Kebebasan Informasi!”

Kopdar Mini ala BBC

Kalau nurut jadwal, Bali Blogger Community (BBC) sebenarnya punya agenda rutin kopi darat (kopdar) tiap dua bulan sekali. Karena terakhir kali kami semua ketemuan Februari lalu pas launching BBC, maka seharusnya April ini ada agenda kopdar. Aku sih memang menunggu saja ada teman yang mau berinisiatif ngundang kumpul dan makan-makan. Sayangnya, ternyata bulan ini tidak ada juga undangan dari pihak berwenang. ๐Ÿ™‚

Untunglah, minggu ini aku bisa juga kopdaran dengan beberapa teman BBC di Bandung. Di sela-sela pelatihan menulis yang diadakan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, aku berniat ketemu dengan beberapa teman di kota sejuk ini. Dan, senangnya lagi, dua teman BBC di Bandung, Aprillia dan Eka, mau juga diajak ketemuan.

Continue reading “Kopdar Mini ala BBC”

Blogku pun Naik Kasta

Padahal ada beberapa ide untuk nulis seperti pemblokiran YouTube, penggunaan blog oleh para calon gubernur Bali, dan printil-printil lain. Cuma kok moodnya belum dapet. Maka nulis ini sajalah..

Setelah sempat dag dig dug ketika ngoprek di bawah bimbingan Om Asn, akhirnya blogku bisa juga naik kasta. Hehehe.. Jadi inilah perubahan keempat dari blogku ini. Awalnya di jirovun.blogspot.com lalu berubah (1) rumahtulisan.blogspot.com, (2) rumahtulisan.wordpress.com, (3) rumahtulisan.com, dan (4) rumahtulisan.com pakai WordPress 2.5.

Continue reading “Blogku pun Naik Kasta”

Teknologi Ini Telah Mengubah Kami

Ada yang lucu pas aku main ke rumah Bli Pande Kamis kemarin. Aku, Wawan, Novan, Bunda, Bani, dan Bayu menjenguk anaknya Bli Pande yang lahir Selasa lalu. Pas aku tanya siapa nama anaknya, Bli Pande yang juga anggota Bali Blogger Community (BBC) ini menjawab dengan yakin, “Baca saja di blog.”

Sekitar seminggu lalu, jawaban yang sama juga dibilang sama Bunda ketika aku tanya soal cerita hari itu. Kami memang biasa ngobrol saling cerita apa yang terjadi hari itu pas malam menjelang tidur. Waktu itu Bunda baru saja habis pasang alat kontrasepsi untuk mengatur kehamilan. Pas aku tanya, dengan yakin dia menjawab, “Baca saja di blog.”

Dua jawaban ini seperti nonjok aku pas di muka sambil bilang, “Rasain Lu!” Hehe.

Continue reading “Teknologi Ini Telah Mengubah Kami”