Kopdar BBC kemarin, menurutku, memang kurang asik. Setidaknya dibanding kopdar terakhir sebelumnya 11 November lalu. Bukan hasilnya, tapi suasananya. Makanya aku jadi agak kecewa juga. Setelah aku pikir-pikir, sepertinya ini alasannya.
Category: Blogging
Undangan Kopdar BBC Januari
Semeton Belogger yth,
Setelah tanya sana sini, ditelpon sana sini, chatting sana sini dan seterusnya, akhirnya kita bisa ambil keputusan: Launching BBC ditunda..
Maka, kita tidak jadi launching BBC pada 19 Januari 2008 nanti. Salah satu alasannya memang karena tidak adanya orang yang mau ngoordinir persiapan.
Tapi, don’t worry be happy. Kita akan tetep ketemuan Januari ini. Maka, sekalian ngundang semeton belogger saring sami untuk hadir pada Kopdar Januari BBC pada:
Continue reading “Undangan Kopdar BBC Januari”
Kenapa Internet Begitu Lambat
Lagi, lagi, dan lagi. Akhir-akhir ini internetku lambaaaat banget. Tidak tahu apakah karena providernya (Starone) ataukah modemnya (Venus). Tidak jelas apa sebabnya. Namun jelas akibatnya: BIKIN SAKIT HATI! 🙁
Blogging, Nungging, Anjing
Melawan hujan dan badai (cailah..) kami tetap berangkat ke Ubud pagi ini. Sejak dari rumah, hujan campur angin tidak juga berhenti. Tapi demi sebuah janji (mmm, tepatnya kesanggupan untuk datang, sih) maka aku dan istri tetap ke sana untuk melihat pameran di Komaneka Gallery Ubud.
Pameran karya Wayan Suja bertema plush-tick ini termasuk unik. Setidaknya aku belum pernah nemu tema pameran begini. Bagaimana plastik itu menjadi penanda (tick) dari sebuah kesenangan sesaat (plush). Hmm, ini cultural studies banget..
Portal Personal, Merayakan Kebebasan Informasi
Hmm, lama tidak nulis opini serius. Kalau tidak salah sih terakhir kali pas Media Indonesia memuat tulisan resensiku soal mengorganisasi diri dengan informasi Mei lalu.
Dan, kali ini aku bikin tulisan opini serius lagi. Tulisan ini pesanan Koran Pak Oles untuk edisi akhir tahun tentang jurnalisme warga. Ya sekalian media campaign tentan blog lah.
—
You. Yes, you. You control the Information Age. Welcome to your world. (TIME)
Senin, 12 November lalu jadi peristiwa bersejarah dalam perjalanan blogger dunia. Sebab pada hari itu, salah satu blogger terkemuka di Mesir, Wael Abbas, mendapat penghargaan prestisius dalam pencapaian jurnalis media mainstream dari the International Center for Journalists (ICFJ). Blogger Wael Abbas mendapat Knight International Journalism Award yang selama ini hanya diberikan pada jurnalis. Inilah dua hal yang akhirnya mendapat pengakuan secara formal: bahwa blogger pun masuk dalam ranah jurnalisme.
Continue reading “Portal Personal, Merayakan Kebebasan Informasi”
Laporan Kopdar Bali Blogger Community
Akhirnya bisa juga aku bikin sambitan (bukan sambutan) selaku tukang kompor Kopdar Bali Blogger yang Ketiga Minggu (11/11) lalu. Laporan ini dibuat biar komunitas ini keliatan sok serius. Padahal isinya cuma orang2 belogodog. *hahaha*.
Sebenarnya hampir semua belogger yang hadir udah pada bikin cerita. Jadi laporan ini semacam sok resmi saja. Makanya aku udah siap2 lari kalau disambit. Nggak lah. Laporan ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban moral saja.
Biar tidak penuh basa-basi, to the point saja. Terima kasih untuk semua blogger yang sudah berkenan diprovokasi untuk datang, Mas Hendro dan Pan Belog (ini mirip tokoh Deep Throat dalam investigasi wartawan Washinton Post berjudul All President Men karena tidak mau disebut namanya, hehe) yang udah nyumbang buat kopdar, Kang Ayip dan Ebo yang udah nyumbang stiker dan majalah.
Dan, Lahirlah Bali Blogger Community
Tiba-tiba aku merasa agak takut untuk melakukan perjalanan Sabtu sore pekan lalu. Padahal aku hanya hendak ke Ungasan. Tidak jauh. Tidak juga lama. Hanya sekitar 25 km dari Denpasar. Tidak akan lebih dari 30 menit perjalanan ke sana.
Namun aku seperti merasakan kegentaran yang pernah ku alami sebelumnya pada Januari 2006 lalu, ketika aku akan menikah. Hanya berselang hari sebelum hari H pernikahan, aku harus ke Singaraja untuk melihat pementasan teater di sana. Maka, perjalanan sekitar 2 jam dari Denpasar ke Singaraja waktu itu dipenuhi dengan ketakutan: jangan-jangan bla-bla-bla, jangan-jangan bla-bla-bla..
Blog antara Adsense, Narsis, dan Isi
Lagi males nulis panjang. Jadi masukin saja hasil diskusi kecil di milis pantau-komunitas@yahoogroups.com. Diskusi ini dipicu tulisan Imam Shofwan di PANTAU. Sayangnya aku lagi males juga utk membuat link ke tulisan itu. Kapan2 aja deh aku bikin link ke sana. Sekarang aku masukin diskusi kecil ini saja. Ya, sekadar ngungkapin kegelisahan soal perkembangan blog di Indonesia, termasuk Bali. Sekaligus utk bernarsis ria itu tadi. :p
—
Membaca banyak tulisan di media massa soal Pesta Blogger kemarin, sepertinya memang masih ada soal yang belum terjawab: seberapa seriuskah blogger Indonesia menulis secara kritis?
Transkrip Jeruk Minum Jeruk
Prodita Sabarini, wartawan The Jakarta Post, hari ini wawancara aku per telepon. Temanya tentang blogging di Bali. Ini ibarat jeruk (J1) minum jeruk (J2) alias wartawan wawancara wartawan. Jadi ya narasumber pun membuat transkip wawancara tersebut. Kurang lebih, ini transkripnya.
Jeruk 1: Sejak kapan ngeblog?
Jeruk 2: Sekitar Maret atau April 2004
J1: Gimana ceritanya?
J2: Waktu itu kenal blog dari teman di Bandung yang ketemu di internet. Dia yang ngajarin aku untuk bikin blog. *Thx, Sireum..* Setelah itu keterusan sampe sekarang.
Sumpah Blogger Indonesia
Awalnya aku pengen posting soal perjalanan ke Jatiluwih kemarin. Menikmati terasering sawah yang sedang diproses untuk menjadi Warisan Budaya Dunia Unesco itu lumayan menarik. Lebih menarik setelah tahu bahwa ada sesuatu yang sedang disembunyikan di sana untuk tujuan tersebut.
Tapi, ah, aku malas nulis panjang. Seharian nyelesaiin kerjaan lumayan melelahkan. Apalagi ini hari Minggu, waktunya nonton Simpsons. *He.he.he*
Lagian ini 28 Oktober 2007. Tidak enak hati sama para pendahulu yang sudah susah-susah bikin Sumpah Pemuda. Jadi ya mengingat para pendahulu sajalah dulu. Tadi maunya posting Sumpah Rakyat, yang terakhir kami serukan ketika aksi solidaritas untuk Myanmar 30 September lalu. Tapi kok romantik amat. Hormat sajalah buat Pak Afnan Malay yang sudah bikin Sumpah Rakyat.