Pergantian Setelah Lima Tahun Perjalanan

Puncak tumpeng menandai penyerahan tongkat estafet di Sloka Institute.

Aku memotongnya setelah memberikan basa-basi tentang lembaga ini. Potongan tumpeng ulang tahun itu kemudian aku serahkan pada Gus Tulank. Puncak tumpeng ini hanya simbol. Di baliknya adalah tanggung jawab untuk membawa Sloka.

Begitulah. Perayaan ultah Sloka kelima kemarin adalah perayaan kami yang pertama. Kami belum pernah merayakan ultah sama sekali sebelumnya. Kali ini agak istimewa karena selain perayaan ultah kelima juga sekaligus pergantian direktur.

Continue reading “Pergantian Setelah Lima Tahun Perjalanan”

Lima Tahun Mengelola Sloka Institute

Kami memulainya lima tahun lalu hanya bermodal iri.

Ketika di kota-kota lain ada lembaga di bidang media, kenapa di Bali tidak ada. Di Jakarta ada Institut Studi Arus Informasi (ISAI) dan Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP). Di Yogyakarta ada Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerbitan Yogya (LP3Y). Di Makassar ada Lembaga Studi Informasi dan Media Massa (Elsim), dan seterusnya.

Continue reading “Lima Tahun Mengelola Sloka Institute”

Dukung Kami, Jangan Terus Ditakut-takuti

Nyaris semua komunitas blogger belum pernah didukung pemerintah setempat.

Kesimpulan itu aku ambil setelah bertanya lewat Twitter, adakah komunitas blogger daerah yang pernah bekerja sama dengan pemerintah setempat? Ternyata hampir semua penjawab menyatakan belum.

Continue reading “Dukung Kami, Jangan Terus Ditakut-takuti”

Agar Anak Kami Berani dan Adil

Kami percaya nama adalah doa. Begitu pula nama anak-anak kami.

Doa kami sederhana saja. Semoga anak-anak kami bisa menjadi anak-anak yang berani dan adil. Tak hanya dalam pikiran tapi juga tulisan dan tindakan. Maka, begitulah kami memberi identitas pada keduanya, Bani Nawalapatra dan Satori Nawalapatra.

Continue reading “Agar Anak Kami Berani dan Adil”

Water Birth, Melawan Mitos Memelihara Kesakralan

Refleksi usai mendampingi istri melahirkan lewat water birth.

Mendampingi istri melahirkan ini merupakan pengalaman pertamaku. Pada kelahiran anak pertama kami, Bani Nawalapatra, aku tak terlalu banyak mendampingi. Salah satunya karena proses kelahirannya lewat operasi sesar.

Continue reading “Water Birth, Melawan Mitos Memelihara Kesakralan”

Maka, Anak Kami pun Lahir dalam Air

Mendadak jantungku berdegup lebih kencang karena takut.

Ketakutan berlebihan itu justru datang ketika dokter bilang bayi kami sudah sepertiga keluar. Aku tak tahu persis apa maksud sepertiga ini. Tapi, aku bayangkan bayi kami sudah keluar kepalanya sementara dua pertiga badannya masih dalam rahim.

Continue reading “Maka, Anak Kami pun Lahir dalam Air”

Belajarnya Sudah. Tinggal Bikin Risetnya

Setahun kemudian, niat bikin riset (semoga) terwujud.

Lima hari pada 27 Februari hingga 2 Maret kemarin aku akhirnya ikut belajar membuat riset, khususnya tentang media. Materi pelatihan tak hanya riset tapi juga globalisasi, media, hak asasi manusia, dan seterusnya.

Continue reading “Belajarnya Sudah. Tinggal Bikin Risetnya”

Ketika Batas itu Kian Tak Jelas

Globalisasi membuat kategorisasi kian tak penting lagi.

Mungkin itu salah satu poin penting yang kami peroleh setelah live in selama sekitar 24 jam di Pulau Serangan, Denpasar Selatan Senin pekan lalu. Kesimpulan itu muncul begitu saja ketika kami diminta membuat semacam refleksi setelah live in.

Refleksi live in tersebut termasuk salah satu proses dalam pelatihan riset yang diadakan Centre for Innovation, Policy, and Governance (CIPG) yang aku ikuti.

Agak terlalu jauh mungkin jika hanya dilihat sekilas. Namun, jika diturunkan dalam bentuk sebab akibat, maka akan terlihat bahwa perubahan di Serangan pun tak bisa dilepaskan dari makhluk besar bernama globalisasi itu.

Continue reading “Ketika Batas itu Kian Tak Jelas”

Lebih Dekat dengan Nelayan Serangan

Ini pengalaman pertama ikut live in dalam rangka pelatihan riset.

Kalau tinggal bersama (live in), dalam bentuk berbeda sih sudah biasa. Misalnya pas di Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau pengabdian pada masyarakat saat mahasiswa. Nah, kalau live in untuk keperluan pelatihan riset ya ini pertama kalinya.

Continue reading “Lebih Dekat dengan Nelayan Serangan”

Label Media makin Menyuburkan Stigma

Sebagian media kembali memberitakan pembunuhan berantai.

Lalu, gay kembali jadi pihak terpojokkan. Mujianto, pelaku pembunuhan berantai di Nganjuk, Jawa Timur tersebut berorientasi seks homoseksual. Korban-korbannya pun gay. Kelompok ini pun kembali mendapat stigma.

Continue reading “Label Media makin Menyuburkan Stigma”