
Petugas staisun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) alias pom bensin itu tak tersenyum pada saya. Padahal seharusnya dia melakukannya, memberikan senyuman pada pelanggan. Atau setidaknya menyapa lah. Petugas benisn itu juga tak menunjukkan angka meteran menunjukkan 0 (nol). Padahal seharusnya dia menyampaikannya pada saya, atau bahkan menunjukkan pada saya bahwa meteran penunjuk bensin itu memang nol.
Bukan. Saya bukan gila hormat sehingga harus diberi senyum. Atau saya terlalu perhitungan sehingga harus ditunjukkan angka nol sebelum mengisi bensin. Saya hanya menuntut hak saya sebagai konsumen. Sebab tanda di pom bensin itu menunjukkan demikian, bahwa mereka siap memberikan layanan yang memuaskan semua pelanggan, termasuk saya.

