Toleransi Dimulai dari Keluarga Sendiri

toleransi agama bali

Menyenangkan sekali obrolan Minggu pagi di group WhatsApp keluarga kami.

Topik obrolan hangat kami dua hari lalu adalah tentang agama, religiositas, dan semacamnya. Tema itu tidak ditentukan tapi muncul begitu saja setelah ada yang curhat tentang orang-orang yang kabur tanpa mencuci piring atau bantu bersih-bersih setelah ikut pengajian. Continue reading “Toleransi Dimulai dari Keluarga Sendiri”

Mengantar Makanan, Menguatkan Kekeluargaan

Bisa jadi ini kebetulan.

Tapi kok ya bisa beruntun begitu. Setelah membaca tulisan Winata di BaleBengong tentang tradisi memunjung, kali ini aku mengalaminya sendiri. Padahal, seumur-umur aku jadi orang Lamongan tak pernah mendengar istilah ini sebelumnya.

Continue reading “Mengantar Makanan, Menguatkan Kekeluargaan”

Label Media makin Menyuburkan Stigma

Sebagian media kembali memberitakan pembunuhan berantai.

Lalu, gay kembali jadi pihak terpojokkan. Mujianto, pelaku pembunuhan berantai di Nganjuk, Jawa Timur tersebut berorientasi seks homoseksual. Korban-korbannya pun gay. Kelompok ini pun kembali mendapat stigma.

Continue reading “Label Media makin Menyuburkan Stigma”

Menulis Perjalanan, Belajar tentang Keragaman

Jalan-jalan bersama membuat kelas jurnalisme warga kali ini berbeda.

Kelas Menulis Jurnalisme Warga, biasa kami singkat Kamis, Desember ini adalah angkatan ke-11. Tak terasa. Sudah dua tahun kami melaksanakan pelatihan menulis jurnalisme warga ini sejak awal 2010 lalu. Continue reading “Menulis Perjalanan, Belajar tentang Keragaman”

Pesan Keragaman dari Kota Perbatasan

Di Cilacap, pastor dan suster berdiskusi akrab dengan ustadz dan kyai. Menyenangkan dan menenangkan sekali.

Ketika wajah beringas melawan liyan semakin sering terlihat di media massa, ada baiknya kita menoleh ke Cilacap. Kota kecil di Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat ini menyajikan wajah di mana keragaman terlihat sebagai kekuatan.

Continue reading “Pesan Keragaman dari Kota Perbatasan”

Berkah Lumpur Mengubah Kampung Laut

Setelah sekitar tiga jam perjalanan lewat laut, kami justru menemui orang sedang memanen padi.

Perjalanan kami tersebut untuk melihat bagaimana dampak program mitra Misereor di lokasi program. Kunjunganini merupakan bagian dari lokakarya Pemantauan dan Pendokumentasian Dampak Program Mitra Misereor pada 31 Mei – 2 Juni 2011 lalu.  Dari Pelabuhan Cilacap, kami naik perahu mesin berpenumpang maksimal 10 orang selama sekitar tiga jam. Kami menyusuri laut dan sungai di samping Pulau Nusa Kambangan yang identik sebagai salah satu penjara terbesar di Indonesia.

Continue reading “Berkah Lumpur Mengubah Kampung Laut”

Harmoni Tradisi di Ketinggian Kelimutu

Tak hanya danau berwarnanya, budaya masyarakat di Kelimutu juga unik dan menarik.

Masyarakat setempat punya tradisi menghormati Gunung Kelimutu dengan tiga danau warna di atasnya. Tradisi ini dilakukan masyarakat yang juga beragam etnis dan agamanya.

Continue reading “Harmoni Tradisi di Ketinggian Kelimutu”