Tak Ada Lagi Rumah Kedua Kami

Hampa rasanya melihat bangunan itu.

Tidak ada lagi ruangan kumuh penuh tumpukan koran dengan pintu kusam tempat kami pernah membangun masa-masa penuh gairah sebagai mahasiswa. Tidak ada lagi tempat di mana kami selalu merasa kembali ke 10 atau 15 tahun silam.

Continue reading “Tak Ada Lagi Rumah Kedua Kami”

Akhirnya Bisa Ngeblog Bergerak Juga

Maka, lahirlah tulisan ini.

Diketik dari Android, Samsung Galaxy S. Biasanya sih kalo ngeblog suka dari komputer jinjing.

Karena ini pertama kali pakai, jadi belum ngerti banyak. Kalau melihat sekilas sih bisa ngetik seperti biasa kalau di laptop. Fasilitas olah tulisan seperti bold, italic, garis bawah, atau potong teks juga ada.

Continue reading “Akhirnya Bisa Ngeblog Bergerak Juga”

Aneh Rasanya Jongkok Tanpa Ponsel

Padahal dulu-dulu juga biasa saja.

Tapi, ya begitulah. Malam ini, ketika jongkok di toilet tanpa memegang telepon seluler (ponsel), aku tiba-tiba merasa tak lengkap. Aku merasa ada sesuatu yang kurang.

Kemudian, setelah mikir lebih serius lagi, ternyata ponsel itu begitu melekat denganku. Tak cuma ketika, misalnya, jongkok di toilet tapi juga dari awal hingga akhir hari. Dari pagi hingga pagi lagi. Dia seolah-olah menjadi sesuatu yang tak bisa aku lepaskan sama sekali.

Continue reading “Aneh Rasanya Jongkok Tanpa Ponsel”

Buku-buku yang Tak Selesai di 2012

Tahun lalu sepertinya jadi tahun buruk buat baca dan ngeblog.

Untuk urusan baca buku, aku tak menghitung persisnya berapa buku yang aku selesaikan. Cuma amat yakin kalau makin berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, ada beberapa buku yang tak bisa aku selesaikan. Buku-buku tak selesai itu terutama yang berbahasa Inggris.

Continue reading “Buku-buku yang Tak Selesai di 2012”

Tetaplah Menjadi Matahari Kami, Bani dan Satori

Hari ini mungkin mewakili perjalanan kami.

Pukul 8 pagi Bunda duluan keluar. Dia liputan tentang anak-anak autis di wantilan DPRD Bali. Aku giliran momong Satori, yang kini berumur enam bulan. Karena hari Minggu, maka Bani juga di rumah. Libur sekolah. Pengasuh keduanya tak masuk.

Continue reading “Tetaplah Menjadi Matahari Kami, Bani dan Satori”

Menjura pada Mereka yang Tak Lelah Bekerja

Tentu saja ini kejutan dan berkah.

Ternyata, ketika aku di Mbay, Nagekeo untuk liputan tentang Sekola Lapang Petani, pada saat yang sama juga ada Sabirin, pendiri Yayasan Pertanian Alternatif Nusantara Sumatera Utara (PANSU). Kami menginap di hotel yang sama di ibukota Kabupaten Nagekeo ini.

Continue reading “Menjura pada Mereka yang Tak Lelah Bekerja”