“Pas zaman Soeharto wong cilik ora ono sing meketek,” kata emakku begitu saja pas nonton TV soal matinya Soeharto tadi siang. Kami duduk di kasur melototi TV yang berlomba memberitakan matinya Soeharto sekitar pukul 13.10 WIB tadi. Suara mak hanya suara orang awam tentang tidak adanya orang kecil yang susah pada saat Soeharto berkuasa.
Ketika berkuasa, Soeharto memang mampu mewujudkan sesuatu yang hilang pada masa Soekarno sekaligus hilang menjelang dia selesai berkuasa, kejayaan ekonomi. Pembangunan meski tidak merata, swasembada pangan, pengendalian laju penduduk, dan seterusnya merupakan keberhasilan Soeharto ketika memimpin. Dan, bagi orang-orang seperti mak, itu mungkin lebih penting dibanding urusan lain-lain yang hanya dimengerti sebagian orang.
Mak mungkin tidak peduli meski tangan Soeharto juga bersimbah darah. Operasi militer di Timor Leste, Aceh, Papua, dan seterusnya adalah tanggung jawab Soeharto. Begitu pula penembakan misterius, pembungkaman media dan orang-orang kritis, serta korupsi yang hingga kini tidak pernah diadili. Soeharto adalah Bapak Pembangunan sekaligus tiran. Dia berjasa sekaligus penuh dosa.
Lalu, kita harus mengenang Soeharto sebagai apa?
Bli, apa artine to?? Sing ngerti!! 😀
@ imsuryawan: artine kene, “pas zaman soeharto sing ada nak cenik ane susah.” 🙂
sebagai peserta kelompecapir regu A 😉
sebagai “artis” di jalan cendana dan televisi. 😀
Saya sebagai penggemar setia Suharto, mengenal dia sebagai bapak pembangunan Indonesia. Entah dibagian mananya yang dibangun, sampe sekarang saya masih ga ngerti.
Sebagai pak presiden indonesia ke 2.!!
Sebagai pencetus DOM di ACEH
turut ngaturaken belasungkawa keapada pak harto..kita jadikan sebagai in memoriam presiden kedua..
sebage org yg fotonya ada di-mana2 waktu saya SD
ah selalu ada kejelekan disetiap kebaikan dan sebaliknya,
Seleb sekarang….
mmm…sebagai tokoh paling kontroversi abad ini!
sebagai orang yang harus di awali kata “Pak” kalau menyebutnya…nggak boleh langsung Soeharto 😀
sebagai ayah dari anak anaknya 😛
sebagai “i pekak” yang sudah “mulih ke tanah wayah”
sebagai orang pastina
gitu aja kok repot
klo kata orang-orang di tipi seeh sebagai bapak pembangunan…
@ all: 100 utk jawaban anda semua. 😀
Jer Basuki Mawa Panas Pepatah Jawa Bilang Mas…. Silahkan artikan sendiri he…he..he.he
semangkin lebih baik daripada sekarang 🙂