Maka, kami pun bertemu malam itu, di antara ramai halaman depan Robinson, Denpasar. Teman itu tidak jauh berbeda. Terlihat lebih gemuk saja. Aku tidak ingat jelas kebiasaan berpakaian dia sebelumnya. Tapi sekarang terlihat lebih rapi dengan kemeja meski masih celan jeans. Kami lalu ngobrol sebentar sambil nyeruput kopi hangat dan Coca Cola dingin di sana.
“Orang Komunis itu ada di mana-mana,” katanya sambil menghisap Marlboro Menthol. Ehm! Dia merujuk pada dirinya sendiri, mantan aktivis PRD dan kini bekerja sama dengan beberapa jenderal dan tokoh penting negeri ini yang dulu mengejar-ngejar mereka pada zaman Orde Baru.
