Proud to be Part of BBC

Masih euforia oleh-oleh dari bakti sosial BBC Goes to RSJ, Pitulasan ala Bali Blogger Community (BBC). Tulisan ini anggap saja sebagai koreksi atas tulisanku sebelumnya soal BBC yang rame di milis tapi sepi kegiatan. Bagiku, bakti sosial pas peringatan 17 Agustus alias pitulasan lalu membantah tulisanku itu sendiri.

BBC kini makin bergerak maju. Kami tak melulu ribut di dunia maya. Kami bisa berbuat sesuatu untuk dunia nyata. BBC Goes to RSJ membuktikan itu. Meski, bagi banyak orang mungkin kecil banget, tapi bagiku ini langkah keren untuk membuktikan kalau kami juga peduli pada kelompok yang terlupakan.

Continue reading “Proud to be Part of BBC”

BBC: Ramai di Milis Sepi di Kegiatan

Tulisan ini dimuat di majalah online Blogfam, keluarga besar blogger di dunia maya. Persisnya di rubrik Komunitas edisi Agustus. Semoga bisa jadi referensi tentang sejarah BBC, siapa saja anggotanya, dan dinamika di dalamnya.

Thx untuk Sa, yang sudah memberi kesempatan.

Oya, tulisan ini bertanda bintang tiga di belakang (***), artinya penulis bisa menulis semaunya tanpa disensor. Dan tidak perlu bayar seperti di koran sebelah. 😀

Continue reading “BBC: Ramai di Milis Sepi di Kegiatan”

Teman Baru Bernama Obama

Inilah enaknya hidup di zaman serba canggih begini. Dulu, mungkin perlu ratusan tahun untuk mengenal penguasa tertinggi sebuah negeri adidaya. Sekarang, cukup gaul di facebook. Dan, aku bisa kenal dengan begitu banyak orang. Nama-nama yang hanya pernah kubaca di koran, wajah-wajah yang aku lihat di TV, sekarang bisa kukenal secara langsung.

Dan inilah salah satunya. Ketemu juga aku sama profil Barack Obama di dunia maya ini. Tentu saja aku langsung masuk jadi suporternya. Kapan lagi bisa berteman dengan calon presiden negara adidaya Amerika.

Sebenarnya aku lebih bernafsu untuk bertemu Luna Maya. Apa daya, ada beberapa profil artis cantik ini yang semua tak kuyakini keasliannya. Well, itulah dunia maya. Tidak hanya melenakan, juga penuh tipu daya.

Narsis Memang Asik

Karena ada di koran kemarin, lalu hari ini Wira kirim klipingnya di milis BBC. Jadi ya aku posting saja di sini.

Sebagai pengikut agama narsisme yang diajarkan Nabi Selo Longor, tentu saja wajib hukumnya bagiku memasukkan kliping itu di blog. Kalau tidak, aku bisa dirajam di neraka Jahannam. Celakanya lagi bisa ditolak masuk surga Betngandang.

Most Wanted Words in Google

Iseng aja. Ini percobaan bagaimana sih Google merepon kata-kata di blogku setelah aku tulis kata-kata yang paling banyak dicari di Google. Siapa tau memang menarik untuk dicoba untuk menipu banyak orang. 😀

1. marc chagall
2. snarky
3. dane cook
4. hoopz
5. megan hauserman
6. i love money
7. toastee
8. black chicken
9. lolo jones
10. the fifth element

Fitna Lebih Kejam Daripada YouTube

Ya, ya. Akhirnya aku tidak tahan juga untuk tidak menulis soal masalah ini meski sudah banyak banget blog yang menulisnya. Soalnya kalau dibiarkan memang pikiran ini lama-lama jadi mbenjol keluar. Takutnya lalu jidatku tambah jadi lengar dan longor. Hahaha..

Kali ini soal blokir beberapa situs yang memuat film Fitna, yang dianggap melecehkan Islam. Hmm, kalau sudah soal agama memang repot. Makanya tidak usah beragama. *Padahal aku sendiri tidak berani untuk tidak beragama. 😉

Continue reading “Fitna Lebih Kejam Daripada YouTube”

Ancaman di Balik UU ITE

Setelah kemarin aku nulis sedikit materi, apresiasi, dan pertanyaan seputar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), maka sekarang waktunya ngomong soal terakhir, ancaman UU ITE pada blogger.

Tiga hal yang menjadi perhatianku adalah soal ancaman hukuman penjara bagi blogger, ancaman terhadap kebebasan berpendapat, dan penyeragaman informasi oleh negara. Bagi sebagian orang, ancaman ini mungkin dianggap berlebihan. Tapi menurutku sah-sah saja. Kalau sudah ada aturan, negara atau seseorang jadi punya alasan untuk membawa persoalan ini ke tingkat hukum.

Continue reading “Ancaman di Balik UU ITE”

Setelah UU ITE Disahkan

Setelah seminggu ini membaca, menelaah, mencari referensi, dan seterusnya, akhirnya aku bisa juga nulis soal Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). *Mimih serius sajan noq*. Kemarin sempat mau langsung bikin tulisan soal UU yang disahkan DPR seminggu lalu tersebut. Waktu itu sih pendekatannya soal pornografi. Tapi waktu itu aku belum baca detail UU tersebut dan lebih banyak dapat dari media. Takut aja sih tidak kuat argumennya. Juga khawatir lebih banyak asumsi berdasarkan berita di media.

Dan, setelah kubaca berulang-ulang tiap pagi pas baru bangun di saat otak masih segar, aku mulai bisa menganalisisnya secara tajam dan terpercaya. Hahaha..

Pertama soal apresiasi atas lahirnya UU ini. Setelah sekian lama dikritik banyak pihak sebagai negara yang tidak terlalu peduli pada kemajuan teknologi informasi (TI) karena tidak punya UU tentang TI, akhirnya Indonesia punya juga aturan ini. Jadi, meski masih sebatas UU, belum ada peraturan pemerintah dan penjelasan teknis lainnya, UU itu membuktikan bahwa pemerintah mulai peduli soal ini. Meskipun masih penuh catatan di sana sini, UU ini perlu diapresiasi.

Continue reading “Setelah UU ITE Disahkan”