
Info lengkap di wesbite Sloka Institute.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.

Info lengkap di wesbite Sloka Institute.
Media massa itu semata memberitakan apa yang ingin mereka sampaikan.
Berita, lewat media apa saja, merupakan hasil saringan wartawan dan media itu sendiri. Ada sudut pandang wartawan, pemilihan oleh tim redaksi, juga politik media yang memberitakan. Di balik berita, banyak fakta “pertarungan” antar-media atau sesama wartawan di satu media.
Continue reading “A9ama, Menyigi Misteri Penyampai Informasi”

Kapan: Sabtu-Minggu, 29-30 Oktober 2011
Tempat: Sloka Institute. Jalan Noja Ayung nomor 3, Gatot Subroto Timur, Denpasar Timur.
Cara Daftarnya?
Continue reading “Kelas Jurnalisme Warga Angkatan X”

Ilusi tentang wakil raja Majapahit di Bali pun pecah juga.
Media lokal maupun nasional di Bali memberitakannya Senin kemarin. Semua bertema kurang lebih sama, raja-raja di Bali tak mengakui dan malah menggugat klaim anak muda Bali sebagai keturunan Majapahit di Bali.
Dengan honor jutaan per hari, menjadi fixer amatlah menggoda.
Tak hanya imbalan, tantangan dan kesenangan pekerjaan ini juga amat tinggi. Seorang fixer bisa belajar banyak hal, terutama disiplin bekerja ala media dan jurnalis mancanegara.
Continue reading “Fixer, Pembantu Jurnalis yang Bikin Ngiler”
Musim pelatihan jurnalistik untuk mahasiswa telah tiba.
Pelatihan ini biasanya diadakan pada bulan-bulan ketiga atau keempat setelah mahasiswa baru masuk di kampus barunya. Urutan kegiatannya ini, biasanya dimulai dari kegiatan di tingkat kampus. Pada bulan pertama, mahasiswa baru sibuk dengan urusan kampus baru. Pada bulan kedua mulai sibuk di tingkat fakultas dan atau jurusan. Pada bulan ketiga atau keempat, barulah sibuk di tingkat unit kegiatan mahasiswa atau organisasi kemahasiswaan lain.
Objektivitas dalam jurnalisme itu omong kosong!
Tidak ada satu pun wartawan atau media yang bisa menulis dengan objektif. Dia pasti telah terpengaruh banyak hal ketika menulis. Dua wartawan bisa saja menulis topik sama persis. Tapi, pemilihan narasumber atau sudut pandang (angle) keduanya akan sangat berbeda.
Materi ini disampaikan di Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Lanjut (PJTL) Pers Mahasiswa Media Ekonomika (Medikom) Minggu kemarin.
Pelatihannya terlalu singkat, hanya satu jam. Itu pun harus buru-buru karena harus menunggu pembicara sebelumnya dan kemudian ditunggu pembicara selanjutnya. Diskusi juga tak terlalu menarik karena minim banget respon dari peserta. Agak acak adut pelaksanaan kegiatannya.

Kerusuhan di Inggris menyebar tak hanya di berbagai kota, tapi juga segala format media.
Format pertama, teks, tentu di media konvensional, koran. Dari sini aku tahu pertama kali tentang kerusuhan yang menyebar pertama kali dari Tottenham, daerah pinggiran London Utara itu.
Setelah empat hari jadi embedded blogger kunjungan Hillary Clinton di Bali, inilah saatnya membuat refleksi.
Pertama, aku jadi tahu bagaimana rasanya jadi embedded journalist. Meskipun Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika mengundangku sebagai embedded blogger, tetap saja tanggung jawabku selama ikut mereka tak jauh beda dengan pekerjaanku selama ini, jurnalis.