Jejaring Sosial Memperluas Jangkauan

Tulisan ini ringkasan dari materi berbagi pengalaman mengelola publikasi VECO Indonesia pada pelatihan media online untuk lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Pelatihan di Bogor pada 31 Agustus – 2 September 2010 ini diikuti mitra VECO Indonesia, Koalisi Rakyat Kuntuk Kedaulatan Pangan (KRKP) dan Aliansi Petani Indonesia (API), serta lembaga jaringan VECO Indonesia, Prakarsa dan Bina Desa. Aku berbagi cerita mengelola website VECO Indonesia, termasuk social media (jejaring sosial) di dalamnya.

Continue reading “Jejaring Sosial Memperluas Jangkauan”

Membandingkan Castro, Obama, dan SBY di Twitter

Laporan terakhir @Presiden_RI sudah tujuh bulan lalu  meski jumlah pengguna dari Indonesia terus bertambah.

Jumlah pengguna twitter di Indonesia terus bertambah. Lembaga riset yang fokus tentang dunia digital, comScore, mengatakan pertumbuhan pengguna twitter di Indonesia paling  tinggi di antara 41 negara lain yang diteliti mereka pada Juni lalu. Menurut comScore,  20,8 persen pengguna internet di Indonesia mengakes situs laporan singkat (micro blogging) ini.

Continue reading “Membandingkan Castro, Obama, dan SBY di Twitter”

Lomba Jurnalistik Kompas untuk Mahasiswa

Hadiahnya menarik. Selain duit juga kesempatan ikut kursus jurnalistik.

Harian Kompas mengadakan Lomba Jurnalistik untuk mahasiswa se-Bali. Kegiatan ini bertema “Mungkinkah Bali jadi Pulau Hijau”. Lomba terbagi jadi dua, yaitu tulisan feature dan foto jurnalistik. Akan ada pemenang di masing-masing kategori dengan hadiah Rp 3 juta untuk juara I, Rp 2 juta untuk juara II, dan Rp 1 juta untuk juara I.

Continue reading “Lomba Jurnalistik Kompas untuk Mahasiswa”

Mengulas iPad Karena Kepepet

Review (ulasan) ini aku buat karena banyak teman yang memintanya.

Maka, baikkah. Aku akan membuatnya. Tapi, sori kalo bahasanya bukan ala pengulas yang sudah biasa mengulas produk. Aku tak biasa mengulas sebuah produk apalagi gadget canggiah macam iPad ini. Anggap saja ini ulasan kepepet. #Maksa..

Continue reading “Mengulas iPad Karena Kepepet”

Berbagi Bersama di Malam Pecha Kucha

Setelah tertunda dan terus tertunda, akhirnya aku bisa ikut serta di Malam Pecha Kucha.

Pecha Kucha Night (PKN) adalah malam di mana orang-orang kreatif, atau setidaknya yang merasa kreatif seperti aku (Hehe), berbagi pengalaman satu sama lain. Begitu pula dengan PKN yang aku ikuti kali ini.

Continue reading “Berbagi Bersama di Malam Pecha Kucha”

Dewan yang Keblinger, Gunakanlah Twitter


Daripada mengusulkan Rumah Aspirasi, anggota DPR mending membuat akun twitter.

Jadi, tak perlu lagi ada tambahan anggaran sekitar Rp 200 juta untuk tiap anggota Dewan yang terhormat tersebut. Dengan demikian tak perlu lagi ada beban tambahan Rp 436 miliar uang negara yang dipakai anggota Dewan.

Continue reading “Dewan yang Keblinger, Gunakanlah Twitter”

Tak Perlu Berisik Kalau Ngetik

Sekitar empat tahun lalu aku membayangkan. Tengah malam sambil berbaring di kasur aku punya ide. Lalu, saat itu juga aku bisa menuliskan atau sekadar menyimpannya di dalam komputer.

Imajinasi itu terjawab oleh komputer jinjing alias laptop. Tapi, membawa laptop ke tempat tidur bukan hal yang tepat. Pertama, laptop terlalu berat. Kedua, laptop tak bisa dipakai sambil rebahan. Kalau mau nekat sih bisa-bisa saja. Tapi, laptop tetap belum bisa menjawab kebutuhan itu.

Continue reading “Tak Perlu Berisik Kalau Ngetik”

KISS agar Tulisan Lebih Manis


Bukan lagi media yang mengendalikan pembaca, tapi sebaliknya, pembaca yang mengendalikan media.

Begitulah prinsip media online. Terlalu banyak pilihan media bagi pembaca. Kalau pembaca tak suka, dia tinggal klik, memindahkan alamat yang dia baca. Dari situs di Indonesia, dia bisa langsung pindah ke negeri antah berantah.

Continue reading “KISS agar Tulisan Lebih Manis”

Maksiat itu di Pikiranmu, Sobat

“mikir-mikir lagi kalau mau ke #bali. terlalu banyak mudharatnya.”

Begitu kicauan (tweet) salah seorang pengguna twitter di akunnya sekitar tiga hari lalu. Aku menemukannya di antara ratusan kicauan dengan hash tag #bali. Kicauan itu langsung menggelitik pikiranku soal ironi turis domestik di Bali.

Continue reading “Maksiat itu di Pikiranmu, Sobat”