Perempuan itu membuka pakaiannya satu per satu.
Jilbab, baju, celana, lalu terakhir dia hanya mengenakan kutang dan celana dalam. Perempuan itu sedang berada di kamar tertutup sebuah hotel di Jenewa, Swiss.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Perempuan itu membuka pakaiannya satu per satu.
Jilbab, baju, celana, lalu terakhir dia hanya mengenakan kutang dan celana dalam. Perempuan itu sedang berada di kamar tertutup sebuah hotel di Jenewa, Swiss.
Diam-diam, Nusa Penida makin membuat ketagihan.
Makin sering kami datang, makin sering kami ingin berkunjung lagi. Makin banyak tempat kami jelajahi, makin banyak pula cerita dan perspektif baru tentang pulau ini. Continue reading “Agar Nusa Penida Tak Serupa Induknya”
Runcing beling itu terlihat menakutkan.
Dia dipasang berderet di atas tembok pembatas belakang Kampus Sudirman Universitas Udayana Denpasar. Yakin deh. Tidak ada yang berani memanjat di atasnya.
Continue reading “Mengunjungi Bu Sayuti Warung Langganan Kami”
Melupakan pertanian, Bali kian kehilangan akar..
Budaya Bali itu berakar pada pertanian. Tidak ada ritual Bali yang bisa lepas dari akar ini. Nyepi, Galungan, Kuningan, Odalan, dan seterusnya.

Orang tak kita kenal itu terus membuntuti kita.
Ke mana pun kita pergi, dia merekamnya. Apa pun yang kita cari, dia mencatatnya. Bahkan, saat kita di kamar mandi, dia pun ikut mengintipnya.
Continue reading “Melindungi Diri dari Pengintai dan Pencuri”
Pemandangan itu terlihat begitu menggoda.
Ratusan pagoda berbaris rapi di tengah hamparan tanah datar dan rimbun pepohonan. Ada aura masa lalu terpancar dari puncak-puncak emas pagoda itu. Mistis..
Agak menyesal juga sih.
Terlalu sedikit tempat yang kami kunjungi selama di Myanmar. Padatnya agenda lima hari pelatihan membuat kami tak bisa ke mana-mana. Sedih.
Senyapnya hutan Bago, Myanmar menjadi kenikmatan tersendiri.
Di tempat sepi serupa tegalan ini kami bisa lebih fokus mendiskusikan topik selama pelatihan tentang keamanan dan privasi digital. Banyak hal baru yang aku pelajari secara personal.
Rasa takut mendadak menjalar di pikiranku.
Sopir taksi kami tidak terlihat membawa kami ke sebuah tempat pelatihan. Kami malah masuk ke tengah hutan. Tidak ada tanda-tanda kehidupan.
Musuh gerakan Bali Tolak Reklamasi terlalu besar.
Karena itu, sejak awal lahirnya gerakan Bali Tolak Reklamasi pada Juli 2013 silam, kami sadar bahwa ini bukanlah perjuangan yang berimbang.