Mempertanyakan Nasib Para Tuyul

Ada istilah baru yang kutahu saat Kongres Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Sanur minggu lalu, “jurnalisme tuyul”. Dalam rekomendasinya, AJI meminta agar perusahaan media massa juga tidak meneruskan praktik jurnalisme tuyul ini. Poin ini masuk salah satu bagian selain perlunya semua pihak menjaga kebebasan pers, menolak kriminalisasi pers, dan pentingnya profesionalisme.

Jurnalisme tuyul sebenarnya istilah yang sarkastis, sangat kasar. Istilah ini mengacu pada praktik mempekerjakan orang lain tanpa status yang jelas. Praktik ini biasa terjadi di kalangan wartawan TV. Koresponden atau kontributor tetap di salah satu stasiun TV mengajak orang lain untuk membantunya dalam liputan. Resminya orang yang diajak tersebut disebut stringer.

Continue reading “Mempertanyakan Nasib Para Tuyul”

HIV, poverty add up to hardship

Anton Muhajir, Contributor, Karangasem | Mon, 12/01/2008 10:59 AM | Bali

Life for Ketut Sari (not her real name) is more than complicated. The 25-year-old has to struggle not only with poverty but also with the deadly HIV inside her body.

Living in one of the island’s poorest and most isolated hamlets does nothing to help her situation.

Continue reading “HIV, poverty add up to hardship”