Aaaah, lega rasanya sungguh tiada tara.
Rabu sekitar pukul 9 malam, pesawat KLM yang kami tumpangi mendarat di Bali. Dua setengah jam sebelumnya, kami deg-degan dalam ketidakpastian.
Continue reading “Menjajal Liburan di Negara Kota Serba Mahal”
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Aaaah, lega rasanya sungguh tiada tara.
Rabu sekitar pukul 9 malam, pesawat KLM yang kami tumpangi mendarat di Bali. Dua setengah jam sebelumnya, kami deg-degan dalam ketidakpastian.
Continue reading “Menjajal Liburan di Negara Kota Serba Mahal”
Tahun ini, kami merayakan Lebaran dengan suasana berbeda. Meriah.
Lokasi Lebarannya di Bengkalis, salah satu pulau di Provinsi Riau. Pulau ini dekat perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Hanya dua jam sudah sampai Malaka, kota pesisir barat Malaysia.

Jalan-jalan ke mana jika hanya punya waktu setengah hari di Kuala Lumpur?
Aku juga tidak tahu ke mana tempat terbaiknya. Karena itu aku sekadar menuruti kata hati saja. Jalan kaki dari pusat kota ke kota tua Kuala Lumpur pada hari terakhir di Kuala Lumpur akhir Mei lalu.

Malaysia ternyata tak setertutup yang aku kira.
Sebelum akhirnya mengenal langsung negara serumpun ini, aku punya beberapa anggapan miring tentang Malaysia. Salah satunya tentang betapa konservatifnya negara kerajaan ini.
Continue reading “Terkesima Keterbukaan dan Kemajuan Malaysia”
Baiklah. Aku mengaku telah melanggar niat hidup lebih sehat.
Semua ini gara-gara nikmat durian yang begitu menggoda. Mereka sungguh terlalu, menggodaku selama perjalanan di Sulawesi Selatan kali ini.

Tiga polisi berpakaian preman sudah menunggu kami dengan manis.
Akhir November lalu, aku hendak kembali ke Bali via Amsterdam. Claudia, teman selama di Ekuador dan Peru, menemaniku melapor (check in) di loket maskapai KLM Bandara Mariscal Sucre, Quito, Ekuador.
Continue reading “Jalur Narkoba Amerika Selatan – Asia Tenggara”

Setelah 38 jam perjalanan, sampai juga kembali di rumah, Bali Selasa malam lalu.
Saatnya menuliskan apa hal menarik dari perjalanan ke sana. Sebenarnya tujuan utama perjalanan ke sana untuk berbagi pengalaman tentang komunikasi dan publikasi kepada kolega di VECO Andino.
Continue reading “Belajarlah tentang Pertanian ke Amerika Selatan”
Setelah tingga minggu menjelajah Ekuador dan Peru, akhirnya bisa juga lebih santai.
Minggu terakhir ini kembali ke Ekuador. Tepatnya di Quito, pangkalan awal sejak di Amerika Selatan. Jadwal utama minggu ini untuk diskusi, menulis, dan refleksi tentang tiga minggu perjalanan.
Continue reading “Membandingkan Dua Ibu Kota Negara Tetangga”

Perjalanan ke Junin, pedalaman Peru kali ini benar-benar tak mudah.
Kami naik bus malam selama sekitar 10 jam dari Lima. Bus tingkat dengan sekitar 30 penumpang itu memang enak banget. Kursinya bisa diubah jadi serupa kasur.

Menyusuri jalan-jalan di Kota Lima, ibu kota Peru, sungguh menyenangkan.
Tapi, sebelum itu, perlu semacam pengakuan. Tulisan ini hanya berdasarkan pandangan ala turis yang mampir hanya dua pekan. Bukan hasil pengamatan serius ala ilmuwan. :p