Akhirnya Bisa Ngeblog Bergerak Juga

Maka, lahirlah tulisan ini.

Diketik dari Android, Samsung Galaxy S. Biasanya sih kalo ngeblog suka dari komputer jinjing.

Karena ini pertama kali pakai, jadi belum ngerti banyak. Kalau melihat sekilas sih bisa ngetik seperti biasa kalau di laptop. Fasilitas olah tulisan seperti bold, italic, garis bawah, atau potong teks juga ada.

Continue reading “Akhirnya Bisa Ngeblog Bergerak Juga”

ODHA, Saatnya Kalian Ngeblog Juga

Sebenarnya tulisan ini untuk membayar utang. 🙂

Desember lalu, teman-teman orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) Berhak Sehat membuat lomba blog tentang HIV dan AIDS. Aku berniat ikut. Tapi, dasar pemalas dan pelupa, sampai pendaftaran lomba ditutup, aku tak juga membuat tulisan tersebut.

Continue reading “ODHA, Saatnya Kalian Ngeblog Juga”

Berikan Ruang Dulu, Aturan Belakangan

Ini orang kok ngotot sekali ya?

Berkali-kali mereka bilang kalau netizen, termasuk blogger dan pengguna social media lainnya, harus beretika ketika bersuara di dunia maya. Menurut mereka harus ada aturan agar penggunaan media baru ini tidak kebablasan dan menimbulkan masalah.

Continue reading “Berikan Ruang Dulu, Aturan Belakangan”

Kopdar Mizan, Dari Blog Menuju Buku

Awalnya agak meragukan dan seperti lost focus.

Lha masak para blogger terpilih malah diajari hal amat mendasar tentang blog. Misalnya, apa itu blog, jenis-jenis blog, dan semacamnya. Padahal, setahuku, sekitar 60 blogger yang hadir di Gathering Blogger Mizan ini blogger pilihan.

Continue reading “Kopdar Mizan, Dari Blog Menuju Buku”

Dukung Kami, Jangan Terus Ditakut-takuti

Nyaris semua komunitas blogger belum pernah didukung pemerintah setempat.

Kesimpulan itu aku ambil setelah bertanya lewat Twitter, adakah komunitas blogger daerah yang pernah bekerja sama dengan pemerintah setempat? Ternyata hampir semua penjawab menyatakan belum.

Continue reading “Dukung Kami, Jangan Terus Ditakut-takuti”

Rumah Blogger Indonesia yang Bikin Iri

Kursi roda itu memberi suasana berbeda di ruang tamu.

Di depan kursi roda itu, empat orang sedang asyik berselancar di dunia maya Rabu malam lalu. Tiap orang duduk lesehan membuka halaman demi halaman jejaring sosial Facebook.

Continue reading “Rumah Blogger Indonesia yang Bikin Iri”

Perlukah Komunitas Blogger Dilegalformalkan?

Tuteh menyeretku untuk ikut membahas topik dilematis ini.

Blogger yang tinggal di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu tiba-tiba mention aku di twitnya Minggu lalu. Padahal, aku masih capek sepulang dari Kintamani usai ikut kerja bakti menanam pohon rame-rame di lereng Gunung Batur.

Continue reading “Perlukah Komunitas Blogger Dilegalformalkan?”

Blogger ASEAN di Bawah Ancaman Penjara

Foto Huffington Post [updated]

Fuck Human Rights. Book a Vacation in Vietnam.

Kalimat provokatif itu muncul di bagian atas website Reporters Without Borders, lembaga pemantau kebebasan kebebasan pers ternama di dunia. Dia mengingatkan kenyataan pahit di balik pesona Vietnam sekaligus eksotisme Asia Tenggara, warga kawasan ini masih di bawah ancaman pelanggaran hak asasi Continue reading “Blogger ASEAN di Bawah Ancaman Penjara”

Stempelan ala Komunitas Blogger ASEAN

Tanpa mikrofon, aku harus berteriak untuk bersuara. Tapi, percuma.

Suara itu tak didengar sama sekali. Dua moderator di depan tak mendengarnya. Mereka sibuk mengubah beberapa kata yang terlihat di layar tanpa mengacuhkan apa yang aku sampaikan. Pendapatku diabaikan.

Continue reading “Stempelan ala Komunitas Blogger ASEAN”