
Tunggu infonya di Bali Creative Festival. Segera.
Foto dari Bali Blogger Community.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Sumbangan ke korban bencana di Mentawai, Sumatera Barat dan Wasior, Papua Barat telah dikirimkan.
Tak banyak, sih. Masing-masing cuma Rp 2.550.000. Tidak ada apa-apanya jika dibanding sumbangan dari perusahaan-perusahaan besar ke para korban bencana, apalagi dibanding jumlah korupsi Gayus Halomoan Tambunan.
Aku agak panik. Tanpa sebab yang jelas, iPadku tiba-tiba tak bisa hidup.
Padahal produk hadiah dari detik.com ini tak ada gejala rusak sama sekali sebelumnya. Ketika terakhir kali aku pakai kemarin malam, dia masih berfungsi. Aku membaca iBook, main beberapa permainan, atau sekadar mengupdate agenda dan pekerjaan di Kalender.
Membaca tulisan CNN Indonesia: Twitter nation, menyadarkan lagi pada kegagalan Tifatul Sembiring untuk berkomunikasi.
Dibanding mengutip komentar dari menteri yang mengurusi komunikasi dan teknologi informasi, CNN lebih memilih Enda Nasution untuk berkomentar. Makna di baliknya, untuk urusan teknologi informasi, media asing lebih percaya pada Enda daripada Tifatul.
While sitting on the floor, Wayan Samah wrote about education in Bali in his notebook.
“The cost of education in Bali is too expensive for us. Therefore, we can’t get a formal school education,” he writes.
Continue reading “Kelas Beranda offers an alternative learning place”

Di Jakarta, media dunia maya bersinergi digdaya dengan media arus utama. Di Bali masih jauh panggang dari api.
Banyak contohnya. Dua di antaranya yang terbukti ampuh adalah ketika media arus utama memberitakan penahanan Prita Mulyasari. Prita adalah konsumen yang dipenjara gara-gara emailnya tentang keluhan terhadap pelayanan rumah sakit bocor ke ranah publik. Prita dipenjara dengan tuduhan pencemaran nama baik. Dia pun ditahan.
Dengan mobil pick up, Sakti Soediro membawa barang-barang sisa dari Berbagi Tak Pernah Rugi Bali Blogger Community (BBC). Dialah salah satu wanita tangguh di BBC.
Sakti pula yang begitu usai terjadi bencana Gunung Merapi aktif mengumpulkan sumbangan dari berbagai kelompok. Sakti, perempuan single yang baru saja patah hati itu, membuat pos-pos penyaluran sumbangan untuk pengungsi di Jawa Tengah dan Jogjakarta.
Mari sumbangkan kepedulian melalui Berbagi Tak Pernah Rugi bersama Bali Blogger Community (BBC).
Ada kegiatan (a) Donor Darah, (b) Pasar Barang Bekas, (c) Konsultasi Kesehatan, dan (d) Hiburan. Seluruh hasil kegiatan akan disumbangkan untuk korban bencana di Wasior, Mentawai, dan Merapi.

Seorang teman pernah dengan bersemangat menunjukkan “kartu pers”-nya sebagai pewarta warga. Tapi, kartu itu untuk apa?
Menurutku, seorang pewarta warga tidaklah perlu mendapat identitas khusus sebagai pewarta, seperti kartu pers. Ada, setidaknya, dua alasan.
Teriakan bergemuruh di aula itu menggetarkan. “Hidup petani! Hidup petani! Hidup petani!”
Sekitar 350 petani mengepalkan tangan bersama sambil berteriak memekikkan salam. Tua, muda, perempuan, laki-laki, juga beberapa bocah berdiri dalam dua kelompok berhadapan. Mereka saling membalas setelah bersama berteriak mengeja satu per satu huruf P-E-T-A-N-I.