Pledoi Menggugat Bredel, Melawan Lupa

Pergulatan manusia melawan kekuasaan adalah pergulatan ingatan lupa.

Goenawan Mohamad, pendiri dan (mantan) pemimpin redaksi TEMPO, menyitir pernyataan Milan Kundera tersebut di pengantar buku ini. GM, mengingatkan bahwa kekuasaan selalu berupaya menciptakan ingatan tunggal, termasuk terhadap sesuatu yang dianggap subversif. Ingatan tunggal biasa diiringi dengan tafsir tunggal pula terhadap sejarah tersebut.

Continue reading “Pledoi Menggugat Bredel, Melawan Lupa”

Rumah Blogger Indonesia yang Bikin Iri

Kursi roda itu memberi suasana berbeda di ruang tamu.

Di depan kursi roda itu, empat orang sedang asyik berselancar di dunia maya Rabu malam lalu. Tiap orang duduk lesehan membuka halaman demi halaman jejaring sosial Facebook.

Continue reading “Rumah Blogger Indonesia yang Bikin Iri”

Menaikkan Posisi Petani Berbekal Informasi

Pelatihan di Solo menutup rangkaian pelatihan internet untuk LSM dan petani tahun ini.

Kawan-kawan blogger setempat, Bengawan, memandu pelatihan tersebut. Selama dua hari itu, Andrean, Hendri, dan Dafhy pun berjibaku membagi ilmunya pada petani dan pengurus lembaga swadaya masyarakat (LSM) dari Continue reading “Menaikkan Posisi Petani Berbekal Informasi”

Bali Post dan Gubernur Bali, Berdamailah..

Dua penguasa Bali ini pun resmi bersengketa secara terbuka.

Kamis kemarin, sidang perdana gugatan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika terhadap Bali Post pun digelar di Pengadilan Negeri Denpasar. Pastika resmi menggugat media tertua dan terbesar di Bali tersebut karena dianggap menulis hal tidak benar tentang dirinya.

Continue reading “Bali Post dan Gubernur Bali, Berdamailah..”

Suara Sumbang pun Harus Diberi Ruang

Sambil lesehan usai pelatihan, kami mengevaluasi perjalanan Bale Bengong.

Seingetku ini pertama kalinya kami mengevaluasi Bale Bengong sebagai blog jurnalisme warga. Setahun lalu sih pernah tapi waktu itu lebih pada keterlibatan teman-teman alumni Kelas Menulis Jurnalisme Warga dan kontributor.

Continue reading “Suara Sumbang pun Harus Diberi Ruang”

Menulis Perjalanan, Belajar tentang Keragaman

Jalan-jalan bersama membuat kelas jurnalisme warga kali ini berbeda.

Kelas Menulis Jurnalisme Warga, biasa kami singkat Kamis, Desember ini adalah angkatan ke-11. Tak terasa. Sudah dua tahun kami melaksanakan pelatihan menulis jurnalisme warga ini sejak awal 2010 lalu. Continue reading “Menulis Perjalanan, Belajar tentang Keragaman”

Hiperkonsumerisme, Hiperteks, Hipermedia

Akhirnya, aku menemukan lagi tulisan reflektif dengan bahasa ringan ala Bre Redana. Pemikir dan penulis kajian kebudayaan (cultural studies) ini orang yang meracuniku lewat tulisan-tulisannya tentang gaya hidup sejak 10 tahun lalu. Selalu nyentil dengan bahasa ringan.

Begitu pula tulisannya kali ini di Kompas. Aku tahu tentang tulisan ini malah dari Bunda pas lagi ngobrol santai. Maka, tulisan ini pun aku salin dan tempel di blog ini. Semata buat mengingatkan diri meski pada beberapa hal aku rasa kurang tepat dan aku tak setuju dengannya.

Tulisan ini ada di edisi cetak namun aku temukan pula di Kompas Tekno. Selamat membaca dan berefleksi ria.

Continue reading “Hiperkonsumerisme, Hiperteks, Hipermedia”

Media Baru, Alat Perlawanan Baru

Alat baru untuk menyuarakan perlawanan itu ada di internet.

Para aktivis demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) dari 16 negara di Asia pun mengakui dan memanfaatkan kekuatan baru tersebut. Melalui berbagai blog, Facebook, Twitter, dan bentuk media baru (new media) lainnya, para aktivis itu bergerilya melakukan perlawanan.

Continue reading “Media Baru, Alat Perlawanan Baru”

Perlukah Komunitas Blogger Dilegalformalkan?

Tuteh menyeretku untuk ikut membahas topik dilematis ini.

Blogger yang tinggal di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu tiba-tiba mention aku di twitnya Minggu lalu. Padahal, aku masih capek sepulang dari Kintamani usai ikut kerja bakti menanam pohon rame-rame di lereng Gunung Batur.

Continue reading “Perlukah Komunitas Blogger Dilegalformalkan?”

Hati-hati dengan Distorsi Informasi

Lelaki itu maju ke depan kerumunan lalu berteriak.

“Kalau tidak ada tujuan buruk, untuk apa kita menyembunyikan tempat latihan kita?” teriak lelaki berpakaian biasa itu. Lalu, dia kembali ke dalam kerumunan. Masuk. Tak ada yang tahu bahwa dia bukan warga biasa.

Continue reading “Hati-hati dengan Distorsi Informasi”