Pergulatan manusia melawan kekuasaan adalah pergulatan ingatan lupa.
Goenawan Mohamad, pendiri dan (mantan) pemimpin redaksi TEMPO, menyitir pernyataan Milan Kundera tersebut di pengantar buku ini. GM, mengingatkan bahwa kekuasaan selalu berupaya menciptakan ingatan tunggal, termasuk terhadap sesuatu yang dianggap subversif. Ingatan tunggal biasa diiringi dengan tafsir tunggal pula terhadap sejarah tersebut.


Dua penguasa Bali ini pun resmi bersengketa secara terbuka.
Sambil lesehan usai pelatihan, kami mengevaluasi perjalanan Bale Bengong.
Akhirnya, aku menemukan lagi tulisan reflektif dengan bahasa ringan ala Bre Redana. Pemikir dan penulis kajian kebudayaan (cultural studies) ini orang yang meracuniku lewat tulisan-tulisannya tentang gaya hidup sejak 10 tahun lalu. Selalu nyentil dengan bahasa ringan.
Alat baru untuk menyuarakan perlawanan itu ada di internet.
Tuteh menyeretku untuk ikut membahas topik dilematis ini.