Derita Istana Swarga Mayapada

Dianggap melecehkan agama, sebuah tempat pengobatan diserbu massa. PHDI lamban mengurusi.

Meski berada di Markas Kepolisian Kota Besar (Mapoltabes) Denpasar, I Made Sarjana, 40 tahun, masih menunjukkan punya wibawa. Setiap hari antara 30-40 pamedek (pengikut) datang mengunjunginya di ruang Wakasat Intel Poltabes. Secara bergantian, masuk 5-7 orang. 2-3 jam kemudian berganti rombongan lain. Sejak Kamis pekan lalu, Sarjana terpaksa diinapkan di Poltabes.

Pengamanan ini dilakukan akibat amuk massa yang terjadi di tempat pengobatannya pada hari yang sama. Tanpa disangka-sangka, 200-an massa menyerbu tempat pengobatan yang olehnya disebut Istana Kerajaan Swarga Mayapada alias istana surga di dunia di Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan. Awalnya massa bermaksud menemui Sarjana, namun karena yang dicari tak juga keluar, massa pun mengamuk. Mereka memecah kaca di ruang depan rumah dan memporakporandakan ruangan. Meja, lemari, kain prada (hiasan) di dinding, foto-foto, kotak penyimpan, dan benda-benda lain dikeluarkan dari ruangan untuk kemudian dihancurkan di jalan persis di depan rumah Sarjana. Namun barang semacam keris, sesabuk, jimat untel-untelan, dan kertas rerajahan masih selamat. Massa tidak berani membakar. “Takut kualat,” kata salah seorang diantara mereka.
Continue reading “Derita Istana Swarga Mayapada”