Selesailah sudah satu beban pekan ini. Tadi pukul 11 siang lebih sekian, talk show di Radio Global FM pun berakhir. Maka berakhir pula satu kerjaan dengan Kemitraan Jakarta dan Koalisi NGO.
Kerja sama itu bermula dari telepon Tio (Indonesian Parlemantary Centre) Sabtu atau Minggu dua pekan lalu. Dia bilang mau ngajak kerja sama untuk diskusi tentang Undang-undang Partai Politik 2007. Diskusi itu kerja sama antara Koalisi NGO untuk Perubahan UU Politik (Cetro, Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, Lembaga Studi Pers dan Pembangunan, dan IPC) dengan Kemitraan. Di Bali mereka ngajak aku. Mungkin mas Hanif LSPP yang ngasi kontak ke mereka. Setelah jelas bagaimana kerjaannya, aku mengiyakan. Aku pakai Sloka Institute sebagai kendaraan. Continue reading “Jangan Undang Profesor [Tiiiiit! Awas Sensor]”
Media massa yang disebut sebagai media mainstream (media arus utama) kurang memberi tempat bagi kelompok-kelompok marjinal. Lihatlah TV, maka kita lebih sering melihat wajah-wajah penguasa modal politik, ekonomi, maupun sosial. Bacalah koran maka nama-nama sama juga yang kita temukan. Kelompok-kelompok yang tak punya cukup modal hanya diposisikan sebagai konsumen media, bukan produsen, atau setidaknya dilibatkan.
Pernahkah kita berpikir bahwa apa yang kita pakai, apa yang kita makan, atau apa yang kita lihat sehari-hari tidaklah sesederhana adanya?