Siang ini kami berdiskusi di kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bali di Jl Melati Denpasar. Ada sekitar –aduh, kok lupa ngitung ya?- 15 orang yang datang. Kecuali dua project officer (PO) KPA Bali, semuanya alumni Klinik Jurnalistik, pelatihan jurnalistik bagi aktivis penanggulangan AIDS di Bali.
KJ sudah diadakan dua kali pada Agustus tahun lalu dan April tahun ini. Tujuannya melatih kemampuan dasar jurnalistik bagi mereka agar lebih mudah menyampaikan isu-isu HIV/AIDS lewat media. Aku sendiri bantu mendesain pelatihan sekaligus fasilitator. Ketika pelatihan sih pada semangat. Meski ngerjain tugas sampai dini hari, mereka masih juga semangat. Continue reading “Jurnalisme Warga adalah Jawabannya”
Media massa yang disebut sebagai media mainstream (media arus utama) kurang memberi tempat bagi kelompok-kelompok marjinal. Lihatlah TV, maka kita lebih sering melihat wajah-wajah penguasa modal politik, ekonomi, maupun sosial. Bacalah koran maka nama-nama sama juga yang kita temukan. Kelompok-kelompok yang tak punya cukup modal hanya diposisikan sebagai konsumen media, bukan produsen, atau setidaknya dilibatkan.