Blog

Pegawai Perpustakaan yang Tak Menyenangkan

Dulu, pas baru awal-awal di Bali, hampir tiap hari aku ke Perpustakaan Daerah Bali. Perpustakaan terbesar di Bali ini memang tidak jauh dari tempat kosku di Jl Pulau Ambon Sanglah. Paling jauh 500 meter. Pulang kuliah juga aku gak ada kerjaan. Jadi ya sampe kos, naruh tas, lalu naik sepeda gayung ke perpus di Jl Teuku Umar ini. Kalau pas Sabtu, bisa berjam-jam di sana.

Salah satu buku yang aku inget banget tuh soal novel karya Knut Hamsun -bener ga ya nulisnya?- berjudul Lapar terbitan Yayasan Obor Indonesia. Ceritanya soal orang kelaparan. Menyentuh. Banyakan buku yg aku baca waktu itu memang karya sastra. Continue reading “Pegawai Perpustakaan yang Tak Menyenangkan”

Lamo Nian Tak Besuo

Ah, lama banget ga nulis sesuatu yg sangat personal di blog ini. Kemarin abis ngobrol ma Kang Arif Budiman, Matamera yang punya somebali2love.blogspot.com, aku jadi inget blog ini. Tiga empat posting terakhir hanya tulisan2 feature.

Ya ga ada salahnya sih. Tapi kurang asik aja kalo ga ada sesuatu yg personal.

Jadi ya semoga bisa rajin posting lagi. :))

Resistensi HIV Ancam ODHA Bali

-dimuat The Jakarta Post [8/2]-

Resistensi HIV Ancam ODHA Bali

Anton Muhajir
Kontributor/Denpasar

Tak hanya mata, masa depan Agung sebagai ODHA pun makin gelap.

Pandangan Agung, 34 tahun, makin samar. Mata kanannya sudah tak bisa dipakai melihat sama sekali. Mata kirinya makin dipenuhi titik hitam. Padahal pekerjaan bapak satu anak ini tergantung pada mata, selain kemampuan menyetir. Tiap hari Agung mengemudikan truk tangki bensin 5000 liter dari Pesanggaran, Denpasar Selatan ke berbagai industri pelanggannya. Tapi melihat benda berjarak lebih dari lima meter pun kini dia tak bisa melakukannya dengan baik. Dua bulan lalu dia pindah ke kursi sebelah, sebagai kernet. “Itu pun sering tak masuk,” katanya. Continue reading “Resistensi HIV Ancam ODHA Bali”

Resistant virus threatens people with HIV/AIDS

The Jakarta Post , Jakarta | Thu, 02/08/2007 4:57 PM | Life

Anton Muhajir, Contributors, Denpasar

Thirty-four-year Agung has serious problems with his eyesight. His right eye is not functioning at all, while the vision in his left eye is filled with black dots. Agung works as a truck driver delivering gasoline from the Pesanggaran area of South Denpasar to places throughout the provincial capital of Bali.

For the last few months, Agung could no longer see things clearly. The father of one can see nothing but blurred images within a five-meter distance.

Continue reading “Resistant virus threatens people with HIV/AIDS”

Prayitno, Mewujudkan Museum Topeng Indonesia

Sang Pionir:
Prayitno, Mewujudkan Museum Topeng Indonesia

Mimpi Prayitno untuk mewujudkan museum topeng tinggal selangkah lagi. Di salah satu ruangan rumah seni di Banjar Tengkulak Tengah, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali Prayitno menyimpan hampir seribu topeng dari berbagai daerah. Topeng-topeng itu disusun berdasarkan daerah asal topeng tersebut. Mulai Madura, Jawa, Bali, Lombok, Batak, Kalimantan, hingga Papua.

Saat ini, selain masih berburu topeng dari daerah-daerah lain maupun jenis tertentu, pria kelahiran Bojonegoro, 23 Juli 1946 ini juga menyiapkan referensi masing-masing topeng. Keterangan tentang jenis, asal, dan bagaimana pembuatan topeng itu nantinya digunakan melengkapi tiap topeng yang akan dipamerkan di musem. “Agar mereka yang berkunjung bisa tahu informasi tentang topeng yang dilihat,” katanya. Bagi Pak Prayit, panggilan akrabnya, museum topeng itu nanti tak hanya sebagai media konservasi tapi juga edukasi. Continue reading “Prayitno, Mewujudkan Museum Topeng Indonesia”

Begitu Lemahnya Posisi Konsumen

Kalau dibilang salah, aku memang salah. Aku kok ya mau aja ketika bulan lalu ada SMS nawarin hadiah Rp 500 ribu bagi 100 pengirim pertama ke 7898 dengan mengetik REG. Aku pikir ya apa salahnya. Toh cuma iseng-iseng berhadiah. Siapa tau aku memang dapet. Eh, ternyata itu jebakan.

Dan aku bener2 terjebak sekarang. Tak bisa keluar. Continue reading “Begitu Lemahnya Posisi Konsumen”