Blog

Tegangan Listrik Tumbuhkan Karang

Penduduk Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali melakukan rehabilitasi terumbu karang dengan teknik baru. Caranya dengan mengalirkan listrik bertegangan rendah pada kerangka rumpon (bronjong) di bawah dasar laut.

Teknik ini diperkenalkan dua ahli terumbu karang dari Global Coral Reef Alliance, Amerika Serikat. Dua ahli tersebut, Thomas J Goreau (AS) dan Wolf Hibertz (Jerman) “dibawa” oleh Yos Amerta, Ketua Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri) Bali. Mereka bertemu dalam sebuah konferensi kelautan di Bangkok pada 1988.

Ide ini kemudian klop dengan usaha yang sudah dilakukan I Gusti Agung Prana, pemilik Taman Sari Cottages di Desa Pemuteran. Sejak 1990, Prana melakukan kampanye kepada penduduk setempat agar tidak melakukan pengeboman pada terumbu karang. Ketika itu, kondisi terumbu karang di Bali bagian utara ini memang rusak parah. Hal ini karena adanya warga setempat dan warga dari luar desa menggunakan bom dan potasium untuk menagkpa ikan.

Continue reading “Tegangan Listrik Tumbuhkan Karang”

Kartun Made in Bali

Doraemon, Pokemon, Aladin, dan beberapa kartun lain sebagian dibuat di Bali. Terancam karena komputerisasi.

Dua cowok dan satu cewek sedang berjalan menyeberang jalan. Tiba-tiba datang seseorang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Tukang kebut itu hampir menabrak dua orang diantara penyeberang jalan. Untunglah tidak sampai kena karena dia cepat membelokkan motor. Namun, brak!, tukang kebut itu menabrak mobil hingga terpelanting ke tanah, terkapar.

Adegan itu bukan nyata. Pelakunya hanya kartun. Dan, setelah peristiwa itu muncul tulisan “Kecerobohan Bisa Berakibat Fatal”. Iklan layanan mayarakat itu hasil kerjasama Bali TV dan PT Marsa Juwita Indah (MJI). Iklan berdurasi 30 detik itu adalah karya pertama PT MJI yang diproduksi sendiri dari penentuan tema, penggambaran, hingga rekaman. Namun adegan itu kemudian menarik perusahaan makanan anak di Surabaya untuk memesan iklan produknya di PT MJI. Jadilah dua merk produksi perusahaan tersebut dibuat PT MJI dalam bentuk kartun.

Continue reading “Kartun Made in Bali”

Pelantikan Gubernur yang Tertunda

Akibat adanya dugaan suap dalam pemilihan, PTUN Denpasar meminta pelantikan gubernur dan wagub Bali terpilih ditunda.

Surat Putusan PTUN Denpasar itu intinya meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali menunda keputusannya selama pemeriksaan perkara berlangsung sampai ada putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap. Surat bernomor 15/G.TUN.2003/PTUN tersebut ditandatangani panitera Ketut B Nuritha SH dan dikeluarkan Jumat pekan ini.

Pelantikan pasangan Dewa Made Beratha dan IGN Kesuma Kelakan pun bisa jadi mundur dari jadwal semula. Awalnya berdasarkan keputusan DPRD Bali, pelantikan pasangan terpilih akan dilantik pada 28 Agustus.

Continue reading “Pelantikan Gubernur yang Tertunda”

Biar Miskin Asal Sehat

Melalui Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan, warga Kabupaten Jembrana bebas biaya ketika berobat.

Ide awalnya karena tidak ingin daerahnya semakin tertinggal dari daerah lain di Bali. Sebut saja dari sisi pendapatan. PAD Jembrana tak sampai Rp 6 milyar per tahun. Bandingkan dengan PAD Kabupaten Badung yang mencapai sekitar Rp 300 milyar. “Saya ingin meningkatkan kualitas hidup warga Jembrana,” kata bupati Jembrana I Gde Winasa. Paremeter kualitas hidup itu, tambah bupati yang juga profesor tersebut, adalah peningkatan kualitas pendidikan, kualitas kesehatan, dan daya beli.

Dan, bagi Winasa, program itu tidak sebatas angan-angan. Di bidang kesehatan misalnya, bupati yang juga dokter gigi itu membuat program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM). Program ini dilakukan sejak April 2003 lalu. Intinya berupa memberikan jaminan dan menyalurkan subsidi ksehatan kepada masyarakat. Sebagai badan pelaksana dibentuklah Jaminan Kesehatan Jembrana (JKJ) yang berada di bawah Dinas Kesehatan kabupaten paling dekat dengan Jawa tersebut.

Continue reading “Biar Miskin Asal Sehat”

Banyak Pasangan Satu Jabatan

Rabu pekan depan (25 Juni) pendaftaran bakal calon gubernur Bali akan ditutup. DPD PDI Perjuangan Bali, pemilik fraksi terbesar di DPRD belum melakukan penjaringan tahap kedua.

Hingga Rabu pekan ini, Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDI Perjuangan Bali baru melakukan penjaringan tahap I untuk menentukan paket bakal calon gubernur (bacagub) dan bakal calon wakil gubernur (bacawagub). Untuk itu, DPD PDI Perjuangan Bali membentuk tim lima yang diketuai Ida Bagus Suryatmaja dengan anggota Made Urip, Made Arimbawa, Nyoman Parta, dan I Made Suryana.

Sabtu pekan lalu, Tim Lima ini sudah mendapatkan sembilan paket. Pasangan bacagub dan bacawagub tersebut adalah AAN Oka Ratmadi-Putu Agus Suradnyana, Made Urip-Alit Kelakan, Putu Ary Suta-Nengah Usdek Maharipa, AAN Oka Ratmadi-Alit Kelakan, AAN Oka Ratmadi-Wayan Nuastha, AAN Oka Ratmadi-I Wayan Sukandi, Dewa Made Beratha-I Ketut Robin, Dewa Made Beratha-I Wayan Nuastha, dan IB Suryatmaja-Putu Agus Suradnyana.

Continue reading “Banyak Pasangan Satu Jabatan”

Mahalnya Pengamanan Sebuah Sidang

Pemprov Bali mengeluarkan dana Rp 1,5 milyar untuk persiapan persidangan bom Bali. Dana konsumsi petugas pengamanan jauh lebih banyak.

Dengan alasan keamanan, sidang kasus bom Bali digelar Senin pekan ini di Gedung Wanita Nari Graha Denpasar. Gedung ini masuk di kawasan gubernuran Renon Denpasar. Gedung ini menghadap Jl Tjut Nya’ Dien. Di kanan Nari Graha tedapat gedung Kesehatan Provinsi Bali. Di kiri terdapat Gedung Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan serta Gudang Induk Provinsi Bali. Di belakangnya ada gedung Dinas Pertanian Tanaman Pangan yang bersebelahan dengan Kejaksaan Tinggi Bali.

Kantor Gubernur Bali dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali berjarak sekitar seratus meter dari lokasi yang mendapat perhatian dari sekitar 115 media massa lokal, nasional, dan internasional ini. Lapangan Puputan Renon, alun-alun terbesar di Bali, hanya berjarak sekitar 75 m. Di lapangan ini siap siaga dua helikopter meski tidak diadakan sidang.

Continue reading “Mahalnya Pengamanan Sebuah Sidang”

Dari CGI untuk Aceh dan Bali

Dalam pertemuan yang tertutup untuk wartawan di Jakarta Room Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua, Bali, kemarin isu yang dibahas tidak banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya. Menurut Sekretaris Indternational NGO Forum on Indonesia Development (INFID) Binny Buchory, belum ada upaya untuk melihat bagaimana Indonesia bisa mendorong adanya perubahan sikap terhadap utang. Binny yang hadir sebagai observer bersama delapan aktivis NGO lainnya itu mengatakan pembicaraan masih seputar bagaimana meningkatkan investasi, devisit anggaran. “Sedangkan kebijakan-kebijakan macropolicy, program penjualan aset-aset, dan pencabutan subsidi malah tidak dibahas,” kata Binny.

Kepala Bappenas Kwik Kian Gie pun mengatakan hal-hal yang sudah jelas tidak terlalu berguna. “Kalau hanya ngomong tentang konsep pembangunan, Indonesia sudah memiliki banyak orang pinter. Kita tidak perlu CGI untuk itu,” tegas Kwik.

Continue reading “Dari CGI untuk Aceh dan Bali”

Persidangan dengan Pengunjung Orang Dalam

Sidang pertama kasus bom Bali digelar Senin pekan ini. Pengunjungnya “orang dalam”.

Satu per satu, anggota jaksa penuntut umum (JPU) saling berpelukan di pelataran Pura Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali Senin pekan lalu sebelum sidang dimulai. Sebelumnya, tiga anggota JPU Nyoman Dila, Putu Suparta Jaya, dan Wayan Suwela diperciki tirta (air) oleh “pemangku” Nengah Budhiyasa, yang sehari-hari juga jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar. “Sembahyang ini dilakukan khusus untuk persiapan para jaksa agar diberi kekuatan oleh Tuhan,” kata Budhiyasa, sang “pemangku”. Salah seorang jaksa wanita di Kejati Bali bahkan berkaca-kaca ketika menyalami para jaksa yang akan menuntut terdakwa Amrozi tersebut.

Sidang kasus peledakan bom Bali resmi dilaksanakan Senin pekan ini. Terdakwa pertama yang diadili adalah Amrozi bin H Nur Hasyim. JPU terdiri dari Nyoman Dila, Putu Suparta Jaya, Wayan Suwela, Urip Tri Gunawan, Erna Normawati, dan Mohammad Salim. Nama terakhir ini khusus didatangkan dari Kejaksaan Agung (Kejagung).

Continue reading “Persidangan dengan Pengunjung Orang Dalam”

Ketika Pengacara Lawan Pangdam

Dituduh melanggar HAM, Pangdam laporkan pengacara ke polisi. Pengacara sibuk mencari dukungan.

Senin dua pekan lalu, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana Mayjen Agus Suyitno melaporkan Rizaldy Watruti ke Polda Bali. Rizaldy yang pengacara itu dituduh telah mencemarkan nama baik Pangdam pengganti Willem T da Costa tersebut. Pangdam diwakili anak buahnya di bagian Hukum Kodam (Kumdam) antara lain Cholid Ashari, Hudi Purnomo, Cokorda Gde Darma Putra, Satriyo NC, dan Hanifah Hidayatullah.

Pelaporan Pangdam itu sekaligus adalah “jawaban” atas pengaduan Rizaldy D Watruty kepada Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali. Sebelumnya, pada 7 April lalu, Rilzady D Watruty berkirim surat pada Ketua Komisi A DPRD Bali. Surat bernomor 035/RZL/Srt.Lap/IV/2003 itu terdiri dari tujuh poin. Namun bagian paling “pedas” justru pada poin ketujuh yaitu bahwa Pangdam IX/Udayana telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) atas klien Rizaldy yang bernama I Ketut Nurasa. Selain itu, menurut Rizaldy, Pangdam pun telah melakukan persidangan yang penu rekayasa dan tidak bertanggungjawab atas bukti-bukti kasus kliennya tersebut. Dengan alasan-alasan tersebutlah Rizaldy kemudian meminta kepada Ketua Komisi A DPRD agar melakukan hearing seputar kasus yang dialami kliennya, I Ketut Nurasa.

Continue reading “Ketika Pengacara Lawan Pangdam”

Dari Surfing Keliling Dunia

Sejak 9 tahun I Made Adi Putra tertarik surfing. Prestasinya hingga internasional. Saat ini juga jadi model iklan sebuah bank.

Lemari kaca itu berdiri di pojok tembok teras rumah berkeramik merah. Tingginya sekitar dua meter dengan kaca bening tembus padang. Berbagai penghargan berupa piala dapat dilihat lemari itu. Ada 12 piala penghargaan ada di dalamnya. Antara lain piala juara II Bali Open Contest pada 1997, juara I Bali Challenge pada 1995, juara I Padang-padang Grommets Challenge pada 1993, juara II Bali Grommets International Surfing pada 1997, juara I Open Class Serangan Local Challenge pada 2000, juara I Godwill Amateur Surfing Championship 2002-2003. Sisa piala yang di lemari kaca itu bertuliskan huruf Jepang.

Seluruh piala penghargaan itu didapat berkat kerja keras I Made Winada Adi Putra. Dia salah satu penghuni rumah di banjar Pande Mas, Desa Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali tersebut. Perkenalan anak muda kelahiran Kuta 5 Agustus 1980 itu dengan surfing karena rumahnya dekat pantai. Hanya sekitar 200 meter dari Pantai Kuta yang tersohor itu. Made, yang akrab dipanggil Bol, sering melihat pamannya Wayan Kandiyasa bermain surfing.

Continue reading “Dari Surfing Keliling Dunia”