Blog

Bea Visa Perburuk Citra

Rencana pengenaan bea visa kunjungan bagi warga asing di Indonesia bisa memperburuk pariwisata Indonesia setelah bom Bali, Perang Iraq, dan SARS.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Indonesia I Gede Ardika risau. Menjelang pelaksanaan Konferensi Pasific Asia Travel Association (PATA) ke-52 di Bali pada 13-17 April beredar berbagai spekulasi. Diantaranya bahwa delegasi peserta Konferensi PATA akan dikenakan bea visa kunjungan sebesar US$ 50. Selain itu, peserta konferensi PATA juga harus menunjukkan kartu keterangan sehat dari negaranya. Yang terakhir ini untuk mengantisipasi penyebaran sindrom pernafasan sagat akut (SARS) di Bali.

Continue reading “Bea Visa Perburuk Citra”

Jarum Suntik Tersandung Masalah Klasik

Penularan HIV/AIDS karena jarum suntik lebih tinggi dibanding karena hubungan seks. Penanganannya membentur masalah klasik, dana.

Ketika mengangkat secangkir kopi, tangan kanan laki-laki itu gemetar. Terlihat tidak kuat. Tangan kirinya lalu menopang bagian bawah cangkir keramik putih itu. Matanya menatap kosong. Wajah ovalnya kurus sehingga tulang iganya terlihat menonjol. Beberapa bercak putih panu pun ada di wajah laki-laki berumur 22 tahun itu. Sinar matanya tidak bersemangat.

Dia memberikan nama samaran Suharta untuk ditulis. “Saya tidak mau keluarga saya tahu kalau saya juga mengidap HIV/AIDS,” pintanya. Siang itu di sebuah kafe, dia mengenakan celana jeans dan baju hitam dengan kancing bagian atas terbuka memperlihatkan singlet putihnya. Sekitar dua jam, Suharta menceritakan pengalamannya sehingga mengidap HIV/AIDS.

Continue reading “Jarum Suntik Tersandung Masalah Klasik”

Antara Kemenangan dan Pembelotan

Meski paket rekomendasi DPP PDIP menang dalam pemilihan gubernur di Bali. Diwarnai pembelotan dan isu suap.

Dua pengurus DPD PDIP Bali datang ke DPRD Bali Rabu pekan ini sekitar pukul 10.30 wita. Salah satunya membawa map merah berisi Surat Keputusan Pemecatan terhadap salah satu anggota fraksi PDIP DPRD Bali yaitu I Ngurah Wididana. “Hari ini kami akan menyerahkan SK kepada yang bersangkutan,” kata salah satu pengurus DPD PDIP Bali tersebut.

SK bernomor 280/DPP/KPTS/VIII/2003 tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Soetjipto. Isinya adalah memecat I Ngurah Wididana dari jabatannya sebagai anggota PDIP dan sebagai anggota fraksi PDIP di DPRD Bali. Selain itu juga melarang yang bersangkutan melakukan kegiatan apa pun atas nama partai.

Continue reading “Antara Kemenangan dan Pembelotan”

Pedanda Gunung Jemput Bola

Dharma wacana dengan jemput bola bukan hal baru. Bisa jadi malah tidak efektif.

Meski telah mendapat penghargaan sebagai salah satu tokoh yang berperan besar bagi dinamika Bali, Ida Pedanda Made Gunung masih merasa belum pantas. Made Gunung, sebagai seorang pedanda, masih terbuka menerima setiap umat yang minta dharma wacananya. Demikian halnya ketika ditemui GATRA di griyanya di Griya Gede Kemenuh, Blahbatuh, Gianyar, Bali.

Pedanda Made Gunung mengenakan baju lengan panjang dan kamen (sarung) putih. Jenggotnya sepanjang dada juga memutih. Namun rambutnya masih hitam dengan ikatan di bagian belakang, klimis. Dia duduk di atas alas putih juga di bale agung griya. Di sampingya ada lemari berisi lontar dan buku-buku agama. Ada aquarium di salah saru sudut bale. Di griya itu juga ada sekitar sepuluh ekor di burung dan tiga ekor anjing. Suasana griya juga teduh oleh beberapa pohon di dalamnya. “Kita harus menyayangi binatang dan tumbuhan,” kata bapak lima anak itu. Hanya satu jam wawancara karena pagi itu dia harus memberikan dharma wacana di Kantor Distribusi Perusahaan Listrik Negara (PLN) Denpasar lalu siangnya ke Klungkung hingga malam hari.

Continue reading “Pedanda Gunung Jemput Bola”

Tukang Sapu Nyambi Jualan

Pengedar ineks yang tertangkap polisi, ternyata tukang sapu di Poltabes Denpasar.

Dengan mulut meracau, Ketut Partayasa datang ke RS Sanglah Denpasar Rabu pekan lalu. Dia minta diobati karena pusing dan tidak bisa mengendalikan diri. Setelah dicek, ternyata Ketut Partayasa, 34 tahun, lagi sakau. Dia ngoceh dan bilang ke beberapa perawat bahwa dia anggota intel Poltabes Denpasar.

Sadar bahwa pasiennya sedang over dosis, dokter di RS terbesar di Bali itu segera menelpon polisi. Datanglah empat anggota Poltabes Denpasar ke RS Sanglah. Setelah dicek, keempat polisi itu merasa tidak mengenal “temannya” tersebut. Karena dalam kondisi sakau, Ketut Partayasa pun dibawa ke Mapoltabes Denpasar untuk diperiksa lebih lanjut.

Continue reading “Tukang Sapu Nyambi Jualan”

Vonis Mati Bagi Amrozi

Majelis hakim sidang bom Bali memutuskan vonis hukuman mati pada Amrozi. Meski Amrozi tidak ingin, pengacaranya akan banding.

Ketika Ketua Majelis Hakim I Made Karna SH membacakan vonis hukuman mati terhadapnya, Amrozi seketika bereaksi dengan membaca takbir. Dua kali terdakwa asal Lamongan, Jawa Timur itu mengepalkan tangan ke arah pengacaranya. Setelah itu dia merentangkan kedua tangannya ke samping. Ibu jarinya terlihat menunjuk ke atas. Ekspresi wajahnya tetap tersenyum.

Sekitar 200 pengunjung sidang di Gedung Wanita Nari Graha Renon Denpasar bersorak gembira atas pembacaan vonis mati tersebut. Amrozi kemudian menoleh ke arah pengunjung sambil mengucapkan takbir dua kali. Pengunjung membalasnya dengan sorakan, “huuu..”. Tidak ada yang berubah dari ekspresi Amrozi.

Continue reading “Vonis Mati Bagi Amrozi”

Menyelami Keindahan Laut Tulamben

Perjalanan ke Tulamben, Bagian Timur Bali

Karang, ikan, dan bangkai kapal (wreck) di Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem membuatnya jadi tempat menyelam yang disejajarkan dengan Wakatobi, Sulawesi Tenggara dan Bunaken, Sulawesi Utara.

Agar puas menikmati perjalanan di Tulamben, sebaiknya datang ke Tulamben sejak sore, atau paling tidak bermalam di sana. Sebab, kita bisa menikmati sun rise di selat Lombok tersebut. Desa Tulamben masuk Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali. Jaraknya sekitar 200 km dari Denpasar, atau 60 km dari ibukota Kabupaten Karangasem. Sebelah timur desa ini adalah selat Lombok, yang jadi tempat menyelam, dan sebelah barat kita bisa melihat Gunung Agung, gunung tertinggi di Bali.

Jaraknya yang jauh ini pun bisa jadi pertimbangan. Kalau berangkat pagi dari Denpasar, fisik kita sudah lelah karena lamanya perjalanan. Apalagi medan perjalanannya naik turun. Fisik yang lelah, tidak bagus untuk melakukan menyelam (diving). Masalah lain, kalau kita datang terlalu siang, visibility (jarak pandang) selama menyelam pun tidak bagus. Antara pukul 07.30-10.00 wita, visibility di Tulamben mencapai 25-30 meter. Kalau jam 10.30 ke atas tinggal maksimal 10 meter.

Continue reading “Menyelami Keindahan Laut Tulamben”

Air Kencing Bikin Masalah

Sesuai amanat dukun, Senin pekan ini Jurhan melaksanakan niatnya. Setelah istirahat makan siang, sambil bekerja matanya selalu melihat ke arah meja tempat minum majikannya, I Gede Made Anom Putra. Dilihatnya istri sanga majikan meletakkan segelas air putih di meja dekat tungku pembakaran genteng tersebut. Setelah istri majikan pergi, Jurhan meninggalkan pekerjaannya sebentar.

Teman-temannya tidak ada yang cuirga. Buruh di perusahaan genteng di Banjar Tegal Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan itu mengambil sesuatu dari kotak tidak jauh dari meja tempat minum tersebut. Yang diambil itu berwarna kecoklatan, dapat terlihat dari bungkusan plastik beningnya. Setelah itu, tanpa ada yang melihat, buruh asal Lombok tersebut mengganti air minum majikannya tadi dengan air coklat yang dibungkus plastik tersebut. Jurhan kembali bekerja seolah-olah tidak ada apa-apa.

Continue reading “Air Kencing Bikin Masalah”

Sistem pun jadi Biang Kerok

Dari 34.235 peserta Ujian Akhir Nasional (UAN) di Bali, 2.693 peserta tidak lulus.

Demikian hasil UAN Sekolah Menengah Umum (SMU) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Bali yang diumumkan Selasa pekan ini. Siswa SMU yang tidak lulus terbanyak dari Kabupaten Buleleng. Di daerah utara Bali tersebut, siswa yang tidak lulus sebanyak 1165 dari 4493 siswa (25,93% tidak lulus). Disusul kemudian oleh Bangli 200 dari 921 (21,72%). Sedangkan yang paling banyak meluluskan adalah Kabupaten Karangasem yang lulus 2360 dari 2426 (97,28% lulus) disusul Denpasar yang lulus 5341 dari 5529 (96.6%). Total peserta UAN dari SMU/MA di Bali adalah 23191 dengan jumlah lulus 20885 dan tidak lulus 2306 (9,94%).

Adapun dari SMK, yang tidak lulus terbanyak berasal dari jurusan Teknologi Industri. Dari jurusan ini 203 siswa tidak lulus dari 2638 peserta. Sedangkan jurusan Pertanian dan Kehutanan (18 siswa) serta jurusan Kesehatan (59) semuanya lulus. Total peserta UAN dari SMK adalah 11.044 dengan siswa lulus sebanyak 10657 dan tidak lulus 387 (3,5%).

Continue reading “Sistem pun jadi Biang Kerok”

Flexi pun Merambah Bali

Keinginan Ni Komang Suartini untuk memiliki telepon akhirnya kesampaian. Sejak dua minggu yang lalu, pedagang souvenir di pasar Kumbasari ini bisa memantau anak gadisnya dari tempatnya bekerja. Suartini sekarang bisa menelpon anaknya yang sedang kuliah, jalan-jalan, atau bahkan pacaran sekalipun. “Pokoknya kapan pun saya mau,” kata ibu empat anak tersebut.

Dengan biaya Rp 1,5 juta Suartini sudah bisa memiliki telepon Telkomflexi tersebut. Lengkap dengan handphone merk Samsung A250. Menurutnya, untuk mendapatkan telepon dan nomornya tersebut memang lebih mahal dibandingkan telepon kabel biasa. Namun karena kebutuhan, Suartini rela menyediakan lebih banyak. Selain itu, dengan teleponnya sekarang, ibu lulusan SD tersebut mengaku lebih praktis karena bisa dibawa ke tempat kerja. Juga bisa dipakai di rumah.

Continue reading “Flexi pun Merambah Bali”