Blog

Kaya Rasa Miskin Pengolahan

Pemasarannya yang terbatas menjadi ciri khas kopi produksi Banjar Kiadan, Desa Pelaga Badung, Bali.

Kopi produksi Banjar Kiadan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung memang tidak seterkenal kopi Banyuatis, Singaraja. Padahal dari desa di Badung utara inilah bahan baku kopi Banyuatis juga disuplai. Orang-orang di Bali menyebut kopi produksi Kiadan ini sebagai kopi pelaga.

Ada dua jenis kopi di Banjar Kiadan yaitu robusta dan arabica. Jenis arabica paling banyak diproduksi untuk keperluan konsumen dari luar desa. Menurut I Nyoman Juta, petani kopi di Pelaga, jenis arabica paling diminati karena rasanya tidak terlalu pahit. Sedangkan penduduk setempat sendiri lebih menyukai jenis robusta. “Orang sini menyukai kopi yang lebih pahit,” katanya. Perbandingan produksinya 75% arabica, 25% robusta.

Continue reading “Kaya Rasa Miskin Pengolahan”

Tuna Kuning Made In Bali

Satu dari dua tempat pembudidayaan tuna sirip kuning di dunia dibuka di Bali. Tempat belum siap, calon induk belum didapat.

Selasa pekan lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri meresmikan fasilitas riset pembenihan dan pembudidayaan tuna di Bali. Fasilitas ini merupakan tempat pembenihan dan pembudidayaan kedua di dunia setelah di Panama. Tuna yang dikembangkan jenis tuna sirip kuning (Thunnus albacares). Di pasaran lebih dikenal dengan nama Yellow Fin Tuna.

Tuna sirip kuning sendiri merupakan salah satu jenis tuna yang banyak disukai masyarakat Jepang. Jenis ini memiliki ukuran 60 cm sampai 200 cm dengan berat ketika besar antara 80 kg hingga 180 kg. Secara fisik bentuk tubuhnya mirip gelondong dengan warna biru metalik pada bagian belakang, warna ekor putih keperakan, mata kecil dan bentuk tubuh yang ramping, dan dikenal dengan sirip dada yang panjang. Jenis lain tuna yang sering dikonsumsi adalah tuna sirip biru (Thunnus maccoyii) yang di pasar dikenal dengan nama Blue Fin Tuna dan tuna mata besar (Scombridae Thunnus obesus).

Continue reading “Tuna Kuning Made In Bali”

Sama Nama Beda Bendera

Ali Imron dan Ali Gufron mencabut kuasa hukumnya pada TPM dan dialihkan pada LBH Bulan Bintang. Amrozi tetap didampingi TPM. Ada tujuan politis?

Rabu pekan ini, Tim Pembela Muslim (TPM) seharusnya tidak mendampingi Ali Imron dalam pemeriksaan. Apalagi Alik diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi tersangka lain. Namun TPM yang terdiri dari Achmad Michdan, Made Rahman, Andi Windo, dan Akhmad Kholid itu harus menunggu pemeriksaan kliennya. Ketika istirahat di sela-sela pemeriksaannya sebagai saksi bagi tersangka yang lain, Alik, panggilan akrab Ali Imron ditemui empat anggota TPM. Pertemuan berlangsung sekitar 20 menit pada tengah hari di ruang Reserse Umum Gedung Direktorat Reserse Polda Bali.

Setelah menemui Alik, Made Rahman dan kawan-kawannya menemui Ali Gufron yang pada hari itu juga diperiksa sebagai tersangka. Pertemuan berlangsung di ruang Penyidikan Ekonomi lantai dua gedung yang sama. Dalam pertemuan sekitar 15 menit itu, TPM juga membahas persoalan seperti dikatakan pada Ali Imron. TPM menanyakan kebenaran pencabutan surat kuasa kedua tersangka kasus bom Bali itu pada TPM. Mukhlas sendiri mengaku kaget dengan adanya pemindahan kuasa hukum. Sebab dari awal dia sudah memberikan kuasa hukum pada TPM.

Continue reading “Sama Nama Beda Bendera”

Paket Selundupan di DPRD Bali

Paket di luar hasil keputusan fraksi PDI Perjuangan tiba-tiba nongol di bursa cagub Bali. Masih kontroversi.

Tangan kanannya mengepal. Tangan kirinya memegang mik tanpa kabel (wireless). Tiga kali laki-laki bertumbuh tambun itu berteriak, “Merdeka!” sambil mengepalkan tangan kanannya ke udara. Setelah itu disambung dengan teriakan, “Hidup Mega!”. Toh, sebagian massa PDI Perjuangan di depannya malah menjawab sinis, “Huuu.!” Masih dengan posisi duduk, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali itu melanjutkan bicaranya. “Dengan ini saya menyatakan mundur sebagai calon wagub Bali. Saya tetap mendukung kader walaupun sempat berpaket dengan non kader,” kata Usdek Maharipa, laki-laki tersebut.

Kamis pekan ini seharusnya menjadi waktu bagi Usdek Maharipa untuk menyampaikan visi dan misinya sebagai calon wagub Bali periode mendatang. Sebagai calon wagub, Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Bali itu berpasangan dengan Ary Sutha. Namun, di depan anggota DPRD Bali dan massa PDI Perjuangan Bali, wakil rakyat dari Abiansemal, Badung itu malah mengundurkan diri dari pencalonan.

Continue reading “Paket Selundupan di DPRD Bali”

Menikmati Dana Purnabakti

Menjelang akhir masa jabatan, anggota DPRD di Bali juga mulai kasak-kusuk soal dana akhir jabatan alias dana purnabakti. Di DPRD beberapa kabupaten memang tidak ada. Misalnya di Kabupaten Karangasem ataupun Jembrana. Di Jembrana, Bupati I Gede Winasa kepada GATRA mengaku memang tidak menyediakan alokasi dana tersebut. Malah, aku Winasa, dia minta gajinya sebagai bupati diturunkan pada APBD tahun depan. “Kalau bupati saja minta gajinya diturunkan, masa anggota DPRD tidak malu kalau minta uang akhir masa jabatan,” kata Winasa Rabu pekan lalu.

DPRD Bali pun sama saja. Dalam rapat penetapan APBD Selasa (hari ini) mereka sepakat tidak menyediakan dana purnabakti tersebut. “Kalau tidak percaya, silakan tanya ke anggota yang lain,” kata Ketua DPRD Bali IBP Wesnawa kepada GATRA. Namun, menurut sekretaris panitia anggaran DPRD Bali AA Rai Wirjaya anggota DPRD Bali tak menerima karena sudah ada dana masa bakti yang diterima setiap bulan oleh anggota Dewan sejak tahun 2002. Jumlah dana masa bakti itu besarnya Rp 3 juta per bulan pada tahun 2002, Rp 5 juta pada tahun 2003, dan tahun depan Rp 5,5 juta.

Continue reading “Menikmati Dana Purnabakti”

Ilmu Jaringan: Ketika Fisika dan Sosiologi Bertemu

Artikel keren di Kompas soal teori jaringan sosial. Aku ambil mentah-mentah dari website Fisikanet.

Ilmu Jaringan: Ketika Fisika dan Sosiologi Bertemu

Roby Muhamad (Columbia University)

HAL yang menarik dari ilmu jaringan adalah ia mempelajari hal-hal yang terjadi di seputar kita. Bagaimana krisis moneter 1997 dapat menyebar hampir ke seluruh Asia? Bagaimana gerakan mahasiswa 1998 berhasil menumbangkan pemerintahan, tetapi gagal di waktu lain? Bagaimana perselisihan antardua orang dapat bereskalasi menjadi sebuah konflik regional? Bagaimana penyakit menular menyebar menjadi epidemik? Bagaimana ide atau tren budaya menyebar?

MESKIPUN pertanyaan- pertanyaan di atas tampak berbeda-beda, sebenarnya itu semua adalah variasi dari satu pertanyaan: bagaimana perilaku individu berkumpul (aggregate) menjadi perilaku kolektif? Masalah ini kita sebut sebagai masalah agregasi yang merupakan salah satu masalah paling besar dan mendasar dalam seluruh ilmu. Sebagai contoh, otak manusia bisa dikatakan hanya sebagai kumpulan miliaran sel saraf yang saling terhubungkan membentuk jaringan elektrokimia. Tapi bagi kita yang memilikinya tentu otak lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran, ingatan, kepribadian yang tidak bisa dijelaskan jika kita menganggap otak hanya sebagai kumpulan sel saraf.

Continue reading “Ilmu Jaringan: Ketika Fisika dan Sosiologi Bertemu”

Menapak Tilas Jejak Borobudur

Kapal berdasar relief di Candi Borobudur direncanakan berlayar ke Cape Town, Afrika Barat. Tanpa mesin, hanya menggunakan tiga layar.

Tarian Kanaka Sura menandai pelepasan kapal yang untuk sementara dinamai Kapal Borobudur tersebut. Enam orang, diapit empat anggota TNI AL, berdiri di kapal menghadap ke arah undangan, diantaranya Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) I Gede Ardika. Seusai tarian yang ditarikan enam perempuan itu, I Gede Ardika memberikan sambutan. “Mewujdukan ekspedisi kapal Borobudur adalah suatu kebanggan bagi bangsa Indonesia,” katanya di depan seratusan undangan.

Upacara di Jana Segara Sanggraha, Pelabuhan Benoa Bali, Selasa pekan lalu itu hanya meresmikan kapal Borobudur. Pelepasannya sendiri akan dilakukan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri 15 Agustus nanti dalam rangkaian Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Menurut Ardika, nama kapal itu akan diberikan oleh Megawati dalam pelepasannya nanti. “Kami sudah memberikan beberapa nama kepada ibu (presiden),” katanya. Borobudur hanya nama sementara.

Setelah diresmikan di Benoa, Bali, kapal akan berangkat pekan ini. Waktunya belum pasti. Namun menurut Muhammad Abduh, salah seorang awak, kapal akan diberangkatkan dari Bali kira-kira 25 Juli ini. [Minggu kemarin saya cek ke Benoa, kapal itu memang belum berangkat. Namun posisinya sudah berubah. Ketika diresmikan, kapal itu merapat di terminal kedatangan Pelabuahn Benoa, yang jadi tempat peresmian. Kemarin kapal itu berada di tengah. Jarak dari daratan sekitar 200 meter. Tidak ada aktivitas yang mencolok pada kapal itu. Mirip mobil parkirlah. :anton:]. Dari Benoa, kapal akan menuju Tanjung Perak (Surabaya), Tanjung Emas (Semarang), mampir sebentar di Kepulauan Karimun Jawa (Jawa Tengah), lalu ke Tanjung Priok (Jakarta). Di pelabuhan terakhir itulah, kapal akan diberangkatkan oleh presiden.

Continue reading “Menapak Tilas Jejak Borobudur”

Ngurah Rai Sibuk Antisipasi

Bandara Ngurah Rai Tuban, Kuta, Bali mengantisipasi penyebaran SARS.

Satu per satu penumpang Singapura Airlines SQ 142 disalami Kepala Cabang PT Persero Angkasa Pura I IGM Dhordy, Kepala Cabang Imigrasi Bandara Ngurah Rai I Gede Widhiarta, dan Kepala Seksi Karantina Kesehatan Bandara Ngurah Rai I Wayan Subagia. Jumat siang itu ketiganya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Bandara Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Bali untuk mengantisipasi penyebaran sindrom pernafasan sangat akut (SARS). Selesai disalami ketiga petinggi bandara tersebut, para penumpang pesawat Singapura – Denpasar itu diberi kartu kewaspadaan dini berwarna kuning muda. Dua petugas dari Seksi Karantina Kesehatan Bandara Ngurah Rai memberikannya kepada dua penumpang first class, sembilan penumpang bisnis, dan 219 penumpang kelas ekonomi pesawat yang mendarat pukul 12.11 wita tersebut.

Sidak siang itu dilakukan sebagai salah satu bentuk antisipasi penyebaran SARS di Bali. Penyebaran kartu kewaspadaan hanya salah satu bentuk. Kartu itu berisi peringatan agar penumpang yang mengalami gejala-gejala SARS harus melapor ke dokter bandara. Kartu ini diberikan ketika penumpang baru turun dari pesawat. Berdasarkan catatan Seksi Karantina Kesehatan Bandara Ngurah Rai, sejak 20 Maret hingga Kamis pekan ini sudah 14.234 kartu kewaspadaan dini yang disebar.

Continue reading “Ngurah Rai Sibuk Antisipasi”

Sudah Mahal Arogan Pula

Mahalnya tarif pembuatan kartu identitas penduduk pendatang di Denpasar menuai protes. Petugas pun arogan.

Sekitar 500 massa berunjuk rasa di depan Kantor Walikota Denpasar Senin lalu. Kelompok yang bernama Komite Perjuangan Rakyat Kecil (KPRK) itu menuntut agar biaya pembuatan Kartu Identitas Penduduk Pendatang (KIPP) di Denpasar diturunkan. Sebab, biaya pembuatan kartu identitas untuk warga yang tinggal di Denpasar namun tidak berasal dari Denpasar itu terlalu tinggi. Mereka harus membayar Rp 200 ribu tiap membuat KIPP yang berlaku selama tiga bulan. Setelah itu, mereka harus membuat lagi dengan biaya yang sama. “Kami sangat berkeberatan dengan itu,” kata Yusuf Umar, Koordinator KPRK.

Massa yang terdiri dari mahasiswa, buruh, pedagang kaki lima, tani, tukang sablon, dan rakyat kelas bawah lainnya itu mengawali aksi dari Kampus Universitas Udayana (Unud) Denpasar. Dari kampus Unud mereka menuju kantor Walikota yang berjarak sekitar 2 km.

Continue reading “Sudah Mahal Arogan Pula”

Kuta, Malaysia, Al-Qaeda

Al-Qaeda memberikan dana dalam peledakan bom di Kuta. Aliran dana dibuat tidak jelas.

Benarkah peledakan bom di Kuta 12 Oktober lalu hanya didanai oleh hasil perampokan emas di Banten oleh Kelompok Serang? Jawabnya, tidak! Sebab tidak mungkin peledakan sebesar itu hanya menggunakan uang hasil perampokan. Dan, Wan Min Wan Mat memberikan jawaban siapa yang mendanai peledakan yang memakan korban 202 orang itu.

Aliran dana itu tergambar melalui pengakuan Wan Min Wan Mat, salah satu tersangka kasus bom Bali yang berasal dari Malaysia. Dalam pemeriksaan yang berlangsung awal Januari lalu itu Wan Min mengaku memberikan dana kepada Ali Ghufron alias Muklas alias Sofwan. Uang tersebut diberikan secara bertahap. Pertama sebesar US$ 15.500 pada April 2002. Kedua sebesar US$ 10.000 dan 200.000 baht Thailland pada Mei 2002. Terakhir pada September 2002 sebesar US$ 5000.

Continue reading “Kuta, Malaysia, Al-Qaeda”