Blog

Seandainya Saja Pacar Koming Pakai Kondom

Sejak awal saya tahu kalau Koming, tetangga saya di Denpasar, memang tidak terlalu “normal”. Saya tidak tahu persis bagian mana dari perilakunya yang menunjukkan “ketidaknormalan” itu. Saya hanya bisa merasakan, tidak bisa menjelaskan. 

Meski begitu, saya tetap kaget ketika melihat perilaku Koming, cewek berumur 20 tahun, itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya kosong. Ketika saya sapa, dia diam saja. Raut wajahnya sama sekali bukan Koming yang saya kenal sebelumnya. Muram. Bahkan ketika ketemu dengan anak saya, yang biasa membuatnya tertawa lalu menyorongkan tangan untuk menggendong, dia tak bereaksi apa pun.

Continue reading “Seandainya Saja Pacar Koming Pakai Kondom”

Bali Serasa Darurat Militer

Konferensi PBB tentang perubahan iklim (UNFCCC) resmi dibuka hari ini di Nusa Dua. Ini narasi besar tentang pemanasan global. Dan, yang terjadi di lapangan hanyalah ketidaknyamanan.

Aku mulai merasakannya minggu-minggu ini. Paling terasa sih di Sanur pas habis mandi di pantai sama anak istri kemarin. Agak aneh juga melihat polisi bersenjata lengkap berdiri siaga menghadap ke jalan di perempatan Jl Hang Tuah – Jl By Pass Ngurah Rai. Bukannya ini tempar bersantai. Tapi kok polisi bermuka serem itu berdiri dengan tegaknya di sana? Bagiku sih tidak menimbulkan rasa nyaman, malah sebaliknya: perasaan seperti terancam.

Continue reading “Bali Serasa Darurat Militer”

Terus Berjuanglah, Semua Teman

Hari AIDS Sedunia tiba kembali. Hmm, lalu apa ya yang menarik dari momen tahun ini. Temen-temenku yang positif HIV, atau malah sudah pada fase AIDS, atau bahkan yang sudah kena infeksi oportunistik belum banyak berubah. Mereka masih saja bertarung dengan masa depan yang suram. Belum banyak harapan.

Rey, teman paling dekat, baru minggu lalu bertemu. Tubuhnya makin kurus. Dia harus lebih banyak istirahat karena ketahanan tubuhnya makin rendah. Rambutnya mulai rontok. Aku lihat tubuhnya juga makin lemah dengan cahaya mata makin redup meski aku tahu dia berusaha terus menunjukkan semangat.

Continue reading “Terus Berjuanglah, Semua Teman”

Ketika Tulisan Dilawan Tuntutan

Terjadi lagi. Wartawan diadili gara-gara tulisannya. Kali ini Bersihar Lubis, yang menulis esai di Koran Tempo, diadili di PN Depok gara-gara mengkritik pembakaran buku sejarah oleh Kejaksaan Negeri Depok. Aduh, ini bener-bener parah. Sudah walikotanya suka bakar buku, kini kejaksaannya nuntut wartawan.

Walikota dan Kejaksaan itu seharusnya berpikir. Buku ya dilawan buku. Tulisan ya dilawan tulisan. Bukan mentang-mentang punya kuasa lalu main tuntut seenaknya!

Ini tulisan Bang Bersihar Lubis di Koran Tempo 1 Maret 2007 itu. Semua aku peroleh dari milis Pantau-Komunitas yang dikirim Bonnie Triyana. Ini sebagai bentuk solidaritas untuk Bang Bersihar, meski tidak pernah kenal. Continue reading “Ketika Tulisan Dilawan Tuntutan”

Film Maksa Jakarta Undercover

Lama tidak nonton. Mungkin tiga bulan lalu terakhir sewa VCD di Zeenemax yang sekarang sudah tidak ada di Jl Gatsu Timur yang dekat rumahku. Apalagi nonton di Wisata 21. Ah, dua tahun lebih mungkin tidak main ke Wisata Jl Thamrin.

Minggu-minggu ini aku berniat sewa VCD. Tapi lupa terus.. Maka ketika hari ini istriku sewa tiga VCD, aku senang bukan kepalang. Malam ini kami nonton Jakarta Undercover. Dan, totally, film ini mengecewakan..

Film ini nipu. Di tagline film ditulis kalau film ini based on #1 best seller by Moammar Emka dengan judul yang sama. Nyatanya materi film ini sama sekali tidak nyambung dengan isi buku cah Tuban lulusan pondok pesantren yang lebih suka dugem daripada ngaji tersebut.

Continue reading “Film Maksa Jakarta Undercover”

Ada Uang, Anda Masuk Koran

Oke. Oke. Akhirnya toh aku harus menulis juga soal “dosa-dosa” Bali Post di mataku. Ingat, ini di mataku. Belum tentu di mata orang lain. Pikiran soal ini sudah lama banget. Tapi aku tahan-tahan terus. Ya jelas saja karena tidak enak hati dan tidak berani. Lha wong Bali Post gitu loh..

Tapi lama-lama aku takut jadi bisul di otak lalu meledak -hahaha- kalau disimpen terus. Makanya yowislah. Ditulis saja. Kata orang bijak, kebenaran tetap harus disampaikan meski menyakitkan. -Hatjing!-Jadi ya aku tulis saja.

Continue reading “Ada Uang, Anda Masuk Koran”

Rebutan Wacana di Rumah Tangga

Sebenarnya hari ini aku berniat posting tentang Bali Post. –Aduh, kok aku sentimen banget sih sama mereka?-. Tapi karena ada diskusi “gawat” di rumah pagi ini, maka aku pikir hasil diskusi atau diskusinya itu sendiri lebih menarik untuk ditulis. Kali ini soal rebutan wacana di rumah tangga.

Pagi ini, ketika aku menikmati sarapan dengan menu ayam suwir, tempe goreng, dan oseng-oseng kangkung, Lode, istriku, tiba-tiba nyeletuk, “Kenapa sih tidak banyak orang yang mau membicarakan isu dapur. Padahal kan ini isu yang penting juga. Sekali-kali kek tanya tentang bagaimana prosesnya, apa susahnya masak, bla-bla-bla.”

Intinya ada dua hal yang diprotes istriku.

Continue reading “Rebutan Wacana di Rumah Tangga”

Selamat Datang Dua Stasiun TV Baru

Aha, akhirnya siaran juga. Malam ini aku lihat Jimbarwana TV sudah siaran di UHF 51. Di pojok kanannya masih ada tulisan Siaran Percobaan. Tapi meski masih percobaan, siarannya oke juga. Pas aku nonton pukul 19.30an tadi acaranya Indonesian Hits. Ada Slank, Repvblik, dan Kangen (ehm!).

Kelar lagu mellow dari Kangen Band ganti acara Ilen-Ilen. Tidak terlalu jelas soal apa acara ini. Pas aku nonton sih ada Lolak dan Bogler (?) lagi nglawak di pentas. Mirip acara Agustusan. Lawakannya asik. Setidaknya bisa mengimbangi Extravaganza di Tran TV. Cuma ya namanya TV punya Pemkab Jembrana, jadi ya isinya sebagian nyanjung-nyanjung bupati Jembrana Gede Winasa. Jimbarwana TV memang punya Pemkab Jembrana yang sekarang dipimpin bupati Gede Winasa.

Continue reading “Selamat Datang Dua Stasiun TV Baru”