Aha, akhirnya siaran juga. Malam ini aku lihat Jimbarwana TV sudah siaran di UHF 51. Di pojok kanannya masih ada tulisan Siaran Percobaan. Tapi meski masih percobaan, siarannya oke juga. Pas aku nonton pukul 19.30an tadi acaranya Indonesian Hits. Ada Slank, Repvblik, dan Kangen (ehm!).
Kelar lagu mellow dari Kangen Band ganti acara Ilen-Ilen. Tidak terlalu jelas soal apa acara ini. Pas aku nonton sih ada Lolak dan Bogler (?) lagi nglawak di pentas. Mirip acara Agustusan. Lawakannya asik. Setidaknya bisa mengimbangi Extravaganza di Tran TV. Cuma ya namanya TV punya Pemkab Jembrana, jadi ya isinya sebagian nyanjung-nyanjung bupati Jembrana Gede Winasa. Jimbarwana TV memang punya Pemkab Jembrana yang sekarang dipimpin bupati Gede Winasa.
Di saluran lain, 49 UHF, Dewata TV pun sudah nongol. Meski masih berupa garis vertikal warna-warni (apa sih namanya itu?) tapi setidaknya Dewata TV sudah memperlihatkan bahwa dia memang akan segera siaran.
Ketika aku wawancara dengan Direktur Utama Dewata TV I Nyoman Artha Februari lalu, dia bilang Dewata TV yang berkantor di Jl Hayam Wuruk Tanjung Bungkak Denpasar itu akan mengudara pada Juni 2007 bersamaan dengan Pesta Kesenian Bali. Namun sampai saat ini Dewata TV toh belum mengudara juga. Meski tidak tegas bilang, Artha memang menyiratkan kalau Bali TV salah satu pihak yang menghambat lahirnya TV-TV baru di Bali. Padahal selain Dewata TV juga akan ada Alam TV dan Bali Music Channel.
-Soal politik Kelompok Bali Post (KMB) menjegal kehadiran TV-TV baru ini ntar aja deh aku posting tersendiri. Kebetulan aku pernah bikin riset bantuin Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP) soal monopoli informasi di Bali oleh KMB-.
Malam ini aku pantas bersuka cita atas adanya dua stasiun TV baru di Bali. Setidaknya itu memberi pilihan baru bagi penonton TV di Bali. Sebab Bali TV selama ini sudah terlalu hegemonik di Bali.
Maka, selamat datang Jimbarwana TV dan Dewata TV. Semoga bisa memberi suara lain dari Bali.
Leave a Reply