Bali Serasa Darurat Militer

20 No tags Permalink 0
Konferensi PBB tentang perubahan iklim (UNFCCC) resmi dibuka hari ini di Nusa Dua. Ini narasi besar tentang pemanasan global. Dan, yang terjadi di lapangan hanyalah ketidaknyamanan.

Aku mulai merasakannya minggu-minggu ini. Paling terasa sih di Sanur pas habis mandi di pantai sama anak istri kemarin. Agak aneh juga melihat polisi bersenjata lengkap berdiri siaga menghadap ke jalan di perempatan Jl Hang Tuah – Jl By Pass Ngurah Rai. Bukannya ini tempar bersantai. Tapi kok polisi bermuka serem itu berdiri dengan tegaknya di sana? Bagiku sih tidak menimbulkan rasa nyaman, malah sebaliknya: perasaan seperti terancam.

Lalu siangnya aku ke Ungasan. Tidak jauh berbeda.  Polisi berkaca mata hitam, bersenjata lengkap (entah AK 47, entah M16), berdiri tegak di pinggir jalan itu juga ku lihat di bunderan Simpang Siur dan pertigaan Bandara Ngurah Rai. Dan, honestly, itu membuatku bertanya-tanya.

Kok ada polisi bersenjata lengkap di sini? Apakah akan ada orang menyerang atau membuat kerusuhan? Ataukah Bali memang begitu gawat? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul begitu saja. Jadi polisi yang seharusnya untuk memberi kenyamanan itu untukku malah sebaliknya. Beberapa teman yang ku tanya menjawab hal yang tidak jauh berbeda. Mereka tidak nyaman dengan pengamanan berlebihan.

Dan sore tadi aku ke Mumbul, Nusa Dua. Di pinggir jalan sekitar Taman Mumbul, segelondong kawat berduri diletakkan. Ini seperti persiapan untuk menghalau massa dalam jumlah besar. Aduh, harus sebegitu gawatkah sikap yang harus diperlihatkan? Tidakkah cukup dengan pengamanan “tersembunyi” tanpa harus secara terbuka menunjukkan demikian?

20 Comments
  • pushandaka
    December 3, 2007

    Iya tuh..
    Dengan cara seperti itu malah membuka celah buat “orang2 usil” untuk menerobos sistem keamanannya.
    Sabar bli.., cuma beberapa hari ini. Lagian itu untuk kepentingan orang banyak (bumi) juga..

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    December 4, 2007

    @ pus: “orang2 usil” jg pasti ga bakal trbuka kan utk menerobos sistem keamanan, apalagi teroris. soalnya pengamanan terbuka gitu. lha kalau “silent security” mungkin “orang2 usil” dan teroris mgkn tidak sadar kalau diawasi. ya, begitulah kira2.

    ReplyReply

    [Reply]

  • kojaque
    December 4, 2007

    selalu ada pengorbanan demi kepentingan bersama 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    December 4, 2007

    @ kojaq: injih, pak. betul. :))

    ReplyReply

    [Reply]

  • wira
    December 4, 2007

    mungkin seperti pepatah kedokteran, “mencegah lebih baik daripada mengobati”

    ReplyReply

    [Reply]

  • I Made Suryawan
    December 4, 2007

    Bes gawat! Setuju! 🙂 Btw, blogwalking negh! Main2 ke blog-ku yah!!!

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    December 4, 2007

    @ wira: saja, pak dosen. beneh to. :))

    @ suryawan: sudah main, bli. thx udh mampir.

    ReplyReply

    [Reply]

  • kangguru
    December 4, 2007

    iya ya harus lihat penjaga itu kita merasa aman kok malah degdegan ….. namapaknya sama ketika bogor kedatang joshbussh serasa mau perang aja suasananya

    ReplyReply

    [Reply]

  • balibuddy
    December 4, 2007

    Mudah-mudahan ga terjadi apa-apa, Btw februari 2008 ada lagi (gossip…) UN juga tapi skalanya lebih kecil.

    ReplyReply

    [Reply]

  • baladika
    December 4, 2007

    hihihi…. bener-bener mengerikan,,, jadi kayak di afghanistan ya 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • goyangan
    December 4, 2007

    polisi melindungi dan mengayomi rakyat…

    ReplyReply

    [Reply]

  • brokencode
    December 5, 2007

    gimana ya mau masuk ke nusa dua ? harus bawa id id an segala. gak bisa ke tempat selingkuhan ku nih buat warming2an 😛 . bener2 global warming.

    ReplyReply

    [Reply]

  • Ivan Faderlan
    December 5, 2007

    Kalo inget2 jadi lucu juga. Liat para polisi2 berdiri di pinggir jalan pake kacamata hitam bawa senjata berpose bak model yang lagi mo foto. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • imcw
    December 5, 2007

    Saya sempat bicara dengan seorang delegasi dari Swiss saat berobat di praktek, pada prinsipnya mereka tidak merasa terganggu dengan ketatnya keamanan ini, cuma memang mereka tidak bisa bersantai, maka dari itu mereka memperpanjang waktu tinggal di bali agar bisa liburan.

    ReplyReply

    [Reply]

  • baliazura
    December 5, 2007

    lahan bagus untuk buka catering nasi bungkus buat para penjaga :mrgreen:

    ya..mudah-mudahan mereka tidak hanya pandai berdiskusi tapi juga pandai mewujudkan apa yang di diskusiin.

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    December 5, 2007

    @ kangguru: juga kasian ngeliat mereka berdiri mematung. :))

    @ balibuddy: wah, alamat laris manis lagi dong, bli.

    @ baladika: mirip2 dikit. tp di sini tidak ada yg pake jenggot kambing dan cadar kayak di sana.

    @ goyangan: jg mungut pungli di jalanan.

    @ brokencode: hahaha. global warming bikin panas yg lain neh.

    @ ivan: ya itu tadi, campur kasian. :((

    @ imcw: alamat makin banyak turis yg berobat jg ke pak dokter.

    @ baliazura: boleh jg tuh. skalian nawarin pijat. wah, pasti laris manis.

    ReplyReply

    [Reply]

  • didut
    December 6, 2007

    namanya juga internasional konpren 😛 …tp BTW US gak ikutan to?

    ReplyReply

    [Reply]

  • heru
    December 14, 2007

    rasanya jauh lebih gawat waktu bush datang. tuh, tentara nge camp nya depan rumahku. seperti biasa, kalo ada evet rada aneh gini, mereka bangun tenda di lapangan depan rumah. dan gak seramai pengamanan bush. better lah, jadi gak terlalu berisik.

    ReplyReply

    [Reply]

  • antonemus
    December 15, 2007

    @ didut: US ikut ngacau saja. :)) pengennya mereka malah UNFCCC gagal biar gak ada kebijakan baru utk pengurangan emisi. makanya dibuat molor terus. dasar amrik!

    @ heru: wah, kalau rumahmu di nusa dua mungkin akan terasa gawatnya. :))

    ReplyReply

    [Reply]

  • bhrejimbaran
    July 21, 2008

    Jangan di dramatisasi, biasa biasa saja.
    Masing masing dengan tugas dan porsi nya sendiri sendiri, semua juga sudah sadar akan kewajibannya saling menjaga Bali.
    Kita bangun dan benahi Bali kita ini , kita percantik segala sesuatunya , agar mereka siapa saja yang berlibur jadi betah , berkesan dan bisa jadi bahan cerita. Hidup Bali. Hidup nak Bali.

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *