Blog

Susahnya Cari Alamat di Denpasar

Maka, aku pun tak bias lagi menahan dongkol hati gara-gara masalah ini. Soalnya memang menyebalkan banget. Dan berkali-kali terjadi. Begitu pula hari ini.

Sebelum ke kantor pagi ini, aku dipesenin Bunda agar mampir ke tempat Arie untuk nagih utang. Ini memang profesiku yang lain, debt collector. Hehe. Namanya nagih utang, maka aku harus ho’oh saja menuruti kemauan Arie yang ngajak ketemu di rumah. Tanpa kemaluan, aku pun yamperin pasangan Yanuar ini ke rumahnya.

Continue reading “Susahnya Cari Alamat di Denpasar”

Bani, Malaikat Kecil Kami

Setengah hari tadi kami keliling ke beberapa tempat. Ke pasar Badung untuk sarapan soto, cari bakso, dan beli es campur. Dari pasar kami ke rumah dadong pekak (nenek kakek) di Jl Banteng untuk sekadar ngobrol sama pekaknya Bani. Sebelum balik ke rumah, kami cukur rambut bareng. Lalu, ketika sampai di rumah, kami mandi bareng di bath up. Kali ini tanpa Bunda. Cukup aku dan Bani. 🙂

Menikmati hari bersama Bani selalu menyenangkan. Kadang-kadang aku dan Bunda seperti tidak percaya melihat Bani Nawalapatra, anak kami, sudah gede. Bani sudah 1 tahun 4 bulan. Padahal, hmm, rasanya baru kemarin dia lahir.

Continue reading “Bani, Malaikat Kecil Kami”

Enaknya ML di Hari Valentine

Karena inilah aku menikmati benar pekerjaanku saat ini. Senin sampai Rabu aku duduk manis di depan komputer kantor. Kerjaku mengedit tulisan orang yang dikirim buat majalah tempatku kerja part time. Sambil ngedit, aku bisa online dari sekitar pukul 8.30 hingga pukul 5 sore. Makanya aku jadi rajin ngeblog atau gaul di milis. Hehe.

Kadang-kadang, jika ada pekerjaan lain di hari Senin, Selasa, atau Rabu di luar urusan kantor ini, aku tinggal menukarnya dengan hari lain. Batasnya hanya aku harus masuk tiga hari dalam seminggu.

Lalu, sisa hari lain dalam seminggu itu aku bisa gunakan untuk kerjaan lain-lain. Asiknya pekerjaan lain itu, menulis lepas, bisa dilakukan sambil jalan-jalan dan makan-makan. Sudah jalan-jalan dan makan-makan, dibayar pula. Hehe..

Continue reading “Enaknya ML di Hari Valentine”

Kronologis Pengadilan Bersihar Lubis

Karena ada beberapa teman yang menanyakan kronologi kasus Bersihar Lubis, maka aku posting kronologi kasus tersebut di blog ini. Semuanya aku ambil dari milis Pantau Komunitas.

Kronologis Pengadilan Bersihar Lubis

Oleh Bersihar Lubis
Menulis itu, Kapok Sambal (Untuk Rekan Bonnie Triyana dan kawan-kawan)

Belum seratus hari saya bekerja di Majalah B-Watch pada awal Maret 2007 itu. Majalah Berita Dwimingguan MEDIUM, tempat saya bekerja sebelumnya, tak lagi terbit sejak awal 2006. Majalah ini sudah “megap-megap” sejak 2005. Biasalah. Soal modal, dan sebagainya, “bahaya laten” yang selalu mengintai penerbitan pers. Apa yang bisa saya kerjakan hanya menulis, dan menulis.

Saya sudah menjadi wartawan sejak 1970, menjadi reporter koran Medan, Mercu-Suar dan Mingguan Taruna Baru.  Jadinya, saya “dungu” – dan ini bukan dosa — untuk bekerja di bidang lain. Misalnya membuka kedai kopi, atau menjadi pedagang ikan di kampungku, Sibolga yang pantai pasir putih dan rimbunan pohon kelapanya molek di pantai barat Sumatera Utara. Saya juga “dungu” soal nuklir. Yang Maha Tahu segalanya, hanya DIA.

Continue reading “Kronologis Pengadilan Bersihar Lubis”

Mari Bersikap. Sebab Blogger pun Terancam..

Semeton Belogger yth,

Rabu pekan depan (20/2/08) Pengadilan Negeri Depok akan mengeluarkan vonis untuk Bersihar Lubis, penulis opini yang mengkritik pembakaran buku oleh Kejaksaan Negeri Depok. Jaksa menuntut Bersihar dengan hukuman penjara delapan bulan karena dianggap melanggar pasal 207 (penghinaan terhadap penguasa) dan 310 (penghinaan terhadap orang lain) KUHP.

Tuntutan Jaksa tersebut bertolakbelakang dari semangat umum masyarakat yang menginginkan kebebasan menyatakan pendapat tidak dibatasi. Tuntutan tersebut merupakan bentuk baru pengerdilan masyarakat dalam menyatakan pendapat yang telah dijamin dalam Undang-undang Dasar 1945.

Continue reading “Mari Bersikap. Sebab Blogger pun Terancam..”

Oh, Kirain Sakti Itu Batangan

Pesta sudah usai. Launching Bali Blogger Community (BBC) sudah dilakukan dua hari lalu. Membaca tulisan-tulisan semeton belogger soal launching di blog mereka masing-masing, aku pikir memang semuanya senang dengan acara itu. Lumayanlah. Tidak sia-sia bermandi keringat, darah, dan air mata. Hahaha..

Di balik itu, masih ada cerita menarik untuk bahan pelajaran, setidaknya untukku sendiri.

Continue reading “Oh, Kirain Sakti Itu Batangan”

Tips Filterisasi di Milis

Ikut mailing list (milis) memang menyenangkan. Kita bisa kenal dengan banyak orang sekaligus belajar banyak hal. Namun, karena jumlah anggota milis itu bias sampai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan (ada ga ya? hehe), maka imel yang masuk bisa puluhan atau bahkan ratusan per hari.

Aku sendiri ikut sampai saat ini ikut sepuluh milis. Antara lain untuk internal organisasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI), komunitas pegiat atau pemerhati jurnalisme Pantau Komunitas, bali blogger, dst. Karena banyak ikut milis dengan banyak anggota, maka terima imel juga banyak banget. Untunglah, salah satu anggota Bali Blogger Community (BBC) mau berbagi ilmu filterisasi email.

Dan, inilah dia.

Continue reading “Tips Filterisasi di Milis”

Akhirnya BBC Launching Juga

Ya, akhirnya Bali Blogger Community launching juga petang tadi. Meski ada beberapa hal yang tidak sesuai harapanku, namun secara umum, launching tadi memuaskan. Mungkin malah lebih.

Ada beberapa hal memang yang tidak sesuai harapan. Misalnya master of ceremony alias pembawa acara. Jauh-jauh hari aku sudah minta tolong Bonar, teman penyiar di Hard Rock FM, untuk jadi MC. Teman sejak zaman miskin moral ini awalnya sudah oke. Eh, seminggu menjelang hari H, dia bilang ternyata tidak bisa. Soale dia harus jadi MC di audisi Indonesian Idol. Ya, piye maneh. Jelas saja dia tidak bisa jadi MC di launching. Sempat cari beberapa orang lain, tapi ternyata susah juga.

Continue reading “Akhirnya BBC Launching Juga”

Orang-orang (Sok) Pinter, Ngebloglah..

Usai ngobrol sama Yanuar, Arie, dan Novan, soal persiapan launching Bali Blogger Community (BBC) di Popo Danes, aku makan siang di Warung Tresni Renon. Tentu saja setelah jadi umat yang taat. Jumatan maksudnya. Pas aku baru duduk usai pesan tipat kuah, menu favoritku di warung Bli Putu Indrawan ini, datang Bli Anom, wartawan Radio Global.

Ternyata di warung itu ada juga Bli Redika, humas PLN Bali. Tak lama, datang pula Mas Ema, wartawan Bisnis Indonesia di Bali dan senior di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar. Aku lupa kapan terakhir ketemu teman-teman ini. Sepertinya sudah lama. But, meski lama tidak ketemu, ternyata ada bahan obrolan langsung klik: soal blog.

Continue reading “Orang-orang (Sok) Pinter, Ngebloglah..”