
Ide pertanyaan datang dari Twitter. Di sana pula jawabannya kami temukan.
Pancingan tersebut berasal dari twit salah satu pengguna Twitter di Bali Minggu malam kemarin. “Termehek-mehek mengambil lokasi di Bali.” Begitu kurang lebih kicauannya.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.

Ide pertanyaan datang dari Twitter. Di sana pula jawabannya kami temukan.
Pancingan tersebut berasal dari twit salah satu pengguna Twitter di Bali Minggu malam kemarin. “Termehek-mehek mengambil lokasi di Bali.” Begitu kurang lebih kicauannya.
Hingga pelosok desa, para penggiat LSM di Polewali Mandar (Polman) ini mendampingi petani.
Dan, seperti biasa, kegigihan orang-orang seperti mereka ini selalu membuat takjub. Mereka bekerja jauh dari ingar bingar popularitas baik media massa maupun jejaring sosial. Tapi, mereka punya basis dan perubahan yang jelas.

Majalah TEMPO Edisi 2-8 Mei 2011 memberikan energi baru.
Majalah mingguan terkemuka di Indonesia ini menulis dalam dua halaman tentang semangat warga berbagi cerita melalui jurnalisme warga.

Pelaksanaan proyek pembuangan limbah cair Denpasar jadi hal mengganggu bagi warga kota ini.
Pembangunan yang lebih dikenal dengan nama Denpasar Sewerage Development Project (DSDP) ini yang tak kunjung selesai sering membuat jalan raya ditutup. Maka, warga harus mencari jalur lain. Kadang-kadang juga terjadi kemacetan akibat pembangunan proyek ini.
Dengan semangat 45, Lewardi menunjukkan rumah-rumah yang dibangun atau diperbaiki dengan uang kredit.
Rumah-rumah itu di Desa Batu Pangan Daala, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Lokasinya sekitar satu jam dari Polewali, Kota Kabupaten Polman. Dari Makassar perlu waktu sekitar 7 jam. Jauh.
Semburat jingga di Pantai Polewali memberikan kejutan. Jauh lebih keren dari yang semula aku bayangkan.
Sekitar pukul 5 Wita petang itu menjelang matahari tenggelam. Pantai di ibukota Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat ini rupanya tempat warga setempat menghabiskan sisa hari. Ada yang main voli, sepak bola, duduk bersantai bersama pasangan, atau menikmati pasir pantai.
Ketika kekayaannya menghidupi kota, desa justru merana.
Desa memang hanya mendapat sisa-sisa dari rempah yang diisap kota. Begitulah perjalanan ke Gunung Batur dan sekitarnya pertengahan April lalu mengingatkanku.

Rofiqi Hasan, wartawan di Denpasar, memberikan hadiah ulang tahun pada Bale Bengong. Dia menulis dengan kritis tentang masa depan jurnalisme warga ala Pulau Dewata ini.
Tulisan sepanjang 386 kata dalam 10 paragraf itu berjudul Jurnalisme Warga Mau Ke Mana?. Semuanya mengacu pada Bale Bengong, blog jurnalisme warga tentang Bali. Jadi, mungkin lebih tepat menyebut bahwa kritik Rofiqi hanya pada Bale Bengong, bukan pada jurnalisme warga secara umum, apalagi di Indonesia atau bahkan dunia.
Continue reading “Media Arus Utama, Dukunglah Jurnalisme Warga”

Inilah rekor jumlah twit terbanyak @balebengong hingga saat ini: sekitar 130 ocehan dalam sehari!
Ocehan alias twit sebanyak itu tidak mungkin terjadi kalau hanya kami yang membuatnya. Itu semua terjadi karena keterlibatan warga dunia maya Bali yang hadir pada acara megibung netizen Bali Sabtu lalu di Serambi Arts Antida.
Biasa mengokang senjata, sekarang tentara menjajah, eh, menjelajah dunia maya.
Begitulah suasana ruang Seksi Informasi dan Pengolahan Data (Infolahta) Markas Kodam IX/Udayana di Denpasar Rabu lalu. Sekitar 15 tentara itu belajar membuat dan mengelola blog bersama. Aku bersama Dek Didi, teman di Bali Blogger Community (BBC), memandu mereka untuk mendaftar, menulis, dan mendesain blog.