-
Jangan Tunggu jadi Korban Baru Kemudian Sadar
Pelatihan dasar tentang keamanan digital di dua lokasi pun selesai. Pertama di Denpasar pada Sabtu, 5 Mei lalu. Seminggu kemudian di Makassar. Pesertanya kurang lebih sama, jurnalis dan aktivis di…
-
Kampung Glam, Masa Silam Singapura yang Beragam
Singapura kali ini menawarkan sesuatu yang berbeda. Dari namanya sih sangat Islami, Haji Lane. Namun, tempat ini sekarang menjelma sebagai tujuan wisata Singapura lengkap dengan kenikmatan duniawinya.
-
Pengekangan atas Nama Keamanan Anggota ASEAN
Terasa sekali aura pembatasan selama dua hari lokakarya. Sebagian besar pembicara lebih banyak berbicara tentang bagaimana keamanan siber seolah sah dilakukan dengan cara apa saja, termasuk membatasi hak asasi manusia.
-
Waspada, Kita Mungkin Korban Selanjutnya
Laki-laki paruh baya itu memandang dengan penuh selidik. Aku merasakan semacam kecurigaan dari matanya ketika aku bertanya padanya: “Pak Adnan Abuzarnya ada?” Bukannya menjawab, dia justru bertanya balik, “Bapak dari…
-
Kamu Mau Data Pribadimu Dijual Tanpa Kamu Tahu?
Arus seolah sedang berbalik ke Facebook. Setelah selama ini menikmati kekayaan melimpah ruah dari data yang dibuat penggunanya, raksasa digital itu sekarang digugat di mana-mana.
-
Laporan dari Jagongan Media Rakyat 2018
Sekadar catatan biar tak begitu saja terlupakan. Tentang kegiatan keren tiga hari bernama Jagongan Media Rakyat (JMR) yang mengumpulkan berbagai kekuatan dan pengalaman warga.
-
Kamu Salah! Lampu Merah Kok Berhenti?
Suasana masih sepi di perjalanan ke bandara pekan lalu. Aku berangkat dari rumah pukul 5 pagi menuju Bandara Ngurah Rai. Jam segitu, belum banyak orang bangun. Jalanan masih sepi.
-
Menyebar Kesadaran Perlunya Keamanan Digital
Uh, akhirnya menginjakkan kaki juga di Kalimantan. Di antara pulau-pulau besar di Nusantara, inilah satu-satunya pulau yang belum pernah aku kunjungi di usia hampir 40 tahun ini. Syukurlah, akhirnya keturutan…
-
Seharusnya Tugu Khatulistiwa Bisa Lebih Mempesona
Penuh semangat 45 aku menuju Tugu Khatulistiwa. Namun, setelah hampir satu jam perjalanan penuh perjuangan menembus kemacetan lalu lintas kota, aku hanya menemukan kekecewaan di sana. Jauh dari yang kubayangkan.
-
Gagal Berangkat karena Persetujuan Visa Telat
Ini rasanya benar-benar drama tingkat dewa. Persetujuan untuk mendapatkan visa ke Australia akhirnya keluar begitu tenggat yang aku tentukan sendiri sudah terlewat, sekitar pukul 11.15 WITA.