Ada Udang di Balik Jancuk!

Tulisan ini dibuat ketika aku sedang menunggu proses komputer di tempatku kerja part time. Entah kenapa komputer ini tiba-tiba agak lambat ketika lagi buka imel dan blogging. Jadi, daripada bengong mikir jorok, aku bikin aja tulisan ini. Kali ini soal..

–eh, sik. Aku teken Alt+Tab dulu untuk lihat apakah prosesnya sudah kelar… Kutu kupret tenyata semua masih pada muter-muter belum selesai proses.-.

Balik lagi. Sampai mana tadi? Oya, kali ini soal bahasa saja. Soalnya masih hangat. Sehangat isu global warming mungkin.

Continue reading “Ada Udang di Balik Jancuk!”

Mati Tua di Jalan Raya

Minggu lalu saya bekerja membantu panitia Joint Convention Bali (JCB) 2007. Lembaga kami Sloka Institute yang bergerak di bidang pengembangan media, jurnalisme, dan informasi membuat media internal untuk konvensi gabungan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) – Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) – Ikatan Ahli Pertambangan Minyak Indonesia (IATMI) tersebut.

Selama empat hari (Senin-Kamis), saya dan dua teman lain pun harus bolak-balik Denpasar – Nusa Dua karena konvensi itu dilaksanakan di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua sedangkan cetak media internal itu harus di percetakan Temprina milik Jawa Pos di Denpasar.

Continue reading “Mati Tua di Jalan Raya”

Laporan Kopdar Bali Blogger Community

Akhirnya bisa juga aku bikin sambitan (bukan sambutan) selaku tukang kompor Kopdar Bali Blogger yang Ketiga Minggu (11/11) lalu. Laporan ini dibuat biar komunitas ini keliatan sok serius. Padahal isinya cuma orang2 belogodog. *hahaha*.

Sebenarnya hampir semua belogger yang hadir udah pada bikin cerita. Jadi laporan ini semacam sok resmi saja. Makanya aku udah siap2 lari kalau disambit. Nggak lah. Laporan ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban moral saja.

Biar tidak penuh basa-basi, to the point saja. Terima kasih untuk semua blogger yang sudah berkenan diprovokasi untuk datang, Mas Hendro dan Pan Belog (ini mirip tokoh Deep Throat dalam investigasi wartawan Washinton Post berjudul All President Men karena tidak mau disebut namanya, hehe) yang udah nyumbang buat kopdar, Kang Ayip dan Ebo yang udah nyumbang stiker dan majalah.

Continue reading “Laporan Kopdar Bali Blogger Community”

Dan, Lahirlah Bali Blogger Community


Tiba-tiba aku merasa agak takut untuk melakukan perjalanan Sabtu sore pekan lalu. Padahal aku hanya hendak ke Ungasan. Tidak jauh. Tidak juga lama. Hanya sekitar 25 km dari Denpasar. Tidak akan lebih dari 30 menit perjalanan ke sana.

Namun aku seperti merasakan kegentaran yang pernah ku alami sebelumnya pada Januari 2006 lalu, ketika aku akan menikah. Hanya berselang hari sebelum hari H pernikahan, aku harus ke Singaraja untuk melihat pementasan teater di sana. Maka, perjalanan sekitar 2 jam dari Denpasar ke Singaraja waktu itu dipenuhi dengan ketakutan: jangan-jangan bla-bla-bla, jangan-jangan bla-bla-bla..

Continue reading “Dan, Lahirlah Bali Blogger Community”

Ironi Konferensi Perubahan Iklim di Bali

Desember nanti, Bali akan dipenuhi 10 ribu hingga 15 ribu orang. Ribuan orang: aktivis LSM, pejabat, penjahat (lingkungan), menteri, sampai presiden dari 180 negara akan tumplek blek di Nusa Dua, bagian selatan Bali. United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) alias Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim itu akan berpusat di Bali International Convention Centre (BICC).

Banyak suka cita, terutama masyarakat Bali. Ini ibarat rezeki nomplok karena konferensi besar itu akan jadi promosi gratis buat pariwisata Bali. Ya, tentu saja. 10 ribu orang tidaklah sedikit. Apalagi isu pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change) sedang laris manis jadi wacana global. Maka, itu tadi, Bali pun akan mendapat imbas pencitraan.

Continue reading “Ironi Konferensi Perubahan Iklim di Bali”

Transkrip Jeruk Minum Jeruk

Prodita Sabarini, wartawan The Jakarta Post, hari ini wawancara aku per telepon. Temanya tentang blogging di Bali. Ini ibarat jeruk (J1) minum jeruk (J2) alias wartawan wawancara wartawan. Jadi ya narasumber pun membuat transkip wawancara tersebut. Kurang lebih, ini transkripnya.

Jeruk 1: Sejak kapan ngeblog?
Jeruk 2: Sekitar Maret atau April 2004

J1: Gimana ceritanya?
J2: Waktu itu kenal blog dari teman di Bandung yang ketemu di internet. Dia yang ngajarin aku untuk bikin blog. *Thx, Sireum..* Setelah itu keterusan sampe sekarang.

Continue reading “Transkrip Jeruk Minum Jeruk”

Berikan Bantuan, Bukan Khotbah

Abis ada diskusi tentang global warming di Renon tadi pagi. Hasilnya ada di Bale Bengong. Overall, ini diskusi menarik. Sayangnya sih temanya trlalu abstrak. Tentang budaya lokal menghadapi global warming. Bahwa Bali punya Tri Hita Karana, local genius, dst untuk mengantisipasi global warming. Cuma, gimana ya? Abstrak banget.

Logika goblokku -dan ini pasti bener2 goblok-, penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca tuh Amrik dan negara2 maju lain. Peran Indonesi sangat kecil, apalagi khususnya Bali. Mungkin lebih menarik kalau ada hal lebih praktikal. Misalnya boikot produk Amrik -hi.hi.hi, ngetik blog saja pake Microsoft- dst.

Ikut diskusi pagi tadi jadi ingat cerita anak kecebur sungai.

Continue reading “Berikan Bantuan, Bukan Khotbah”

Polisi Itu Menghajarnya di Tengah Jalan!

Tanpa ba bi bu, lelaki tegap berseragam itu meninju muka laki-laki yang lain. Dug! Laki-laki yang dipukul itu hanya menunduk. Tatapan matanya jelas tatapan mata orang tak berdaya. Jangankan balik memukul, melihat wajah orang yang meninjunya pun dia tak berani.

Kejadiannya di pagi hari ketika aku berangkat kerja. Ada kecelakaan kecil di perempatan kecil Jl Gatsu I dan Jl Gatot Subroto Tengah. Ketika aku lewat di sana, posisi mereka masih sama-sama jatuh di jalan. Aku tidak tahu persis bagaimana kejadiannya. Pokoknya pas lihat mereka sudah sama-sama jatuh.

Aku lihat kejadian setelah itu. Keduanya sama-sama berdiri membawa motor masing-masing ke pinggir jalan. Tapi itu tadi, laki-laki yang berseragam coklat itu langsung menghantam muka laki-laki lainnya. Bruak! Dia lalu memaki-maki, dan bruak!, memukul lagi. Terus berulang-ulang: mulut memaki, tangan memukul.

Laki-laki lain, yang janggutnya berdarah itu seperti ketakutan.

Continue reading “Polisi Itu Menghajarnya di Tengah Jalan!”

Kopdar Kedua Komunitas Blogger Bali

Sore tadi kopi darat alias kopdar kedua blogger Bali dilakukan. Sama seperti kopdar pertama pada akhir Juli lalu, kopdar kali ini juga masih sepi, hanya lima orang termasuk aku.

Tentu saja sepi dibanding jumlah blogger di Bali yang menurut data terakhir di blogspot saja sudah hampir 1000 orang. Itu yang di Denpasar dan pakai blogspot. Belum lagi di wilayah lain di Bali dan pakai domain lain.

Balik ke soal kopdar hari ini. Kali ini tempatnya di warungku saja Dapur Redaksi di Renon. Ada Pak Dokter Made Cock, Adi Setiawan, Yanuar, dan Ari. Eh, ada dua orang lagi ding: Bani dan Lode. Tapi dua nama terakhir tuh anak dan istriku. :)) Continue reading “Kopdar Kedua Komunitas Blogger Bali”

Akhirnya Buku Lentera Terbit Juga

Kami duduk lesehan di lapangan rumput belakang Danes Art Veranda Jl Hayam Wuruk, sore tadi. Ada sekitar 50 orang. Suasana santai. Aku aja cuma pake celana pendek dan kaos oblong seperti biasa. Pak Alit Kelakan, wakil gubernur Bali yang datang telat satu jam setelah acara berlangsung pun kemudian ikut lesehan di sana. -btw, pejabat yang satu ini memang rada edan. Dia tidak pernah menganggap diri sebagai pejabat. Selalu santai. Tapi omongannya berisi. Aduh, kok jadi jurkamnya dia. :))-

Petang itu kami merayakan terbitnya Buku Lentera, Lembaran tentang Realitas AIDS. Ini buku terbitan Sloka Institute tapi pesanan Komisi Penanggulangan AIDS Bali dan didanai Australia Indonesia Partnership. Aku dan dua teman lain, Ervi dan Mercya, bantu ngedit buku kumpulan artikel tersebut.

Continue reading “Akhirnya Buku Lentera Terbit Juga”