Category: Daily Life
-
Amed yang Selalu Memanggil untuk Kembali
Written by
on
Matahari yang baru terbit membawa merah saga. Cahayanya pelan-pelan tiba di pantai yang pagi itu menyambut dengan debur ombak tak kunjung berhenti. Udara segar. Air jernih. Ombak terasa amat tenang.
-
Melanjutkan Hidup Bebas sebagai Pekerja Lepas
Written by
on
“Jadi, apa resolusi tahun ini?” tanya Bunda. Pertanyaan itu mengantarkan kami ketika meninggalkan Amed, tempat kami melewatkan pergantian tahun kali ini. Aku diam. Tidak langsung menjawabnya.
-
Tak Ada Kabar Setelah Rempong saat Liburan
Written by
on
Hampir dua minggu berlalu, tak ada juga kabar berita. Mahasiswa itu tidak memberikan informasi sama sekali bagaimana hasil akhir lomba yang aku nilai. Bahkan sekadar ucapan terima kasih pun tidak.…
-
Seminggu jadi Dosen Tamu di IKM Unud
Written by
on
Pada hari pertama, penampilan rapi jali. Eh, tidak rapi-rapi amat sih. Hanya mengubah kaos oblong dengan kemeja flanel. Namun, dalam ukuranku, ini sudah masuk kategori resmi.
-
Terima kasih untuk Terus Membagi Semangat, Chester….
Written by
on
View this post on Instagram A post shared by Anton Muhajir (@antonemus) Berita duka itu menyentak di pagi yang masih amat sunyi. Mataku belum sepenuhnya melek. Masih rebahan di kasur…
-
Tak Bisa ke California, Kuta pun Jadi
Written by
on
Marlyn Monroe menyambut kami dengan antusias. Aktris dan model populer di Amerika pada 1950an itu berseru dengan mulut lebar dan tangan menunjuk kami. Simbol seks Amerika pada masanya itu seolah…
-
Mendadak Gagap saat Wawancara Seleksi Beasiswa
Written by
on
Perubahan posisi bisa membalik emosi. Kali ini aku mengalaminya saat wawancara untuk seleksi penerima beasiswa Chevening dari Pemerintah Inggris. Wawancaranya di Kedutaan Inggris di Jakarta, 19 April kemarin.
-
Enakan Kerja Pagi daripada Lembur
Written by
on
Sudah sekitar sebulan ini pola tidurku berubah. Sebelumnya, kami selalu tidur lebih awal. Tubuhku bahkan sudah nempel kasur pukul 8 malam. Tak lama kemudian mendengkur mendahului yang lain.
-
Cari Kami Belajar Hidup Lebih Bertanggungjawab
Written by
on
Hidup ramah lingkungan sebenarnya tidak susah. Gaya hidup ramah lingkungan biasa disebut juga hidup bertanggung jawab atau berkelanjutan. Apapun namanya, tujuannya sama: bagaiman membuat perilaku kita sehari-hari agar lebih ramah lingkungan.
-
Karena Membeli Buku Lebih Mudah daripada Membacanya
Written by
on
Hingga 20 tahun lalu, buku bukanlah barang murah bagiku. Aku hanya membacanya di perpustakaan umum, entah milik sekolah, kampus, ataupun pemerintah. Harga buku terlalu mahal bagiku.