
Matahari yang baru terbit membawa merah saga.
Cahayanya pelan-pelan tiba di pantai yang pagi itu menyambut dengan debur ombak tak kunjung berhenti. Udara segar. Air jernih. Ombak terasa amat tenang.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.

Matahari yang baru terbit membawa merah saga.
Cahayanya pelan-pelan tiba di pantai yang pagi itu menyambut dengan debur ombak tak kunjung berhenti. Udara segar. Air jernih. Ombak terasa amat tenang.

“Jadi, apa resolusi tahun ini?” tanya Bunda.
Pertanyaan itu mengantarkan kami ketika meninggalkan Amed, tempat kami melewatkan pergantian tahun kali ini. Aku diam. Tidak langsung menjawabnya.
Continue reading “Melanjutkan Hidup Bebas sebagai Pekerja Lepas”

Hampir dua minggu berlalu, tak ada juga kabar berita.
Mahasiswa itu tidak memberikan informasi sama sekali bagaimana hasil akhir lomba yang aku nilai. Bahkan sekadar ucapan terima kasih pun tidak. Sedih..
Continue reading “Tak Ada Kabar Setelah Rempong saat Liburan”

Pada hari pertama, penampilan rapi jali.
Eh, tidak rapi-rapi amat sih. Hanya mengubah kaos oblong dengan kemeja flanel. Namun, dalam ukuranku, ini sudah masuk kategori resmi.
Berita duka itu menyentak di pagi yang masih amat sunyi.
Mataku belum sepenuhnya melek. Masih rebahan di kasur sambil menggeser-geser akun media sosial berbagi foto, Instagram.
Continue reading “Terima kasih untuk Terus Membagi Semangat, Chester….”

Marlyn Monroe menyambut kami dengan antusias.
Aktris dan model populer di Amerika pada 1950an itu berseru dengan mulut lebar dan tangan menunjuk kami. Simbol seks Amerika pada masanya itu seolah berkata, “Selamat datang di hotel kami…”

Perubahan posisi bisa membalik emosi.
Kali ini aku mengalaminya saat wawancara untuk seleksi penerima beasiswa Chevening dari Pemerintah Inggris. Wawancaranya di Kedutaan Inggris di Jakarta, 19 April kemarin.
Continue reading “Mendadak Gagap saat Wawancara Seleksi Beasiswa”
Sudah sekitar sebulan ini pola tidurku berubah.
Sebelumnya, kami selalu tidur lebih awal. Tubuhku bahkan sudah nempel kasur pukul 8 malam. Tak lama kemudian mendengkur mendahului yang lain.

Hidup ramah lingkungan sebenarnya tidak susah.
Gaya hidup ramah lingkungan biasa disebut juga hidup bertanggung jawab atau berkelanjutan. Apapun namanya, tujuannya sama: bagaiman membuat perilaku kita sehari-hari agar lebih ramah lingkungan.
Continue reading “Cari Kami Belajar Hidup Lebih Bertanggungjawab”
Hingga 20 tahun lalu, buku bukanlah barang murah bagiku.
Aku hanya membacanya di perpustakaan umum, entah milik sekolah, kampus, ataupun pemerintah. Harga buku terlalu mahal bagiku.
Continue reading “Karena Membeli Buku Lebih Mudah daripada Membacanya”