Category: Daily Life
-
Menghapus Pungli, Semoga Bukan Cumi
Written by
on
Setelah empat bulan di bengkel, mobil kami akhirnya keluar juga. Selasa kemarin, aku dan kakak ipar mengambil Suzuki Ertiga itu dari bengkel di Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar. Bagian luar…
-
Setelah Sloka Institute jadi Korban Perburuan
Written by
on
Apa yang sudah aku siapkan tiba-tiba menguap entah ke mana. Di depan ratusan orang, aku mendadak seperti gagap. Lupa dengan kalimat-kalimat penuh semangat yang sempat aku ingat. Tak ada kata-kata…
-
Mengunjungi Bu Sayuti Warung Langganan Kami
Written by
on
Runcing beling itu terlihat menakutkan. Dia dipasang berderet di atas tembok pembatas belakang Kampus Sudirman Universitas Udayana Denpasar. Yakin deh. Tidak ada yang berani memanjat di atasnya.
-
Kejarlah Inspirasi sampai Sekartaji
Written by
on
Niatnya sih sok menginspirasi. Eh, malah sebaliknya. Aku yang justru nemu ide-ide baru bagaimana menjelaskan pekerjaan sebagai wartawan ke anak-anak SD itu ketika ikut Kelas Inspirasi di Nusa Penida, Bali.
-
Obrolan Pagi: Tuhan, E’ek, dan Hantu
Written by
on
Pagi ini Satori entah dapat wahyu dari mana. Saat kami berdua sedang menonton film kartun, si adik tiba-tiba bertanya tentang Tuhan. “Tuhan itu kelihatan apa ndak, Ayah?”
-
Warcraft: The Beginning yang Melampau Imajinasi
Written by
on
Bani bahkan memberinya nilai 10. Karena aku memberi nilai 9, maka setidaknya Warcraft sudah mendapatkan nilai rata-rata 9,5 dari dua penonton. Kami yang juga penggemar permainan komputer ini.
-
Akhirnya Harus Pasrah (Sementara) karena Kalah
Written by
on
Tak ada lagi harapan tahun ini. Dua lamaran beasiswa terakhir ke Belgia akhirnya memberikan hasil seleksinya. Aku tidak lolos keduanya. Padahal, keduanya menjadi harapan terakhir hingga saat ini. Sedih.
-
Menikmati Hidup di Antara Terang dan Redup
Written by
on
Tulisan di bagian belakang itu menusuk banget. Jleb! Aku dan Bani melihatnya ketika Sabtu pekan lalu kami berboncengan naik motor dari rumah ke Renon. Kami membacanya di punggung pengendara lain.
-
Karena Integritas Memang Mahal, Mas..
Written by
on
“Bapak cukup bayar Rp 225.000 dan terima SIM sudah jadi.” Tawaran polisi petugas informasi pengurusan SIM di Poltabes Denpasar itu sekilas menggiurkan. Jika tidak mau repot, cukup bayar Rp 225…
-
Ibu-ibu Pejuang Kendeng, Maafkan Aku..
Written by
on
Tadinya aku mau like dan share status di Facebook itu. Namun, aku batalkan niat itu. Perasaanku justru campur aduk. Antara malu dan mau nangis melihat apa yang diunggah teman-teman di…