Street Kids Ministry provides alternative education for the needy

0 , , , , Permalink 0

Anton Muhajir,  Contributor,  Denpasar | Tue, 09/16/2008 10:27 AM | Bali

The tallest among about 15 children in the room, 11-year-old Ni Wayang Komang shyly sang along with the others, clapping her hands at times.

That day she was joining an alternative school for street children in Banjar (neighborhood organization) Penyaitan, Pemecutan, West Denpasar.

The school, named Street Kids Ministry, accommodates children of low-income families in the banjar.

Continue Reading…

Memanusiakan Murid dengan Pendidikan Alternatif

10 , , , Permalink 0
Di antara sekian tempat yang kami kunjungi di Jogja dan Jawa Tengah pekan lalu, tempat ini bagiku paling mengesankan. Bertemu murid-murid sangat percaya diri di desa, tempat yang identik dengan keteringgalan, adalah penyebabnya. Rasa percaya diri itu, bisa jadi, karena mereka memang memiliki kemampuan di atas rata-rata anak seumuran mereka.

Usia mereka masih belasan. Antara SMP dan SMA. Tapi mereka jago menulis, bikin peta digital, ngoprek Linux, dan semua kemampuan yang aku tidak bisa. Anak-anak seumur mereka di gangku, di pinggiran Denpasar hanya lebih sering bengong. Atau sesekali duduk rame-rame sambil minum arak. Aku sendiri di usia mereka saat ini mungkin belum tahu apa yang hendak kucari.

Continue Reading…

Kalau Saja Aku Kenal Blodog Lebih Dalam

19 , , , , Permalink 0
Sekitar sepuluh hari lalu aku tertawa dalam hati ketika melihat tayangan TV One soal ikan blodog. Dalam acara 1001 Dunia itu disebut bahwa ikan bernama bahasa Inggris mudskipper itu merupakan salah satu ikan langka di dunia. Sebab blodog hidupnya lebih banyak di darat. Berbeda dengan ikan lain yang hidupnya di dalam air.

Menurut acara yang dipandu Nugie itu, ikan bernama latin Periophthalmus modestus ini adanya di Nikaragua dan satu negara lagi yang aku lupa namanya. Kalimat inilah yang bikin aku ketawa sendiri.

Continue Reading…

Ketika Sekolah Berubah Status

0 , , Permalink 0
Menteri Agama Said Agil Husi Al-Munawar menegerikan 250 madrasah di Indonesia. Keputusan tersebut tertuang dalam SK No 558 Tahun 2003 yang ditandatangani pada 30 Desember lalu di Jakarta. Alasan yang disampaikan Menag dalam SK adalah untuk meningkatkan mutu madrasah sebagai salah satu jalur pendidikan. Adapun rincian madrasah yang dinegerikan tersebut adalah 89 Madrasah Ibtida’iyah, setingkat Sekolah Dasar (SD), 92 Madrasah Tsanawiyah, setingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), dan 69 Madrasah Aliyah, setingkat Sekolah Menengah Umum (SMU).

Jumlah Madrasah Ibtida’iyah (MI) sebanyak 89 tersebut tersebar di seluruh provinsi. Di Bali sendiri hanya ada dua yaitu MI Al-Mubarok di Gilimanuk Kecamatan Melaya menjadi MIN Gilimanuk dan MI Al-Mu’awanah di Banyubiru, Kecamatan Negara, menjadi MIN Banyubiru. Kedua sekolah dasar ini berada di wilayah Kabupaten Jembrana, sekitar 150 km dari Denpasar ke arah barat laut.

Continue Reading…