Tag: Pikiran
-
Maksiat itu di Pikiranmu, Sobat
“mikir-mikir lagi kalau mau ke #bali. terlalu banyak mudharatnya.” Begitu kicauan (tweet) salah seorang pengguna twitter di akunnya sekitar tiga hari lalu. Aku menemukannya di antara ratusan kicauan dengan hash…
-
Lagi-lagi Perempuan jadi Kambing Hitam
Kenapa sih harus perempuan yang selalu dijadikan kambing hitam? Pertanyaan itu langsung muncul di pikiranku setelah ngobrol dengan pembina, sekaligus penari, sendratari di Pesta Kesenian Bali (PKB) pagi tadi. Sendratari…
-
Cepat Saji Tak Selalu Bikin Ngeri
Para remaja itu terus saja mengatakan, fast food itu buruk terhadap kesehatan. Lha, bagaimana kalau fast food itu pakai bahan organik? Mereka mengatakannya ketika ditanya juri dalam seleksi remaja Duta…
-
Menanti Sajian Khas Negeri Sendiri
Garuda Indonesia harusnya lebih banyak menyediakan menu khas negerinya sendiri daripada menyuguhkan roti. Karena belum makan malam, aku mengharapkan ada suguhan makan di penerbangan antara Surabaya – Denpasar, Selasa malam…
-
Pak Bupati, Perbaikilah Jalan Kami
Makin hari, jalan menuju kampung kami makin rusak. Bukannya memperbaiki, pemerintah malah saling lempar tanggung jawab. Setelah menempuh perjalanan sekitar sembilan jam dari Solo hingga kampungku, aku pikir derita akibat…
-
Ironi Negeri Ini di Boyolali
Kami seperti melewati gelombang lautan di jalanan pedesaan Boyolali ketika pejabat kita ribut-ribut soal video mesum. Begitu keluar dari Desa Cermo, Kecamatan Sambi menuju Desa Wates, Kecamatan Simo di Kabupaten…
-
Emmerich Setelah 70 Tahun Kehancuran
Pada masa Perang Dunia II, Emmerich am Rein luluh lantak karena pengeboman. Kini, kota di pinggiran Jerman itu tetap menawan. Menghabiskan sisa satu hari sebelum meninggalkan Belanda, aku memutuskan berkunjung…
-
Patung-patung Tua yang Bercerita
Semula aku hanya berniat melihat Manneken Pis, patung anak kecil sedang kencing ikon Belgia. Ternyata aku malah menemukan banyak patung lain di antara menawannya lansekap ibukotanya, Brussels. Tak banyak yang…
-
Dua Kejutan di Kota Persinggahan
Kafe tempat Karl Marx pernah membaca manifesto komunisme di Belgia itu membuatku senang bukan kepalang. Inilah kejutan kedua mampir di Brussels, Belgia. Kejutan sebelumnya adalah Town Hall. Bangunan berumur lebih…