Gaulnya Sejarah Bali di Mata ABG

Kata pertama ketika mendapat buku ini adalah, “Gila!”

Ungkapan tersebut campuran antara rasa kagum dan jengah. Kagum karena ternyata ini ada anak baru gede alias abege yang masih SMA tapi sudah menulis buku tentang Bali. Ketika anak-anak seumurannya lebih banyak menggalau dan menggaul, Nilam Rahma Hanjayani, lahir pada 8 Maret 1996, sudah menulis buku ini.

Kerennya lagi, Nilam ini bukan orang Bali ataupun Hindu. Dia juga tidak tinggal di Bali. Tapi, ternyata dia bisa menuliskan tentang hal amat penting bagi orang-orang Hindu di Bali, jejak sejarah pura-pura di sepanjang Sungai Pakerisan, Bali.

Continue reading “Gaulnya Sejarah Bali di Mata ABG”

Buku-buku yang Tak Selesai di 2012

Tahun lalu sepertinya jadi tahun buruk buat baca dan ngeblog.

Untuk urusan baca buku, aku tak menghitung persisnya berapa buku yang aku selesaikan. Cuma amat yakin kalau makin berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, ada beberapa buku yang tak bisa aku selesaikan. Buku-buku tak selesai itu terutama yang berbahasa Inggris.

Continue reading “Buku-buku yang Tak Selesai di 2012”

Berbagi Kegalauan tentang Bali Sekarang

Hanya menulis tentang diskusi malam ini.

Ceritanya, aku diminta oleh Sukma Arida untuk jadi salah satu pembedah buku terbarunya, Pandora Bali, Refleksi di Balik Gemerlap Turisme. Selain aku, pembedah lain adalah Made Andi Arsana, Dosen Teknik Geodesi dan Geomatik Universitas Gajah Mada (UGM) yang sedang ambil program doktoral di Australia.

Continue reading “Berbagi Kegalauan tentang Bali Sekarang”

Bijak Memilih dan Memilah Serakan Informasi

BLUR_110117_003 “Gempa” susulan pun terjadi di linimasa.

Begitu gempa 8,5 Richter mengguncang kawasan barat Sumatera, termasuk Daerah Istimewa Aceh dan Sumatera Utara dua hari lalu, informasi di Twitter pun berseliweran. Seperti biasa, gempa di linimasa ini membuat warga lebih panik dibanding gempa sesungguhnya.

Aku sendiri pernah merasakannya ketika ada gempa di Bali selatan Oktober 2011 lalu. Pas aku lagi di Flores, Bali kena gempa. Lalu di Twitter pun informasi berseliweran. Karena hanya baca di Twitter, ketakutanku kok amat terasa. Padahal ya tak segawat yang ada di linimasa.

Continue reading “Bijak Memilih dan Memilah Serakan Informasi”

Kopdar Mizan, Dari Blog Menuju Buku

Awalnya agak meragukan dan seperti lost focus.

Lha masak para blogger terpilih malah diajari hal amat mendasar tentang blog. Misalnya, apa itu blog, jenis-jenis blog, dan semacamnya. Padahal, setahuku, sekitar 60 blogger yang hadir di Gathering Blogger Mizan ini blogger pilihan.

Continue reading “Kopdar Mizan, Dari Blog Menuju Buku”

Kumpulan Pengalaman Jurnalisme Warga

Di tengah langkanya referensi tentang jurnalisme warga, buku ini serasa pelepas dahaga.

Buku yang diterbitkan Peter Lang, New York tahun 2009 ini memberikan gambaran bagaimana praktik jurnalisme warga tak hanya diterapkan tapi juga bisa mendorong perubahan di banyak negara. Melalui contoh-contoh di Irak, China, Amerika Serikat, India, Australia, dan negara-negara lain, para penulis menegaskan bahwa perubahan warga sekaligus sebagai pewarta bukanlah hal mustahil.

Continue reading “Kumpulan Pengalaman Jurnalisme Warga”

Mengumpulkan Catatan Berserak Musik Bali

“Saya tak akan merunduk-runduk sejak awal minta maaf bahwa kumpulan tulisan ini masih jauh dari sempurna,” tulis Rudolf Dethu.

Dethu menulis kalimat tersebut pada paragraf terakhir buku Blantika Linimasa, Kaleidoskop Musik non-Tradisi Bali. Seperti biasa, teman di Bali Creative Community (BCC) ini memang suka njeplak dan sarkas.

Continue reading “Mengumpulkan Catatan Berserak Musik Bali”

A9ama, Menyigi Misteri Penyampai Informasi

Media massa itu semata memberitakan apa yang ingin mereka sampaikan.

Berita, lewat media apa saja, merupakan hasil saringan wartawan dan media itu sendiri. Ada sudut pandang wartawan, pemilihan oleh tim redaksi, juga politik media yang memberitakan. Di balik berita, banyak fakta “pertarungan” antar-media atau sesama wartawan di satu media.

Continue reading “A9ama, Menyigi Misteri Penyampai Informasi”

Dua Panduan untuk Menikmati Bali

Bingung mau jalan-jalan di mana saja selama liburan di Bali? Dua buku terbitan Intisari ini bisa jadi panduan.

Buku pertama berjudul Where to Go Bali. Buku ini terbit November 2010 lalu. Materinya tentang lokasi wisata dan aktivitas apa saja yang menarik untuk dilakukan selama di Bali.

Continue reading “Dua Panduan untuk Menikmati Bali”

Sudah Dikutip Tanpa Izin, Dikomersialkan Pula

Niat awal aku ke toko buku Gramedia Matahari Denpasar Selasa malam kemarin adalah untuk beli buku kuliner Solo terbitan majalah Intisari. Buku ini akan aku jadikan referensi penulisan kuliner Bali oleh majalah bulanan terbitan Jakarta tersebut. Sejak sebulan lalu, aku memang sedang membuat liputan untuk Intisari. Namun buku ini ternyata tidak ada.

Aku malah nemu beberapa buku tentang kuliner Bali di toko tersebut. Ada dua yang menarik perhatianku. Salah satunya adalah Peta Lengkap Kuliner di Bali karya Ketut Rosmandana. Buku terbitan Exspresi Yogyakarta ini menambah kata “Benar-benar Memuaskan” di sampulnya. Buku lainnya aku baca sekilas juga lalu aku taruh kembali di tempat semula.

Continue reading “Sudah Dikutip Tanpa Izin, Dikomersialkan Pula”