Seperti Biasa, Biarkan Mengalir Saja

Tulisan “Happy Birthday” dari kertas yang menggantung di bawah lukisan menyambutku ketika baru membuka pintu. Hari sudah larut, hampir pukul 11 malam Wita. Rasa capek setelah perjalanan hampir sepuluh jam dari Bandung – Jakarta – Bali langsung hilang. Aku memeluk Bunda. Bani sudah terlelap.

Kami menyanyi lagu ulang tahun dengan agak lirih. Lalu kutiup lilin kecil di atas kue itu. Kuambil kertas kecil di atas kue dan kubaca.

Ayahku 29 tahun.
Lotta Love

19 April 08

Bunda + Bani

Hmm, aku makin tua. Inilah ulang tahun yang ke-29. Tidak banyak yang berubah satu tahun ini. Aku merasa tidak banyak lagi yang perlu aku cari selain hidup bersama Bunda dan Bani. Keluarga kecil ini, di rumah kecil kami, dengan semua yang kami miliki adalah segalanya bagiku untuk saat ini.

Maka, seperti biasa. Biarkan semua mengalir saja.

0 thoughts on “Seperti Biasa, Biarkan Mengalir Saja

  1. @ nyoman ribeka: makasih, pak win.

    @ devari: makasih jg, bli made. kuenya nyusul agustus nanti. 😉

    @ ady: thx, pak dosen. smg baik2 saja jg. 🙂

    @ paramarta: mengalir sampai gunung agung. 😀

    @ mohammad: sama2, pak haji.

    @ budarsa: makan2nya nunggu kopdar.

    @ ick: keep blogging jg.

    @ yanuar: ya, mmg sudah tua. gimana lg. 🙁

    @ made eka: makasih eka. sukses jg. 😉

    @ imsuryawan: sekali lg terima kasih..

    @ sakti soe: kok koyo ceritane shrek sih. 😀

    @ komang: iya nih, mang. makin tua. 🙂

    @ hendra: anggota KPK. hahaha.. bloeh jg tuh. biar bs mnyadap semua imel anggota BBC. demi keamanan bali soale. 😀

    @ huda: injih, mas. berhenti mengalirnya di sunan kuning aja. biar enak. 😀

    @ suryacx: makan2nya pas kopdar. *kapan ya?*

    @ ghozan: boleh jg kok nambah jodoh satu lg. 🙂

  2. wah usia pakAnton denganku beda setahun. hiks aku jauh lbih tua, setahun kurang 3 hari… hepi b day Pak,walo telat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *