Mari melihat Nyepi sebagai kearifan lokal untuk memberi bumi sejenak beristirahat. Meski hanya sehari, itu jelas sangat berarti. Maka, marilah dukung usaha agar Nyepi bisa jadi momen internasional meski tidak harus serempak, meski tidak harus ala Bali.
Mari melihatnya dari sudut pandang bumi yang kian letih. Usaha ini pula yang dilakukan melalui delegasi resmi kawan-kawan NGO Bali maupun kelompok lain di KTT Perubahan Iklim di Nusa Dua Bali yang sedang berlangsung. Ini pula yang kawan-kawan teriakkan pada Parade Budaya 8 Desember lalu.
Mari turut mendukungnya. Tidak repot, kok. Klik saja ini.

posternya keren euuy! say sudah vote:agreeeeee!
*menuju TKP*
*menundukan kepala*
*silent*
*silent*
ton..mau kalkulasi brapa limbah dan pemborosan dari pertemuan dunia perubahan iklim ga? hehehe..
@ made: tolong sebar luaskan juga, bli.
@ didut: mau ngapain? rekonstruksi? 🙂
@ siruem: what a surprise to know u here? apa kabar, jeng?
@ tomo: mau dong, om. kirim dong ke antonemus@yahoo.com. buat balebengong.net.
setuju, dukung… entah bagaimana pelaksanaannya, ala bali, ala jawa, ala malaysia (lho), ala amerika, ala apapun… yang penting bumi bisa istirahat..
kita cuman disuruh diam, gitu aja kok repot 🙂
@ wira: ala apa saja asal jangan ala amerika. hehe.