Category: Pikiran
-
Antara Anonimitas dan Kredibilitas
Written by
on
Tulisan itu tak ada lagi di sana. Sebagai ganti, ada pesan dalam bahasa Inggris: This content has been removed for violating Kompasiana Terms and Conditions.
-
Pura, antara Sakral vs Komersial
Written by
on
Apakah pura boleh menjadi tempat yang dikunjungi turis? Atau untuk sembahyang saja? Polemik itu muncul setelah Gubernur Bali mengusulkan agar ada larangan bagi turis yang akan berkunjung ke pura. Pernyataan ini muncul…
-
Jalan Panjang Menuju Rezim Keterbukaan
Written by
on
Masak optimisme saja kita tak punya sih? Karena itulah aku memilih optimis. Aku memilih yakin bahwa negeri ini akan lebih baik jika serius menerapkan keterbukaan. Meskipun, perjalanan menuju keterbukaan itu…
-
Tak Ada yang Mengalahkan Tatap Muka
Written by
on
Ya, telepon seluler memang penting banget. Dengan alat dalam genggaman ini, banyak banget pekerjaan yang bisa kita lakukan. Sebagai alat komunikasi misalnya, telepon seluler masih berfungsi untuk komunikasi-komunikasi konvensional. Misalnya…
-
Manusia, Perbedaan, dan Pertempuran…
Written by
on
Pada awalnya, nenek moyang manusia dilahirkan bersama batu. Lalu, si nenek moyang itu bermain bersama batu, si benda mati tersebut. Sebagai makhluk kesayangan Tuhan, maka dia mendapat hak istimewa dari…
-
Hati-hati Kalau Dipanggil Polisi
Written by
on
Ini cerita lama. Tapi aku baru sempat ingat untuk menulisnya. Ceritanya, akhir Juli lalu aku dipanggi polisi sebagai saksi. Kasusnya dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan BaleBengong. Aku tidak akan…
-
Pelanggaran Kampanye di Media Penyiaran
Written by
on
Tak banyak harapan bagi demokratisasi penyiaran. Apalagi menjelang pemilihan umum legislatif 2014 nanti. Sebagian besar media penyiaran, terutama televisi, sudah dikapling masing-masing pemiliknya sebagai alat kampanye mereka.
-
Tinggalkanlah Aku Kau Ku Kejar
Written by
on
Dua pengendara motor itu bertabrakan di depanku. Dua orang tersebut, keduanya lak-laki, sama-sama terjatuh. Aku tidak tahu siapa menabrak siapa. Ada satu mobil menghalangi aku melihat langsung tabrakan itu.
-
Muramnya Masa Depan Tanah Kelahiran Kami
Written by
on
Tembok itu runtuh pelan-pelan. Tidak ada yang melakukannya. Tembok itu ambrol begitu saja sore itu. Sebagian pasir dan batu dari tembok itu jatuh di sisi barat rumah tua tersebut. Tembok…
-
Ketika Ketaatan Ritual Kian Mengasingkan
Written by
on
Tak ada lagi syahdu di balik suara adzan di kampung kami. Suara adzan itu bersahut-sahutan dari tiga musholla dan satu masjid di kampung kami. Mungkin karena aku yang kian…