Tulisan itu tak ada lagi di sana.
Sebagai ganti, ada pesan dalam bahasa Inggris: This content has been removed for violating Kompasiana Terms and Conditions.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Apakah pura boleh menjadi tempat yang dikunjungi turis? Atau untuk sembahyang saja?
Polemik itu muncul setelah Gubernur Bali mengusulkan agar ada larangan bagi turis yang akan berkunjung ke pura. Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Continue reading “Pura, antara Sakral vs Komersial”
Masak optimisme saja kita tak punya sih?
Karena itulah aku memilih optimis. Aku memilih yakin bahwa negeri ini akan lebih baik jika serius menerapkan keterbukaan. Meskipun, perjalanan menuju keterbukaan itu masih panjang.
Pada awalnya, nenek moyang manusia dilahirkan bersama batu.
Lalu, si nenek moyang itu bermain bersama batu, si benda mati tersebut. Sebagai makhluk kesayangan Tuhan, maka dia mendapat hak istimewa dari Tuhan untuk meminta apa saja.
Ini cerita lama. Tapi aku baru sempat ingat untuk menulisnya.
Ceritanya, akhir Juli lalu aku dipanggi polisi sebagai saksi. Kasusnya dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan BaleBengong. Aku tidak akan menulis tentang kasus tersebut karena sudah selesai dengan damai di antara mereka.

Tak ada lagi syahdu di balik suara adzan di kampung kami.
Suara adzan itu bersahut-sahutan dari tiga musholla dan satu masjid di kampung kami. Mungkin karena aku yang kian asing atau malah antipati Continue reading “Ketika Ketaatan Ritual Kian Mengasingkan”