Kali ini, akhirnya bisa menikmati malam di Yangon.
September lalu, ketika pertama kali ke Myanmar, aku hanya singgah tak kurang dari dua jam di ibu kota Negeri Pagoda ini. Sekarang balas dendam.
maka, menulislah untuk berbagi, agar ceritamu abadi.
Kali ini, akhirnya bisa menikmati malam di Yangon.
September lalu, ketika pertama kali ke Myanmar, aku hanya singgah tak kurang dari dua jam di ibu kota Negeri Pagoda ini. Sekarang balas dendam.
Cara kerjanya benar-benar tidak aku mengerti.
Hingga sebelum hari H, tidak ada agenda pasti. Bahkan, hingga pagi hari pada saat pembukaan, jadwal dua hari kegiatan juga belum ada. Bagaimana mungkin?
Continue reading “BarCamp Yangon, Kekacauan yang Menakjubkan”