
Perjalananku ke Bajawa, Ngada, Flores kali ini adalah yang kedua kali. Kunjungan pertama aku lakukan Januari tahun lalu. Waktu itu aku ke sana untuk membuat tulisan tentang para petani di kawasan Cagar Alam Watuata. Petani kopi yang juga warga adat di sana diusir oleh pemerintah atas nama konservasi. Demi menjaga hutan, warga adat itu diusir dari tanahnya sendiri.
Kunjunganku kali ini pun masih terkait dengan hal itu. Lapmas, LSM yang mengadvokasi para petani itu akan menyusun buku tentang hal tersebut bersama berbagai pihak yang terlibat termasuk pemerintah dan petani sendiri. Aku memfasilitasi mereka menyusun kerangka buku tersebut.