Kekuasaan memang menyilaukan. Maka, tidak peduli harus menelan ludah sendiri, para calon gubernur Bali pun kini bergandeng mesra dengan bebotoh. Tapi yang paling memalukan bagiku memang Made Mangku Pastika. Aku heran saja baca tulisan di Bali Post bahwa dia akan merangkul para bebotoh, orang yang suka main adu ayam alias tajen ini.
Ini bener-bener mengagetkanku. Setahuku pas zaman jadi Kapolda Bali, Ketua Tim Investigasi bom Bali ini adalah orang yang paling kenceng memerangi tajen. Salah satu yang aku ingat adalah ketika dia mendatangi tempat tajen paling tersohor di Denpasar di daerah Yangbatu. Wih, sampai ada satu orang yang mati ketika tajen dibubarkan polisi.
Pastika termasuk paling berani di antara sekian Kapolda Bali yang pernah ada dalam hal memberantas tajen. Mungkin karena dia memang punya karisma. Orangnya simpatik dan berisi kalau ngomong. Zaman aku masih rajin liputan di Polda Bali dan dia menangani kasus bom Bali maupun jadi Kapolda, aku selalu terkagum-kagum melihatnya. Dia pinter ngomong, pinter bahasa Inggris. Apalagi setelah aku tau latar belakang dia, wah, waktu itu aku bener-bener salut dan kagum sama jenderal yang satu ini.
Modal lain yang membuat dia berani memberantas tajen waktu itu mungkin karena dia orang Bali. Jadi dia tahu banyak soal budaya Bali dan Hindu, termasuk soal tajen yang sering dicampuradukkan dengan tabuh rah. Aku inget sering banget ada penggerebekan tajen waktu itu. Bahkan tidak jarang polisi pun repot harus ngurus ayam yang menjadi barang bukti. Ya mulai ngasih makan sampai bersihin e’eknya ayam. Hehe..
Makanya, semasa Pastika jadi Kapolda Bali, tajen bisa dikatakan mati suri.
Eh, lha dalah, kok ini tiba-tiba dia bilang mau merangkul bebotoh hanya karena dia akan dicalonkan PDI Perjuangan sebagai calon gubernur bareng Puspayoga. Jelas banget itu ya karena dia mau ngejar kekuasaan. Maka, bergembiralah para bebotoh. Sebab kini mereka sudah dianggap sebagai modal politik yang penting.
Kalau gini ceritanya, aku mau juga ikut kakak iparku main tajen. Minggu besok aku mau ikut jadi bebotoh. Siapa tau nanti aku diajak Pastika jadi tim suksesnya. Kan lumayan tuh. Hehe..
Leave a Reply