Lima komentar masuk di blogku dengan bunyi yang sama.
80 % Bloger omong kosong semua!!!!!! ndak bermutu!!!!….
Panas juga hatiku pas baca komentar itu. Apalagi sepertinya pengirimnya memang punya perhatian khusus ke tulisanku. Semua yang dikomentari adalah tulisan terkait jurnalisme. Misalnya soal amplop bagi wartawan, pekerjaan sebagai wartawan lepas, dan seterusnya.
Karena aku gak mau komentar bagus saja yang nongol di blogku, maka aku approve saja semua komentar tidak enak itu.
Pas sudah approve, aku baru tau kalau ada yang tidak beres dengan komentar-komentar itu. Lima komentar itu empat di antaranya pakai imel antonemus@gmail.com. Lha itu kan imelku sendiri. Hanya satu komen yang pakai fabio_juven@xxxxx.com. Semua komen itu pakai nama Freeman dan tanpa URL.
Berdasarkan email tersebut, aku kirim pertanyaan balik ke si pengirim. Dengan sok arip bijaksana aku kirim imel begini.
Maaf, Pak.
Komentar ini apa maksudnya? Bisakah anda jelaskan kenapa 80 persen blogger itu omong kosong? kenapa ndak bermutu?
Saya butuh penjelasan selain untuk memperjelas konteks juga agar bisa memperbaiki postingan saya kalau memang ada yang salah.
Terima kasih..
Eh, ternyata aku dapat jawaban email –kuambil bagian terpenting menurutku – seperti ini.
Perkenalkan, saya Obed, saat ini bekerja di Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Bali. Kenapa mas Anton mempertanyakannya kepada saya??? Sekedar informasi, mungkin juga klarifikasi dari saya selaku pemilik email (fabio_juven@yahoo.co.id) ini, saya 1 (satu) kalipun bahkan sama sekali tidak pernah memberi komentar apapun khususnya terhadap tulisan Mas Anton dan umumnya dalam Situs Web dan atau Blog Rumah Tulisan (http://www.rumahtulisan.com).
Juga ini
Ternyata ada orang yang mencatut email saya..dasar wong edan..ntar kalau dah ketahuan siapa orangnya bilang2 ya..ntar tak bantuin dech..pengen nitip “BOGEM MENTAH” buat yang gunakan email saya.
Well, ternyata memang ada pengecut yang berkomentar di blogku dengan pake imel orang lain. Maka, tak hanya pengecut, orang yang berkomentar itu juga mau mengadu domba.
Maka, aku hapus saja komentar-komentarnya. Bukan karena isinya yang bikin panas, tapi karena buat nyimpan komentar dari pengecut yang tak bertanggung jawab?
Leave a Reply