
Semua gara-gara main KAsTI seharian tadi.
Hingga pukul 2 pagi, aku pun masih khusyuk ngoprek blog. Mengganti desain, menambah perangkat, melengkapi dengan aksesoris, dan seterusnya. Ngoprek blog memang jadi terasa sangat mengasyikkan.
Memang, sih, kemampuanku mengoprek (customize) desain blog ini memang masih terbatas. Tapi, aku merasa maju puluhan langkah dibanding sebelumnya. Kalau sebelumnya cuma bisa membuat tulisan baru, setidaknya sekarang bisa mempercantik tampilan dan melengkapinya dengan aksesoris ataupun perangkat tadi.
Mudahnya ngoprek blog itu, selain karena WordPress 3.0 yang memang jauh lebih mudah untuk dioprek, juga karena ilmu dari Saylow, salah satu suhu di Bali Blogger Community (BBC). Dia membagi ilmunya di Kelas Asik Teknologi Informasi (KAsTI) ala BBC seharian kemarin.
Ide mengadakan KAsTI itu sudah lama, sekitar dua bulan lalu. Aku sih mikirnya di BBC kan banyak orang yang ahli di bidang tertentu, seperti blog, desain, search engine optimazation (SE), dan tetek bengek lain terkait teknologi informasi.
Maka, pasti asik kalo kami satu sama lain berbagi ilmu dan pengetahuan lewat kelas seharian. Narasumber dan pesertanya, terutama dari anggota BBC. Tapi, kalau ada dari luar BBC juga tetep oye.
Nah, untuk KAsTI pertama, kami sepakat materinya tentang oprek WordPress. Alasannya, tak semua anggota BBC tahu banyak cara menggunakan plugin, widget, dan lain-lain di blog.
KAsTI pertama pun dimulai hari ini di Sloka Institute. Ada sembilan peserta. Namun, yang datang lebih banyak. Total, termasuk yang sekadar mampir, sampai 20an orang. Selama satu hari penuh, kami belajar tentang menginstall WordPress, memilih tema, mengupgrade, pilih plugin atau widget dan memasangnya, sampai menghubungkan antara jejaring sosial dengan blog.
Kami belajar banyak. Aku sendiri, sebagai peserta, merasa belajar banyak hal selama satu hari. Maka, menurutku, KAsTI ini lumayan berhasil. Tak sia-sia kami melakukannya. KAsTI telah melahirkan banyak korban.
Tak hanya aku yang ngoprek blog sampai dini hari pagi setelah kelas ini. Peserta lain, seperti Eka, Agung, dan Fitria pun demikian. Hasil oprek mereka bisa dicek di blog masing-masing. Ada yang ganti wajah. Ada juga yang ganti alamat blog (domain). Kami jadi keranjingan otak-atik blog lagi setelah ikut KAsTI.
Setelah sukses di angkatan pertama, KAsTI kedua tinggal nyusul. Temanya belum tahu mau belajar soal apa.
Kalau aku sih masih pengen lanjut lagi belajar ngoprek blog. Apalagi, banyak temen di BBC yang juga minta diadakan kelas lagi khusus soal tema ini.
Maka, Korban KAsTI pun Berjatuhan
Semua gara-gara main KAsTI seharian tadi.
Hingga pukul 2 pagi, aku pun masih khusyuk ngoprek blog. Mengganti desain, menambah perangkat, melengkapi dengan aksesoris, dan seterusnya. Ngoprek blog memang jadi terasa sangat mengasyikkan.
Memang, sih, kemampuanku mengoprek (customize) desain blog ini memang masih terbatas. Tapi, aku merasa maju puluhan langkah dibanding sebelumnya. Kalau sebelumnya cuma bisa membuat tulisan baru, setidaknya sekarang bisa mempercantik tampilan dan melengkapinya dengan aksesoris ataupun perangkat tadi.
Mudahnya ngoprek blog itu, selain karena WordPress 3.0 yang memang jauh lebih mudah untuk dioprek, juga karena ilmu dari Saylow, salah satu suhu di Bali Blogger Community (BBC). Dia membagi ilmunya di Kelas Asik Teknologi Informasi (KAsTI) ala BBC seharian kemarin.
Ide mengadakan KAsTI itu sudah lama, sekitar dua bulan lalu. Aku sih mikirnya di BBC kan banyak orang yang ahli di bidang tertentu, seperti blog, desain, search engine optimazation (SE), dan tetek bengek lain terkait teknologi informasi.
Maka, pasti asik kalo kami satu sama lain berbagi ilmu dan pengetahuan lewat kelas seharian. Narasumber dan pesertanya, terutama dari anggota BBC. Tapi, kalau ada dari luar BBC juga tetep oye.
Nah, untuk KAsTI pertama, kami sepakat materinya tentang oprek WordPress. Alasannya, tak semua anggota BBC tahu banyak cara menggunakan plugin, widget, dan lain-lain di blog.
KAsTI pertama pun dimulai hari ini di Sloka Institute. Ada sembilan peserta. Namun, yang datang lebih banyak. Total, termasuk yang sekadar mampir, sampai 20an orang. Selama satu hari penuh, kami belajar tentang menginstall WordPress, memilih tema, mengupgrade, pilih plugin atau widget dan memasangnya, sampai menghubungkan antara jejaring sosial dengan blog.
Kami belajar banyak. Aku sendiri, sebagai peserta, merasa belajar banyak hal selama satu hari. Maka, menurutku, KAsTI ini lumayan berhasil. Tak sia-sia kami melakukannya.
Dia melahirkan banyak korban. Tak hanya aku yang ngoprek blog sampai dini hari pagi setelah kelas ini. Eka, Agung, dan Fitria pun demikian. Hasil oprek mereka bisa dicek di blog masing-masing. Ada yang ganti wajah. Ada juga yang ganti alamat blog (domain).
Setelah sukses di angkatan pertama, KAsTI kedua tinggal nyusul. Temanya belum tahu mau belajar soal apa.
Kalau aku sih masih pengen lanjut lagi belajar ngoprek blog. Apalagi, banyak temen di BBC yang juga minta diadakan kelas lagi khusus soal tema ini.
Leave a Reply