Yay, I’m Tumblring Too

Mending terlambat memulai, daripada terlambat ngangkat jemuran. #kriuk. 😀

Maka, daripada tidak sama sekali, aku pun mulai mencoba Tumblr. Sejak Mei lalu, aku pun membuat akun dan rajin mengupdate bahan di halaman Tumblr. Isinya acak adut. Apa saja yang terlintas di kepala atau di monitor saat berselancar.

Makhluk bernama Tumblr ini sudah aku kenal kira-kira enam bulan lalu atau bahkan lebih. Seperti biasa, teman-teman geek Bali Blogger Community (BBC) yang mengenalkan hal-hal baru seperti ini kepadaku.

Daripada cuma ikut melihat, maka aku pun mulai mencoba. Eh, ternyata asik juga.

Tumblr ini, menurutku, tak jauh beda dengan blog. Dia mungkin lebih tepat disebut sebagai content management system. Ehm, semoga aku benar. Maksudku karena Tumblr ini sistem untuk mengatur materi yang ingin kita publikasikan lewat internet. Materi itu bisa berupa foto, tautan (link), video, kutipan (quote), dan seterusnya.

Keunggulan Tumblr adalah kemudahannya memasukkan materi tersebut berdasarkan jenis materi yang kita masukkan. Misalnya mau memasukkan tautan, maka kita cukup taruh tautan ke dalam kotak yang sudah disediakan Tumblr. Pengguna tidak perlu harus memasukkan alamat tautan. Begitu dipublikasikan, maka tautan akan langsung terlihat.

Ini beda dengan Blogspot atau WordPress di mana pengguna harus memasukkan tautan, baik berupa teks, foto, ataupun video, baru kemudian bisa terbit.

Kemudahan mengelola tampilan juga keunggulan lain dari Tumblr dibanding WordPress atau Blogspot. Banyak pilihan desain gratis meski banyak juga desain berbayar hingga puluhan dollar.

Sayangnya, desain-desain ini tidak bisa diunduh terus digunakan untuk domain tanpa embel-embel Tumblr. Jadi, pengguna harus pakai nama blablabla.tumblr.com, bukan blablabla.com saja. Ini tidak bagusnya Tumblr.

Satu lagi menariknya Tumblr. Pengguna bisa follow pengguna Tumblr lain sehingga begitu ada update akan nongol di dashboard kita. Lalu, kita juga bisa mereblog, postingan-postingan yang kita anggap menarik.

Fungsi Tumblr sendiri, menurutku, bisa digunakan seperti blog. Tapi, selama sebulan ini aku lebih banyak menggunakannya sebagai tempat dokumentasi singkat atau menyimpan tautan menarik. Ada foto perjalanan -sebagian besar aku unggah lewat Android, video tentang perang rebutan sumber daya alam, kartun lucu, referensi akademis, kutipan, dan seterusnya.

Jadi, silakan mampir Tumblr. Biar makin sah jadi warga dunia maya. :p

2 Comments
  • imadewira
    August 9, 2011

    saya malah belum pernah nyoba sama sekali 😀

    entah gimana, belum tertarik aja

    ReplyReply

    [Reply]

    a! Reply:

    ayo coba, om. asyik banget kok. ini aku masih rajin update di sana juga. 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *