Trik Licik Melawan Senior

23 , Permalink 0
Senin kemarin aku lihat mahasiswi berkuncir sedang naik motor. Melihat kuncirnya yang diikat pita oranye menyala dengan tulisan besar di tasnya, aku langsung menduga kalau mahasiswi itu lagi ikut Ospek.

Lalu aku cek tanggal. Ah, benar. Agustus – September memang musim pengenalan untuk mahasiswa baru. Ini waktunya para senior bloon sok jago ngerjain mahasiswa baru. Makanya, sebagian besar Ospek biasanya aneh-aneh. Dari yang pakai tas karung goni, sepatu beda warna, gundul, dan tetek bengek gak jelas lainnya. Biasanya sih alasannya untuk menguji emosi mahasiswa baru dan seterursnya.

But, i say, “Go to hell with your stupid reason!!”

Semua alasan itu, tak lebih yak kurang hanya kerjaan orang-orang gila hormat. Tak ada bukti bagaimana Ospek bisa mendukung kecerdasan. Adanya malah pelecehan pada mahasiswa baru, secara fisik dan mental. Ospek hanya ajang balas dendam. Tidak ada gunanya sama sekali selain menyuburkan dendam antar-generasi.

Mahasiswa baru biasanya tak berdaya melawan perintah senior. Kalah mental. Juga kalah jumlah soale. Seumur-umur aku lihat hanya pernah sekali junior yang berani melawan seniornya. Dan mahasiswa baru itu menang. Ini terjadi pada mahasiswa baru Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana angkatan 2000.

I Gede Ari Antoni, tukang kompornya. Aku lihat sendiri panitia Ospek, rata-rata angkatan 98 dan 99, tidak berani ketika Toni dan teman-temannya melawan balik. Bukannya memerintah, panitia itu malah dibentak. Gara-gara peristiwa itu aku lalu berteman akrab sama Toni. Salut aja sih sama keberaniannya..

Pelajaran pertama, lawan saja panitia Ospek kalau berani. Kalau mereka kalah mental, pasti pada minder. Hehe..

Ah, tapi aku tak sehebat itu. Mentalku yang letoy ini tak cukup berani melawan senior. Apalagi waktu itu aku baru tinggal di Bali. Jadi ya aku melawan dengan diam. Bahasa kerennya boikot. Ini perlawanan ala Samin.

Secara mental mungkin pas-pasan. Tapi aku kan punya otak. Jadi aku pakai jurus licik melawan senior. Caranya? Pura-pura pingsan. Hahaha..

Ini kejadian pas kemah untuk mahasiswa baru yang disebut Kesat, pada 1997. Aku lupa persis di mana lokasinya. Kalau gak salah sih di Petang, Badung. Pas kami baru sampai, kami langsung disuruh guling-guling layaknya tentara.

Maka, eng ing eng, aku langsung muter-muter. Bruk! Jatuh..

Gantian panitia yang repot. Aku digendong ke tenda, dikasih obat, dipijitin. Lalu sambil berbaring di matras empuk itu, aku lihat teman-temanku sedang berguling-guling di tanah. “Ah, siapa suruh kalian mau saja menuruti perintah senior tolol itu,” pikirku. Coba mau pake otak dikit, pasti malah dapat sebaliknya. Hehehe..

Pelajaran kedua, jadilah orang licik (atau sangat cerdas ya?) kalau fisik dan mental tak cukup kuat melawan senior. Dengan cara itu kita bisa aman dari kekejaman Ospek.

Seperti kata Charles Darwin, bukan orang paling kuat yang akan bertahan di dunia. Tapi, orang yang bisa beradaptasi..

No related content found.

23 Comments
  • ninok
    September 9, 2008

    ni mas anton yang adiknya bukhori ya?

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    woho. akhirnya ketauan juga. bener, jeng. aku ki anton adike bukhori. juniormu zaman di tukad irawadi. 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

  • Qisthon
    September 9, 2008

    Emang cerdas ama licik, beda tipis aja 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    tergantung perspektif, mas. 😀

    beda tipis antara koruptor sama dermawan. beda dikit antara penjilat sama setia. 🙂

    ReplyReply

    [Reply]

  • nono
    September 9, 2008

    triknya ok banget tuh…
    buat yg lagi OSPEK cucok bgt…
    para junior jgn mw kalah…
    weleh…

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    yoih. kalah okol, menang akal. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • gentry amalo
    September 9, 2008

    halaaaaaah.. untung aja dirimu ga masuk di Fak Sastra, kalau masuk sana pasti ketahuan pengen ngelesh-nya ,.. hahaha…

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    ah, kalo kamu seniornya sih pasti aku lbh licik lagi, gen. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • wira
    September 10, 2008

    sayang tahun ini udah suud jadi dosen di mapindo, jadi inget tahun lalu, kasian juga ngeliat mhs baru dikerjain ama seniornya, tapi dosen hanya pengawas jadi bisa berbuat apa2 selain jepret sana jepret sini, cari mahasiswi baru yang cakep2, hwahuahuahuahua

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    ah, masa dosen ga berani sama mahasiswa?

    *kompor!!

    ReplyReply

    [Reply]

  • erickningrat
    September 10, 2008

    saia juga sangat tidak setuju dengan senioritas… seperti tulisan saia yang sudah lama sih di

    http://erickningrat.wordpress.com/2008/06/18/senioritas/

    :mrgreen:

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    yoih!

    *meluncur ke TKP

    ReplyReply

    [Reply]

  • ninok
    September 10, 2008

    aku japri aja piye harga blackforestnya?
    ke e mail istrimu ya?

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    silakan, jeng..
    ke imelku aja antonemus@gmail.com

    suwun..

    ReplyReply

    [Reply]

  • Hendra W Saputro
    September 11, 2008

    Jadi inget waktu diajak merokok ma noby. Yang lain pada guling-guling, aku merokok ma senior di belakang tenda. Apa karena faktor badan besar bisa buat senior ciut nyali ya hahahaha.

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    hahaha, baru inget. ternyata mas hendro salah satu seniorku waktu itu. tp ora usah nesu, mas. kamu kan salah satu senior yg baik hati bahkan membela kami. hahaha..

    ReplyReply

    [Reply]

  • didut
    September 11, 2008

    hahaha~ kek nya dulu saya pernah melakukan hal yg serupa 😛

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    hahaha, trnyata sama saja. :p

    ReplyReply

    [Reply]

  • imsuryawan
    September 13, 2008

    mau mlali ke KIM bli? ajakina kemu men nyak! hahahah… Di sana ada banyak orang2 “gila hormat” Bli! Hehehe…

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    takuuut, KIM galak2 sajan asane puk. ntar aku disuruh guling2 diaspal lagi. atau malah aku djadiin be guling. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • viar
    September 17, 2008

    hal menyenangkan pas ospek jaman sma cm pas disuruh ngumpulin tanda tangan, langsung hunting para wanita buat dimintain tanda tangan skalian kenalan 😛

    ReplyReply

    [Reply]

    antonemus Reply:

    ketauan pleboinya. 😀

    ReplyReply

    [Reply]

  • bayu indragiri
    September 26, 2008

    bner juga tuch, , triknya??
    pernah sih aku cobain trik kya gtu,tp malah di marahin sama senior.
    ada lagi ga trik yang lain,spaya senior tau klo aku ga AKTING doang?

    ReplyReply

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *